Admin

Sengketa Lahan PT MDA: Ahli Waris Desak Komisi D DPRD Sulsel Segera Lakukan Site Visit

GerbangTimurNews.com|Makassar, Sulawesi Selatan, 30 Agustus 2026 — Penyelesaian pembayaran lahan tambang emas di area operasional PT Masmindo Dwi Area (MDA) kembali menjadi sorotan. Kali ini, tekanan diarahkan kepada DPRD Sulawesi Selatan agar segera merealisasikan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pada 3 Juni 2026.

Yasir, salah satu ahli waris Abd. Salam Abadi Tanduklangi dan Bajuallo Pasande, mendesak Komisi D DPRD Sulsel tidak berhenti pada kesimpulan rapat dan permintaan dokumen, tetapi segera turun langsung melakukan peninjauan lapangan (site visit) sebagaimana yang telah menjadi bagian dari hasil RDP.

Dalam keterangannya, Yasir, hingga saat ini, 30 Agustus 2026 belum terlihat tindakan konkret untuk merealisasikan agenda tersebut. Kondisi itu dinilai menimbulkan pertanyaan mengenai keseriusan DPRD Sulsel dalam mengawal penyelesaian sengketa lahan yang telah berlangsung panjang.

Sebagai ahli waris, Yasir menegaskan bahwa pihaknya tidak meminta perlakuan khusus, kam hanya meminta proses verifikasi yang telah disepakati dalam forum resmi DPRD benar-benar dilaksanakan.

Lebih jauh, Yasir memperingatkan bahwa apabila penundaan dilakukan secara sengaja untuk menguntungkan pihak tertentu atau merugikan masyarakat, persoalan tersebut berpotensi berkembang menjadi persoalan hukum.

Yasir mempertanyakan alasan belum terlaksananya peninjauan lokasi meskipun agenda tersebut telah disebut dalam kesimpulan RDP.

Menurut ahli waris, site visit bukan sekadar kegiatan seremonial. Peninjauan lapangan diperlukan untuk mencocokkan dokumen yang dimiliki para pihak dengan kondisi faktual di lapangan, termasuk mengenai lokasi, batas, penguasaan dan penggunaan lahan yang menjadi objek sengketa serta kompenisasi yang ada dalam kontrak karya tersebut.

Yasir menilai penundaan yang berlangsung tanpa penjelasan teknis yang terbuka berpotensi menimbulkan kecurigaan publik.

“Jika komitmen turun ke lapangan sudah ditandatangani namun terus ditunda hingga berbulan-bulan, publik berhak curiga. Apakah ada kepentingan tertentu di balik penundaan ini? Jika terbukti ada unsur kesengajaan untuk menguntungkan salah satu pihak atau merugikan masyarakat, ini bisa bergeser dari masalah administrasi menjadi ranah pidana korupsi,” tegas Yasir.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan dan kekhawatiran Yasir sebagai ahli waris dan belum merupakan kesimpulan bahwa telah terjadi penyalahgunaan kewenangan ataupun tindak pidana.

Yasir mengatakan, apabila terdapat unsur kesengajaan dalam memperlambat proses penyelesaian untuk memberikan keuntungan kepada pihak tertentu atau menyebabkan kerugian kepada masyarakat, maka persoalan tersebut patut dimintakan pemeriksaan hukum.

Ia mengaitkannya dengan prinsip good governance dan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pemberantasan korupsi. Namun, perlu ditegaskan bahwa penundaan pelaksanaan site visit dengan sendirinya tidak membuktikan adanya tindak pidana korupsi. Unsur pidana tetap harus dibuktikan melalui proses hukum dan alat bukti yang sah.

Karena itu, tuntutan utama Yasir dan keluarga ahli waris saat ini adalah agar DPRD Sulsel terlebih dahulu melaksanakan keputusan dan komitmen yang telah dihasilkan melalui RDP.

Sebelumnya, DPRD Sulsel melalui surat tertanggal 29 Juni 2026 disebut telah meminta PT Masmindo Dwi Area menyerahkan salinan Kontrak Karya (KK).

Bagi Yasir, permintaan dokumen tersebut merupakan langkah penting. Namun, menurutnya, dokumen saja tidak cukup tanpa pemeriksaan langsung terhadap objek yang dipersoalkan.

“Meminta dokumen KK saja tidak cukup jika anggota dewan tidak melihat langsung kondisi lahan. Tanpa verifikasi lapangan, bagaimana DPRD bisa memastikan bahwa ganti rugi atau penyelesaian yang ditawarkan sesuai dengan realita? Ini adalah celah bagi manipulasi data,” kritik Yasir.

Dalam dokumen kesimpulan RDP yang ditandatangani Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Drs. H. A. Kadir Halid, peninjauan lapangan disebut sebagai langkah penting untuk melakukan verifikasi data. Karena itu, Yasir mempertanyakan mengapa agenda yang telah menjadi bagian dari kesimpulan RDP tersebut belum juga direalisasikan.

Disinilah kredibilitas DPRD Sulsel diuji. Apakah hasil RDP hanya akan berhenti sebagai dokumen rapat? Ataukah benar-benar dilanjutkan menjadi tindakan pengawasan di lapangan?. Bagi Yasir selaku ahli waris, jawabannya seharusnya sederhana, laksanakan terlebih dahulu apa yang telah disepakati dalam forum resmi DPRD Sulsel.

Yasir juga meminta pemerintah pusat dan aparat penegak hukum ikut memantau proses penyelesaian sengketa tersebut. Menurutnya, konflik lahan yang berkaitan dengan kegiatan pertambangan tidak hanya menyangkut kepentingan individual keluarga ahli waris, tetapi juga berkaitan dengan kepastian hukum, tata kelola sumber daya alam, dan kepentingan masyarakat serta pemasukkan negara

“Kami meminta pemerintah pusat, termasuk aparat penegak hukum, untuk memantau proses ini. Jangan biarkan lembaga legislatif menjadi tameng bagi ketidakadilan. Jika ada indikasi kolusi antara oknum pejabat dengan korporasi dalam memperlambat proses keadilan, maka hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” ujar Yasir.

Yasir menyatakan pihak keluarga siap menempuh jalur hukum apabila persoalan tersebut tidak mendapatkan penyelesaian yang dianggap adil.

Sengketa lahan yang berkaitan dengan PT Masmindo Dwi Area sebelumnya telah memunculkan berbagai pertanyaan mengenai dokumen kepemilikan, alas hak, pembayaran kompensasi, serta pihak-pihak yang menerima pembayaran.

Dalam dokumen kronologis yang dihimpun pihak keluarga, disebut adanya SKT tahun 1990 dan 1992, termasuk dokumen yang menurut pihak keluarga tercantum dalam addendum Kontrak Karya PT MDA.

Dokumen tersebut juga mencatat adanya pengumuman bidang tanah yang akan dibebaskan pada 1 April 2022 dengan 1.140 nama yang disebut akan menerima ganti rugi dari PT MDA.

Selain itu, terdapat pula persoalan mengenai penerbitan SPPT dan dokumen lain pada 2021–2023 yang oleh pihak keluarga dipersoalkan karena objeknya diklaim berada di atas tanah yang memiliki riwayat dokumen sebelumnya.

Bagi Yasir dan keluarga ahli waris, rangkaian persoalan tersebut membuat agenda peninjauan lapangan menjadi semakin penting.

Peninjauan Lapangan dapat menjadi momentum untuk menguji apakah dokumen, peta, batas bidang, penguasaan fisik dan kondisi aktual di lapangan benar-benar memiliki kesesuaian.

Kini bola berada di tangan DPRD Sulsel. Hasil RDP telah ada. Permintaan dokumen Kontrak Karya telah dilakukan. Komitmen peninjauan lapangan disebut telah dituangkan dalam hasil rapat. Maka pertanyaan sederhananya

KAPAN DPRD SULSEL TURUN KE LOKASI?

Yasir menegaskan pihak ahli waris tidak meminta waktu bertahun-tahun. Mereka meminta DPRD melaksanakan agenda yang telah disepakati dalam RDP.

“Kami tidak meminta waktu bertahun-tahun. Kami hanya meminta DPRD turun ke lapangan sesuai janji RDP. Jika setelah ini masih ada alasan untuk menunda, kami akan menganggap ini sebagai bentuk pengabaian tugas yang sistematis. Jangan sampai hasil RDP hanya dijadikan pembungkus kacang ,” pungkas Yasir.

Publik kini menunggu apakah DPRD Sulsel akan segera membuktikan komitmennya dengan melakukan peninjauan lapangan atau justru membiarkan persoalan tersebut terus berlarut

Berdasarkan keterangan yang diterima awak media, pihak ahli waris masih mempertanyakan belum terlaksananya peninjauan lapangan sebagaimana hasil RDP.Jawaban atas hasil RDP tersebut sangatlah penting untuk memastikan bahwa fungsi pengawasan DPRD berjalan secara efektif dan tidak berhenti pada forum RDP.

Sebagai ahli waris Abd. Salam Abadi Tanduklangi dan Bajuallo Pasande, Yasir telah menyampaikan desakan secara terbuka.

Kini publik menunggu tindakan DPRD Sulsel. Apabila site visit memang telah disepakati sebagai bagian dari mekanisme verifikasi, maka pelaksanaannya menjadi langkah yang wajar, objektif, dan diperlukan.Sebab dalam kasus ini, dokumen itu penting, tetapi fakta lapangan tidak kalah penting.

Dan ketika sebuah lembaga legislatif telah menyatakan akan turun melakukan verifikasi, masyarakat berhak mengetahui apakah janji tersebut benar-benar dilaksanakan dan trasparan.

Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab seluas-luasnya kepada seluruh pihak yang disebut atau berkepentingan dalam pemberitaan ini, sesuai prinsip kemerdekaan pers dan kewajiban profesional jurnalistik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (*/Sorot Sulsel)

Tragedi Berdarah Pasar Terong Pria di Makassar Tewas Ditikam Teman Sendiri Usai Makan Bersama

Makassar, GerbangTimurNews.com —Insiden berdarah menggegerkan warga di sekitar Pasar Terong, Kecamatan Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (30/8/2026) malam. Seorang pria berinisial AL (28) ditemukan tewas tergeletak dengan luka tikaman di depan sebuah ruko yang berlokasi dekat Jalan Bawakaraeng.

Lurah Tompo Balang, Muh Darmawansyah, mengonfirmasi bahwa korban merupakan penghuni indekos di lantai dua ruko tersebut selama kurang lebih dua bulan terakhir. Meski demikian, korban diketahui belum pernah melaporkan keberadaannya kepada pihak RT, RW, maupun kelurahan setempat.

Korban tewas seketika di teras ruko dan disambut isak tangis histeris keluarga yang tiba di lokasi kejadian.

Terduga pelaku penikaman berinisial D, yang tidak lain adalah teman dekat korban, telah berhasil diamankan oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bontoala.

Menurut keterangan Darmawansyah, hubungan antara korban dan pelaku selama ini dikenal cukup akrab dan mereka bahkan sempat makan bakso bersama sebelum peristiwa penikaman terjadi.

Hingga saat ini, motif dan kronologi pasti bertikaian yang berujung maut tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Tim personel Polsek Bontoala, unit INAFIS Polrestabes Makassar, serta Dokpol Biddokkes Polda Sulsel telah diturunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan proses evakuasi korban.(*)

(asj/hs)

Semarak Pesta Rakyat HUT ke-81 RI di Jalan Sapuli Makassar, Ajang Pererat Silaturahmi Warga

Makassar, GerbangTimurNews.com — Pesta rakyat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jalan Sapuli RW 05, Kelurahan Mampu, Kecamatan Wajo, Kota Makassar berlangsung meriah pada Minggu (23/8/2026) malam.

Jalan Sapuli yang disulap menjadi lokasi pesta rakyat tampak semarak dengan berbagai dekorasi. Kekompakan warga terlihat dari antusiasme mereka yang hadir mengenakan beragam kostum kreatif yang didominasi warna merah. Malam puncak ini tidak hanya menjadi panggung kreativitas, tetapi juga wahana mempererat rasa persaudaraan dan kebersamaan antarwarga.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kelurahan Mampu, Ketua LPM Kelurahan Mampu, Babinsa, jajaran Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta warga RW 05. Tim media Sorot Sulsel juga hadir meliput jalannya perayaan.

Ketua RW 05, Yusrifal, menyampaikan apresiasinya kepada dua anggota dewan yang menyempatkan hadir memberi dukungan, seluruh tamu undangan, serta kerja keras panitia dan elemen masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dengan perayaan HUT RI ke-81 ini. Kami salut kepada anak-anak muda kita yang ternyata mampu melaksanakan kegiatan bermanfaat untuk bersilaturahmi warga. Harapan saya, tahun depan perayaannya bisa lebih ramai lagi,” ujar Yusrifal.

(dok.istimewa)

Sementara itu, Ketua Panitia, Mustika, menegaskan bahwa kesuksesan rangkaian acara–termasuk berbagai lomba antarwarga–berhasil diwujudkan berkat dukungan sponsor dan bantuan swadaya masyarakat sekitar.

“Acara hari ini terlaksana bukan saja atas nama panitia, melainkan seluruh warga yang ikut berpartisipasi. Mengenai penilaian lomba, kami memastikan hasilnya murni tanpa kecurangan dan tanpa campur tangan pihak luar panitia, sehingga yang menjadi juara memang sangat layak,” terang Mustika.

Apresiasi senada datang dari salah satu tokoh masyarakat setempat, Bang Rasyid. Ia mengaku bangga menyaksikan kreativitas dan semangat gotong royong para pemuda di Jalan Sapuli.

“Saya sangat bangga dan terharu, generasi muda di Jalan Sapuli mampu membuat kegiatan ini berjalan sukses dan penuh kreativitas,” ungkapnya.

Malam puncak kemerdekaan di Jalan Sapuli ini pun ditutup dengan suasana penuh kegembiraan, meninggalkan kesan mendalam akan pentingnya menjaga semangat persatuan, gotong royong, dan tali silaturahmi warga.(Hs)

Ban Belakang Pecah, Truk Bermuatan Bahan Timbunan Terguling

GNT | Jeneponto – Sebuah mobil truk Colt Diesel , HD 125 PS , No Polisi DD 8414 CG , Bermuatan Bahan Timbunan Terguling di depan penjual lemmang di Kel. Pallengu Kec. Bangkala Kab. Jeneponto kamis 20 Agustus 2026 sekitar pukul 06:30 wita, Truk ini di duga mengalami pecah ban belakang sebelah kanan hingga oleng dan terguling, muatan bahan timbunan yang di angkut pun berserakan di depan penjual lemmang sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas.

Berdasarkan keterangan saksi mata bahwa pengemudi mobil truk bermuatan timbunan itu , dari arah takalar menuju ke lokasi PLTU Jeneponto , saat melintas di lokasi kejadian tiba tiba ban belakang sebelah kanan pecah sehingga kehilangan kendali akhirnya terguling, jelasnya.

Kecelakaan tersebut , Anggota Koramil Bangkala bersama Anggota Kapolsek Bangkala menerima laporan dari masyarakat , seketika langsung mendatangi tempat kejadian ( TKP ) untuk melakukan pengamanan arus lalu lintas.

Truk bersama muatannya telah di evakuasi dari badan jalan sehingga arus lalu lintas kembali normal , kendaraan ini mengalami kerusakan berat , namun tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut, pungkasnya.

Lp: Haji Syekh Husain

Upacara 17 Agustus Di Kecamatan Bangkala Berjalan Sukses

GTN | Jeneponto – Upacara peringatan hari ulang tahun ( HUT ) ke 81 Republik Indonesia di Kecamatan Bangkala berjalan sukses , lancar dan khidmat , kegiatan ini berlangsung di lapangan sepak bola Allu, Kelurahan Benteng , Kecamatan Bangkala , Kabupaten Jeneponto senin 17 Agustus 2026 pagi.

Upacara pengibaran bendera pusaka merah putih di pimpin langsung oleh inspektur upacara UUd Panca S.Sos, MM, Kegiatan ini di hadiri oleh berbagai elemen masyarakat , mulai dari aparat pemerintah kecamatan , pelajar , hingga warga setempat yang antusias menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Sementara peserta upacara di ikuti oleh TNI , POLRI , ASN , perangkat Desa dan Kelurahan , Toko masyarakat , Organisasi kepemudaan hingga siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Pada rangkaian acara berisi pembacaan naskah proklamasi , mengheningkan cipta, serta paduan suara.

Selain Upacara pengibaran bendera di area lapangan sepak bola Allu dan sekitarnya di meriahkan dengan berbagai perlombaan Rakyat, gerak jalan , untuk menyemarakkan HUT kemerdekaan Republik Indonesia..

Sekali lagi , Selamat dirgahayu Republik Indonesia , semoga pembangunan di Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto berkembang maju dan bahagia serta selalu masyarakatnya , aman , nyaman dan sejahtera , pungkasnya.

( Lp Haji Syekh Husain )

Dibiarkan” Pedagang Kaki Lima ( PKL) di Trotoar Dan Bahu Jalan

GTN | Soppeng – Keberadaan pasar Batu Batu Kec Marioriawa Kab Soppeng , telah lama menjadi pusat perekonomian yang mempertemukan pedagang dan pembeli . Berkaca pada waktu sudah puluhan tahun lalu , Keberadaan pasar Batu Batu identik dengan kesan kumuh dan kotor.

Pedagang Kaki Lima ( PKL ) yang berjualan di bahu jalan atau di trotoar depan pasar tidak hanya merusak estetika dan tata kota , tetapi juga melanggar hak pungsi pasilitas umum , serta memicu kemacetan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan kaki.

” Kalau boleh jujur , ini pemerintah setempat pada kemana , kenapa hak pengguna jalan , seenaknya di berikan ke pedagang kaki lima , jika warga pejan kaki melintas di badan jalan dan bersenggol dengan kendaraan bermotor atau mobil yang di salahkan pejan kaki , padahal hak warga pejan kaki dirampas dan di berikan begitu saja oleh pemerintah setempat ucap warga pejan kaki kamis 13 Agustus 2026 pagi.

Selain itu , tak hanya membuat kawasa itu menjadi kumuh dan kotor , arus lalu lintas dari kota Soppeng menuju Sidrap jadi terganggu karna badan jalan semakin sempit , bagamana tidak sempit kios dan lapak (PKL) berdiri sepanjang jalan di atas trotoar atau bahu jalan hingga kios pasar sentral Batu Batu tidak kelihatan , namun tulisan nama pasarnya sudah tidak ada , entah dimakan tikus pasar , ucap warga yang tidak mau di sebut namanya.

Oleh karena itu , Kami warga Kecamatan Marioriawa , berharap kepada pemerintah Kab Soppeng bersama anggota DPRD Kab Soppeng agar kiranya segera di bongkar sebelum bertambah korban kecelakaan, harapnya.

( LP Haji Syekh Husain )

IPTU Abdillah Makmur S.H., M.H., Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum UMI dan Capai Predikat Cumlaude IPK 3,99 

Makassar, GerbangTimurNews.com IPTU Abdillah Makmur, S.H., M.H. resmi menyelesaikan pendidikan Doktor Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor, Selasa (11/8/2026).

Dalam sidang yang berlangsung di Ruang Ujian Aula PJJ Lantai 1 Gedung PPe-UMI, Jalan Urip Sumoharjo No. 225, Makassar, Abdillah Makmur mempertahankan disertasi berjudul:

“Hakikat Penerapan Metode Scientific Crime Investigation dalam Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Pembunuhan pada Wilayah Hukum Polda Sulawesi Selatan.”

Hasil sidang menetapkan Iptu Abdillah Makmur dinyatakan lulus dengan predikat Cum Laude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99.

Capaian tersebut menjadi puncak perjalanan akademik Abdillah Makmur dalam menyelesaikan pendidikan doktoral sekaligus memperkuat kajian akademik yang memiliki keterkaitan erat dengan bidang penegakan hukum dan proses penyidikan tindak pidana.

Dalam disertasinya, Abdillah Makmur mengkaji Scientific Crime Investigation (SCI) dalam konteks pengungkapan tindak pidana pembunuhan di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan.

Pendekatan tersebut menempatkan fakta, barang bukti, hasil pemeriksaan dan metode ilmiah sebagai bagian penting dalam membangun konstruksi suatu perkara.

Kajian ini menjadi relevan karena pengungkapan tindak pidana pembunuhan membutuhkan proses investigasi yang tidak hanya mengandalkan keterangan para pihak, tetapi juga mampu mengidentifikasi serta menghubungkan berbagai bukti secara objektif dan sistematis.

Melalui penelitian tersebut, Abdillah Makmur berupaya melihat bagaimana penerapan metode investigasi ilmiah dapat dioptimalkan untuk mendukung proses penyidikan dan pembuktian perkara pidana.

Dalam sidang promosi doktor, Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.H. tercantum sebagai Ketua Sidang sekaligus Promotor.

Sementara Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H. sebagai Promotor, serta Prof. Dr. Hj. Mulyati Pawennei, S.H., M.H. dan Dr. Hardianto Djanggih, S.H., M.H. sebagai Ko-Promotor.

Tim penguji terdiri atas Prof. Dr. H. M. Kamal Hidjaz, S.H., M.H.; Prof. Dr. Hasbuddin Khalid, S.H., M.H.; dan Dr. H. Nasrullah Arsyad, S.H., M.H.

Sedangkan Dr. H. Irman Jaya Thaher, S.H., M.H. tercantum sebagai Penguji Eksternal dan Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara, HW., S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. sebagai Penguji Lintas Disiplin Ilmu.

Tema disertasi yang diangkat Abdillah Makmur juga memiliki keterkaitan dengan pengalaman penanganan perkara pembunuhan.

Salah satu perkara yang pernah ditanganinya adalah kasus pembunuhan Feni Ere pada 2025, yang bermula dari penemuan kerangka perempuan di kawasan jalan poros Palopo-Toraja.

Dalam pengungkapan perkara tersebut, proses penyidikan dilakukan dengan pendekatan induktif dan deduktif kepolisian hingga berhasil mengungkap perkara dan menangkap pelaku.

Pengalaman tersebut menjadi konteks empiris yang relevan dengan kajian doktoralnya, khususnya dalam melihat bagaimana fakta, barang bukti dan metode investigasi dapat digunakan secara sistematis untuk mengungkap suatu perkara pembunuhan.

Usai dinyatakan lulus, Iptu Abdillah Makmur menyampaikan bahwa pencapaian doktoral tersebut bukan semata-mata tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu hukum dan penegakan hukum.

Ia berharap hasil penelitian mengenai Scientific Crime Investigation dapat memberikan manfaat bagi pengembangan proses penyidikan, khususnya dalam pengungkapan tindak pidana pembunuhan.

Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut proses penyidikan dilakukan secara semakin profesional, objektif dan berbasis fakta ilmiah.

Karena itu, penguatan metode investigasi ilmiah dinilai penting untuk membantu aparat penegak hukum menghasilkan proses penyidikan yang lebih akurat, sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Keberhasilan meraih gelar doktor dengan IPK 3,99 dan predikat Cumlaude menjadi capaian tersendiri bagi Iptu Abdillah Makmur.

Prestasi tersebut sekaligus melengkapi perjalanan akademiknya dengan penelitian yang berangkat dari persoalan nyata dalam proses penegakan hukum, khususnya pengungkapan perkara pembunuhan.

Dengan selesainya pendidikan doktoral tersebut, Abdillah Makmur diharapkan dapat terus mengembangkan pemikiran akademik dan pengalaman profesionalnya untuk berkontribusi terhadap penguatan ilmu hukum serta praktik penegakan hukum di Sulawesi Selatan.

Dari ruang penyidikan ke ruang akademik, Iptu Abdillah Makmur kini menyandang gelar doktor dengan predikat Cumlaude dan IPK 3,99, membawa pengalaman empiris penanganan perkara ke dalam sebuah kajian ilmiah tentang masa depan investigasi berbasis ilmu pengetahuan. (Hs)

Ringankan Beban Masyarakat Terdampak Longsor, Polsek Melak Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Kubar, GerbangTimurNews.com Kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana kembali diwujudkan oleh jajaran Polres Kutai Barat. Melalui Polsek Melak, bantuan berupa pakaian disalurkan kepada warga terdampak tanah longsor di Kampung Muara Bunyut RT.001, Kec.Melak, Kab.Kubar, Senin (10/08/26).

Penyaluran bantuan dipimpin langsung Kapolsek Melak Iptu Rinto C. Simanjuntak, S.H., didampingi tiga personel Polsek Melak. Bantuan diberikan secara langsung kepada warga terdampak dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari pascabencana.

Sebanyak 18 warga menerima bantuan pakaian dengan rincian delapan orang dewasa masing-masing mendapatkan dua stel pakaian, sembilan anak-anak masing-masing menerima tiga stel pakaian seragam sekolah, serta satu balita mendapatkan dua stel pakaian.

Kapolsek Melak Iptu Rinto C. Simanjuntak mengatakan, kehadiran personel di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Polri untuk membantu warga yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Kami ingin memastikan warga yang terdampak bencana mendapatkan perhatian dan dukungan. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pakaian dan perlengkapan sekolah anak-anak,” ujarnya.

Selain menyerahkan bantuan, personel Polsek Melak juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersilaturahmi dan berdialog bersama warga. Dalam komunikasi tersebut, personel mendengarkan secara langsung kondisi serta kebutuhan masyarakat setelah terjadinya tanah longsor.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polri untuk memastikan situasi pascabencana tetap aman dan kondusif, serta memberikan dukungan moril kepada masyarakat yang terdampak.

Warga Kampung Muara Bunyut menyambut baik bantuan yang diberikan. Mereka menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolres Kutai Barat beserta jajaran Polsek Melak atas perhatian dan kepedulian yang telah diberikan.

Polres Kutai Barat berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat maupun pascabencana, sebagai wujud nyata Polri yang responsif, humanis dan peduli terhadap kondisi masyarakat.

(asj/hpk)

Kenalkan Tugas Polisi Sejak Dini, Ditlantas Polda Kaltim Sambut Kunjungan Siswa SD Patra Dharma 3 Balikpapan

Balikpapan, GerbangTimurNews.com — Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur melalui Subdit Kamsel kembali menggelar kegiatan Polisi Sahabat Anak (POLSANAK). Kali ini, siswa dan siswi kelas 1 SD Patra Dharma 3 Balikpapan diajak mengenal lebih dekat tugas kepolisian melalui kunjungan ke Mako Ditlantas Polda Kaltim, Markoni, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, Selasa (11/08/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Kaltim Kompol Ropi, S.H., bersama sejumlah personel Subdit Kamsel Ditlantas Polda Kaltim.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam memperkenalkan profesi dan tugas-tugas Polri kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui program POLSANAK, para siswa mendapatkan pengalaman secara langsung mengenai peran polisi dalam memberikan perlindungan, pelayanan serta menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.

Dok.Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur melalui Subdit Kamsel kembali menggelar kegiatan Polisi Sahabat Anak (POLSANAK). Kali ini, siswa dan siswi kelas 1 SD Patra Dharma 3 Balikpapan.

Dengan dikemas secara edukatif dan menyenangkan, personel Ditlantas Polda Kaltim mengajak para siswa berinteraksi serta mengenal berbagai hal terkait keselamatan berlalu lintas. Anak-anak diberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, mengenali rambu-rambu serta selalu berhati-hati ketika berada di jalan.

Selain edukasi lalu lintas, personel juga memperkenalkan lingkungan kerja kepolisian kepada para siswa. Hal tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus membangun pandangan positif anak-anak terhadap sosok anggota Polri.

Kegiatan POLSANAK juga menjadi sarana untuk mendekatkan Polri dengan generasi penerus bangsa. Dengan pendekatan yang ramah dan humanis, polisi diharapkan dapat hadir sebagai sosok yang bersahabat, melindungi dan memberikan rasa aman kepada anak-anak.

(dok.istimewa)

Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan POLSANAK merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Melalui kegiatan Polisi Sahabat Anak, kami ingin mengenalkan sosok anggota Polri kepada anak-anak dengan cara yang edukatif, humanis dan menyenangkan. Harapannya, sejak usia dini mereka sudah memiliki pemahaman bahwa polisi adalah sahabat yang hadir untuk melindungi, melayani dan memberikan rasa aman,” ujar Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi.

Menurutnya, edukasi keselamatan berlalu lintas juga penting diberikan sejak dini agar kepatuhan terhadap aturan di jalan dapat tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kesadaran berlalu lintas perlu dibangun sejak dini. Anak-anak harus memahami bahwa keselamatan merupakan hal utama ketika berada di jalan, baik sebagai pejalan kaki, penumpang maupun nantinya sebagai pengguna kendaraan,” jelasnya.

Kombes Pol Tedy menambahkan, pendekatan kepada anak-anak melalui kegiatan edukatif seperti POLSANAK diharapkan dapat membangun komunikasi positif antara Polri dengan dunia pendidikan sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan dan kepedulian terhadap keselamatan.

“Polri akan terus mendorong kegiatan-kegiatan yang dapat mendekatkan anggota dengan masyarakat. Kami berharap pengalaman positif yang diperoleh anak-anak dalam kegiatan ini dapat menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang disiplin, peduli keselamatan dan memiliki hubungan yang baik dengan kepolisian,” pungkasnya.

Melalui program POLSANAK, Ditlantas Polda Kaltim berkomitmen untuk terus memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas sekaligus memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat sejak usia dini.

(asj/hpk)

Kapolri Bersama Menko Polkam dan Pimpinan Lembaga Negara Perkuat Kebersamaan di Mabes TNI AL

Jakarta, GerbangTimurNews.com Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menghadiri makan siang bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, di Denma Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan berlangsung bersama sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga, antara lain Jaksa Agung RI, Panglima TNI, Kepala BIN RI, Wakil Panglima TNI, KASAD, KASAL, dan KASAU. Kapolri didampingi Kabaintelkam Polri dan Kabareskrim Polri.

Kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan para pimpinan institusi negara sekaligus memperkuat hubungan kerja yang selama ini terbangun dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing. Interaksi antarpimpinan menjadi penting untuk menjaga keterhubungan dan keselarasan dalam merespons berbagai kepentingan strategis nasional.

(dok.istimewa)

Dalam menghadapi perkembangan situasi yang semakin dinamis, keterpaduan antarunsur negara dibutuhkan agar pelaksanaan tugas di bidang politik, pertahanan, keamanan, penegakan hukum, dan intelijen dapat saling mendukung. Hubungan kelembagaan yang kuat juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pemerintahan serta menciptakan kondisi yang mendukung pembangunan nasional.

Bagi Polri, kebersamaan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kerja sama yang semakin efektif dengan seluruh pemangku kepentingan. Setiap institusi memiliki fungsi dan kewenangan masing-masing, namun memiliki tujuan yang sama dalam menjaga kepentingan bangsa serta memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat.

Pertemuan ini sekaligus menegaskan pentingnya semangat kolektif dalam menghadapi setiap tantangan bangsa. Dengan komunikasi yang terpelihara dan kerja sama yang semakin erat, seluruh unsur negara diharapkan mampu memberikan pengabdian terbaik serta menghadirkan manfaat yang nyata, sehingga kehadiran negara semakin dipercaya dan dicintai masyarakat.

(asj/gtn)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.