Ketua Fraksi PAN DPRD Sulsel Syamsuddin Karlos SE Adakan Reses di Desa Jombe Kabupaten Jeneponto

Politik1549 Dilihat

GTN I Jeneponto – Ketua Fraksi PAN DPRD Sulsel Syamsuddin Karlos SE mengadakan reses dengan tema, “Kunjungan Pengawasan APBD provinsi Sulawesi Selatan” di Dusun Tompo Balang Desa Jombe Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, Minggu 03/12/2023.

Moderator Caleg No urut 3 Partai PAN Dapil Binamu Turatea.

Dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Jeneponto dari partai PAN H. Hanapi Sewang, Caleg DPRD kabupaten Jeneponto Partai PAN Sri Wahyuni S.IP, nomor urut ( 3 )beserta tokoh Agama dan masyarakat.

Antusias masyarakat Jombe menyambut Kedatangan Anggota DPRD Propinsi dari Fraksi PAN sekaligus Bakal Calon Bupati Jeneponto periode 2024-2029, Syamsuddin Karlos SE bersama rombongan saat memasuki tempat acara yang sudah disediakan oleh panitia.

Pembukaan di awali dengan kata sambutan Caleg DPRD kabupaten Jeneponto Partai PAN Sri Wahyuni S.IP, nomor urut ( 3 )menuturkan bahwa tempat kelahiran saya di desa jombe untuk itu saya butuh perubahan sehingga terpanggil untuk mencalonkan diri melalui PAN dengan tekad untuk memperjuangkan hak masyarakat Jeneponto khususnya Binamu Turatea,”tuturnya.

Selanjutnya, Ketua Fraksi PAN DPRD Sulsel Syamsuddin Karlos SE mengatakan terkait maksud dan tujuan reses adalah untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggung jawaban moral dan politik kepada konstituen di dapil masing-masing sebagai perwujudan perwakilan rakyat

“Adapun menyangkut pencalonannya sebagai Bupati Jeneponto periode 2024-2029,” Insyaallah saya bersama Baharuddin Karaeng Nai sudah sepakat dan berkomitmen dalam jangka tiga tahun memimpin Jeneponto lalu tidak ada perubahan maka kami berdua sepakat untuk mengundurkan diri sebagai Bupati Jeneponto,”katanya.

Setelah memasuki sesi tanya Jawab salah satu perwakilan dari Kelurahan Bontoa Muh Darwis menanyakan seputar pembatasan pupuk bersubsidi jenis Urea yang dilakukan oleh pemerintah yang menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat petani pada umumnya.

Dijelaskan oleh Syamsuddin Karlos SE secara rinci terkait pembatasan pupuk bersubsidi jenis Urea yang dilakukan oleh pemerintah,”Sebenarnya pupuk di Jeneponto saya rasa cukup sebab ada tambahan kuota sebanyak tiga ribu 3.000 ton untuk tiga bulan terakhir, tetapi yang terkendala biasanya dari data kelompok tani sendiri termasuk PPL yang tidak berani menginput data yang tidak valid dari kelompok tani tersebut,”jelasnya.

Syamsuddin Karlos SE menginginkan setelah menjadi Bupati Jeneponto 2024-2029 akan merubah semua apa yang menjadi unek-unek masyarakat pada umumnya,” kami minta doa dan dukungannya semoga apa yang dicita-citakan bisa terwujud kedepannya,”ucapnya.

Mengakhiri kegiatan reses tersebut dilakukan sesi poto bersama sakaligus salaman bersama warga Dusun Tompo Balang Desa Jombe Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan(*red).

Lp : Ahmad Sijaya ( P R M G I )