Waspada Cream Malam Skincare NRL Ternyata Belum BPOM!

Makassar, GTNEWS.Com – cream malam skincare NRL juga ikut direview salah satu Dokter kecantikan ternama di Indonesia yang juga dikenal sebagai host TV, Ekles beberapa waktu lalu, Rabu (09/10/2024).

Dalam video review yang diunggah di akun TikTok pribadinya Dokter Ekles menyebutkan jika cream malam skincare NRL belum BPOM.

“Kenapa saya memberanikan diri karena fisik kita kan udah sama ingin menyehatkan kulit seluruh masyarakat Indonesia. Nah banyak banget yang dari dulu kala tanya di sosial media tentang brand ini, jadi saya tertantang juga untuk mereview sekaligus menstitch video Dokter Oky nih,” ujarnya saat hendak mereview krim malam skincare NRL.

Saat ingin mereview cream malam tersebut Dokter Ekles terlebih dahulu menggunakan handscoon atau sarung tangan medis karena takut kulit tangannya rusak.

“Biasanya sih di cream malam kalau Dokter Oky pakai tangan kosong saya harus pakai handscoon supaya kalau ada sesuatu di kulit tetap sehat ya, ini cream malam okey memang mungkin agak belepotan sedikit, bisa jadi mungkin karena pengirimannya atau ya memang,” ucapnya sambil memperlihatkan produk cream malam skincare NRL.

Saat mereview cream NRL Dokter Ekles menyebutkan jika produk cream yang lengket-lengket biasanya ada sesuatu yang terkandung didalamnya.

“Nah ini kalau lihat dari konsistensinya memang agak kenyal lengket-lengket gitu, tidak menuduh atau menjudge biasanya kalau lengket-lengket gini ada sesuatu pun didalamnya,” sebutnya sambil memegang isi cream malam NRL.

Dokter Ekles juga menyebutkan jika produk cream malam NRL harus dibuktikan dengan pemeriksaan lab.

“Memang harus dibuktikan pemeriksaan lab, itu sebabnya tipsnya bagi teman-teman yang menanyakan soal brand ini atau pun brand lainnya pertama harus memiliki BPOM apa lagi kalau kita udah dengar cream-cream tersebut mengandung bahan berbahaya,” kata Dokter Ekles.

Ia memberikan tips jika skincare yang aman harus sudah BPOM. Dan ternyata setelah di cek cream malam NRL belum BPOM.

“Nah contoh ini ada BPOM atau enggak nih, oh ini ada barcode biasanya BPOM coba saya lihat. Oh ini bukan BPOM, ya ini bukan BPOM ini lambang pabriknya ternyata, belum ada BPOM ya,” jelasnya.

Dokter Ekles menjelaskan jika suatu produk skincare harus memiliki BPOM karena itu adalah sertifikasi wajib di Indonesia.

“Perhatikan tips pertama memilih skincare harus ada BPOM karena itu badan sertifikasi wajib di Indonesia, kedua ada yang bertanya soal etiket biru itu sah-sah aja bisa dipakai untuk kulit kita tapi ingat karena etiket biru itu kategori obat, harus dengan konsultasi ke dokter kedua harus dengan resep dokter,” terang Dokter Ekles.

“Jadi konsultasi ke dokter, dokter kasih resep terus diracik lah oleh instalasi farmasi apotek baru dikasih ke pasien, semoga bermanfaat salam sehat untuk seluruh masyarakat Indonesia termasuk kulit anda,” tutupnya.

(mhs/hk)

Dit Reserse Narkoba Polda Sulsel Bongkar Penyalahgunaan Sabu di Kosan di Makassar, Libatkan Oknum Wartawan

Makassar, GTNEWS.Com – Anggota subdit 2 Ditresnarkoba Polda Sulsel, membongkar penyalahgunaan narkotika jenis sabu di salah kos, di Jl Bonto Duri 1 Nomor 22, Kelurahan Pa’baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Dalam pengungkapan itu, dua orang berhasil diamankan aparat kepolisian. Keduanya adalah perempuan Andi Ernawati (37) warga Jl Babussalam, Makassar dan Ramli (30) warga Jl Deppasawi Dalam, Makassar.

Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Sulsel, AKBP Fajri Mustafa dikonfirmasi mengatakan, kedua pelaku diamankan usai konsumsi narkotika jenis sabu. Mereka diamankan di kamar kos milik pelaku perempuan Andi Ernawati.

“Keduanya diamankan pada, Selasa 8 Oktober sekitar pukul 20.00 Wita. Selain pelaku, turut pula diamankan barang bukti berupa satu alat isap atau bong, satu batang kaca pireks, korek gas, kotak handphone, timbangan, dua Hp dan badik, ” kata Fajri, Jumat (11/10/2024).

Fajri menjelaskan, pelaku Ramli mengaku mulai pertama kali konsumsi sabu sejak Juni 2024. Dalam satu bulannya, pelaku mengaku mengkonsumsi sabu sebanyak satu sampai tiga kali.

“Setiap kali konsumsi, seharga Rp 150 ribu. Pelaku Ramli juga mengaku sebagai wartawan salah satu media online di Makassar, “jelas mantan Kapolsek Wajo ini.

Disebutkan Fajri, sedang pelaku Andi Ernawati pertama kali mengkonsumsi narkotika jenis sabu sejak 2023 dan dalam satu bulannya mengkonsumsi sabu sebanyak tiga sampai empat kali.

“Setiap konsumsi sabu, pelaku Andi Ernawati mengaku membelinya seharga Rp 350 ribu. Keduanya pun dijerat Pasal 127 ayat (1) huruf “a” Undang-undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun, “sebut mantan Wakapolres Gowa ini.

Adanya pengungkapan kasus penyalahgunaan sabu di kos-kosan, AKBP Fajri menyampaikan bahwa peredaraan narkoba yang saat ini dilakukan pelaku bandar maupun pengedar menyasar tempat khusus, yang sangat menguntungkan bagi mereka. Seperti rumah-rumah kos.

Dikatakan AKBP Fajri, ini tentunya menjadi market bagi para pelaku tersebut, karena mungkin merasa lebih aman, polanya masif dari kamar ke kamar. Temuan yang didapat ini, harus menjadi edukasi kepada masyarakat.

“Untuk itu, kami meminta kepada para pemilik rumah-rumah kos untuk bertanggung jawab melakukan pengecekan terhadap mereka (para penyewa) dari kamar kos tersebut, ” ucap AKBP Fajri.

Olehnya itu, seluruh pemilik rumah kos-kosan harus waspada dan tidak lalai. Sehingga memberikan peluang kepada para pelaku narkoba untuk melakukannya aktivitas terlarang tersebut.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan modus operandi yang banyak diungkap, yaitu melalui media sosial seperti Instagram. Dimana antara pelaku pengguna dan penjual sudah sama-sama mengetahui.

Kemudian, pembeli diminta untuk mentransfer dana ke penjual. Setelah dana masuk, kemudian penjual menshare lokasi. Ini juga sangat berbahaya, karena sudah masuk di perumahan-perumahan.

“Ada beberapa kasus kami ungkap terbukti mereka memilih perumahan-perumahan. Pelaku pun tidak memilih merek. Baik itu perumahan elit maupun perumahan biasa, yang terpenting mereka (pelaku) menganggap aman. Apalagi kalau ada rumah kosong, pelaku menyimpannya di bawah pot dan di bawah pagar, “beber Fajri.

“Ini semua adalah modus-modus operandi pelaku. Untuk melawan praktek-praktek ini, kami minta bantuan masyarakat untuk senantiasa melihat gerak-gerik orang yang mencurigakan. Kalau ditemukan seperti itu, segera laporkan ke kita (polisi), “kuncinya.

Bamsoet Dukung Prabowo Subianto Naikkan Gaji dan Tunjangan Hakim

Jakarta, GTNEWS.Com – Anggota DPR RI, Bambang Soesatyo mendukung rencana presiden terpilih Prabowo Subianto untuk menaikkan gaji hakim. Terlebih, sudah 12 tahun gaji dan tunjangan hakim tidak mengalami kenaikan.

Akibatnya, para hakim merasa gaji dan tunjangan yang diterima saat ini sudah tidak sesuai lagi dengan beban kerja dan tanggungjawab yang dipikul.

“Sebagai ‘wakil Tuhan’ di dunia, kesejahteraan para hakim haruslah terjamin. Sehingga, dalam memberikan keputusan di pengadilan benar-benar bisa mencerminkan rasa keadilan. Jangan sampai dalam menegakkan keadilan, para hakim masih terganggu dengan masalah kesejahteraan yang belum tercukupi,” ujar Bamsoet di Jakarta, dalam keterangannya, Kamis (10/10/2024).

Ketua MPR RI ke-16 dan Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, gaji dan tunjangan para hakim saat ini masih mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2012 yang ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 29 Oktober 2012. PP Nomor 94 Tahun 2012 mengatur tentang hak keuangan dan fasilitas hakim yang berada di bawah Mahkamah Agung.

Adapun rinciannya di antaranya, gaji pokok, tunjangan jabatan, rumah negara, fasilitas transportasi, jaminan kesehatan, jaminan keamanan, biaya perjalanan dinas, kedudukan protokol, penghasilan pensiun, dan tunjangan lain.

“Dari hasil kajian Solidaritas Hakim Indonesia, ternyata masih terdapat perbedaan mencolok antara pendapat take home pay hakim agung dengan hakim pengadilan tingkat pertama di Indonesia. Semisal, hakim agung dalam sebulan dapat menerima penghasilan hingga ratusan juta, karena adanya Tunjangan Penanganan Perkara. Sementara, hakim pengadilan tingkat pertama dalam sebulan hanya mendapatkan penghasilan sekitar Rp 12 juta, tanpa ada tambahan tunjangan dari perkara yang ditangani,” kata Bamsoet.

Bamsoet mengatakan dibanding dengan negara lain, gaji hakim di Indonesia juga relatif lebih rendah. Semisal, hakim tingkat pertama di Filipina (Municipal Trial Court, Municipal Circuit Trial Court, dan Sharia Circuit Court) mendapat gaji Rp 49.047.602 per bulan; Hakim Pengadilan Tinggi di Malaya, Sabah, dan Sarawak mendapat gaji sebesar Rp 87.448.917; Hakim Pengadilan Tinggi di India mendapatkan gaji bulanan sebesar Rp 47.413.483; serta gaji hakim Pengadilan Tingkat Pertama di Victoria Australia mencapai Rp 4,48 miliar per tahun. Di luar tunjangan dan fasilitas yang diberikan masing-masing negara.

“Saat ini jumlah hakim di Indonesia mencapai 7.742 orang. Kita mendukung presiden terpilih Prabowo setelah dilantik nanti untuk merevisi PP Nomor 94 Tahun 2012, sehingga para hakim bisa mendapatkan kenaikan gaji dan tunjangan. Sehingga para hakim bisa semakin menjaga marwah, harkat dan martabat lembaga peradilan. Termasuk, bisa lebih fokus memberikan kepastian hukum kepada para pencari keadilan,” pungkas Bamsoet.

(mhs/hk)

Antusias Emak-Emak Dukung Putri Dakka dan Haidir Basir Semakin Menguat di Pilwalkot Palopo

Palopo, GTNEWS.Com – Dukungan untuk pasangan calon Wali Kota Palopo, Putri Dakka dan Haidir Basir, terus meningkat, terutama dari kalangan ibu rumah tangga.

Emak-emak menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung Putri Dakka, yang dianggap memahami dengan baik kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat.

Dengan kedekatannya pada isu-isu kesejahteraan ibu rumah tangga, Putri Dakka diyakini mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.

Antusiasme ini mencerminkan harapan besar para emak-emak untuk peningkatan kualitas hidup mereka.

Dok. Dukungan untuk pasangan calon Wali Kota Palopo, Putri Dakka dan Haidir Basir, terus meningkat, terutama dari kalangan ibu rumah tangga.

“Kami yakin Putri Dakka, sebagai perwakilan perempuan, lebih memahami persoalan kami sebagai ibu rumah tangga,” ujar Hasrida, salah satu warga.

Ia menyebut Putri Dakka adalah panutan yang tulus memperjuangkan kepentingan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

“Kami melihat langsung bagaimana Putri Dakka berjuang dan membantu masyarakat kecil. Karena itu, kami sangat antusias untuk memberikan dukungan penuh kepada beliau,” ungkap Hasrida.

Dengan dukungan yang terus menguat, Putri Dakka dan Haidir Basir berkomitmen untuk mewujudkan visi dan misi yang berpihak kepada masyarakat.(mhs)

 

I Maddi Daeng Rimakka, Ri Jeneponto

Iyaminne, angkana-kanai bicaranna I Maddi Daeng Rimakka. Apa uruna apa pakarammulana, kere pokokna kere akak malanrakna, kere bunganna kere parekang rappona, na uru niak geak-geak ri Binamu; beserek ri Balandangang.
Panggaukangna minne Karaeng Bodo-bodoa manggaukanga ri Binamu. Pappakontuna I Ballaco Bontotangnga. Sitaba kana I Pada ri Arungkeke, I Ranggong ri Tanatoa, I Cangkiok ri Mannyumbeng, I Rambu Daeng Rimoncong, I Manja Daeng Mannyarang. Angngalle alloi tedongna Karaeng Bontotangnga. Nasamballe tangnga bangngi. Nalontangang danniari. Nanakanre subu-subu.

Pappasaki pole, singarak bangkenna moncong. Nataklannge-rangmi Karaengta Bontotangnga. Nattaoliangmi Maregek Karaeng Bonto. Naik-manaungmi. Susami pakmaikna. Suluk antamakmi. Bussangmi nawa-nawanna. Nasuro kiyokmi Toddok Appaka ri Layu, Lentu, dan Batujala. Suro mappassilayya. Tumalengkongna bicara.

Inilah Kisah yang menuturkan riwayat I Maddi Daeng Rimakka. Apa awalnya apa permulaannya, mana tangkal mana akar meranggasnya, mana kembang mana bakal buahnya, maka bermulalah ricuh di Binamu dan laga di Balandangang.

Adalah perbuatan Karaeng Bodo-Bodoa, pemegang kendali di Kerajaan Binamu. Berdasarkan petunjuk I Ballaco Bontotangnga. Bekerja sama dengan I Pada ri Arungkeke, I Ranggong ri Tanatoa, I Cangkiok ri Mannyumbeng, I Rambu Daeng Rimoncong, I Manja Daeng Mannyarang. Pada siang hari mencuri kerbau milik Karaeng Bontotangnga. Disembelih tengah malam. Dimasak dinihari. Dan disantap subuh-subuh.

Setelah habis bersantap, fajar muncul di kaki bukit. Terdengarlah oleh Karaengta Bontotangnga. Terdengarlah pula oleh Maregek Karaeng Bonto. Naik turunlah [di tangganya]. Galaulah hatinya. Keluar masuk ( di pintunya ). Risaulah pikirannya. Beliau bertitah agar segera dipanggilkan Toddok Appaka: Toddok Layu, Toddok Lentu, Toddok Batujala. Duta penasihat. Para juru bicara.

Sungguh. Manuskrip berbahasa Makassar di atas bukanlah bikin-bikinan saya. Itu saya transliterasi dari naskah sinrilik I Maddi Daeng Rimakka. Naskahnya ada dalam Makassaarsche Chrestomathie oorspronkelijke Makassaarsche Geschriften. Buku itu susunan Dr. Benjamin Frederik Matthes, terbitan tahun 1860, hlm. 357.

Transkripsi dan terjemahan lontarak pada poin 1 saya nukil dari manuskrip lontarak berisikan sinrilik I Maddi Daeng Rimakka. Naskah sinrilik itu termasuk dalam ratusan lontarak yang dikumpulkan oleh Benjamin Frederik Matthes pada kunjungan kerja periode pertamanya, 1848–1858, di Makassar.

Ratusan lontarak itu dikumpulkan, ditelaah, dan dikaji oleh Matthes, kemudian diterbitkan dalam beberapa jilid buku, di antaranya Makassaarsche Chrestomathie oorspronkelijke Makassaarsche Geschriften. Buku itu diterbitkan di Amsterdam pada 1860 oleh C. A. Spin & Soon.

Hanya saja, saya tidak menayangkan secara utuh transkripsi dan terjemahan itu di dalam artikel ini. Cukuplah petikan naskah lontarak berupa sinrilik I Maddi Daeng Rimakka sebagai pemantik haru dan bangga kita kepada leluhur Turatea, sebab mereka memiliki kebiasaan berliterasi melalui lisan dan tulisan. Dengan cara itu, kisah I Maddi Daeng Rimakka tetap bisa tiba di hadapan kita pada hari ini.

Sungguh. Saya juga tidak akan membanding-bandingkan karakter penduduk Jepang yang mengagungkan tradisi leluhur mereka sembari tetap menyerap alir modernisasi. Kepedulian penduduk Jepang atas aksara dan bahasa mereka, contoh saja, sangat patut kita acungi jempol.

Berbanding jauh dengan kepedulian kita terhadap bahasa dan aksara kita sendiri. Orang Jepang bangga berbahasa Jepang, kita malu berbahasa Makassar, apalagi dialek Turatea. Orang Jepang bangga pada aksaranya, kita pelan-pelan lupa cara membaca aksara lontarak.

Namun, sekali lagi, bukan hal itu yang hendak saya daras.

Benarkah I Maddi Daeng Rimakka, yang namanya agung dalam kisahan, yang kisah hidupnya diabadikan dalam sinrilik–sastra lisan Makassar, yang jalan takdirnya kerap dijadikan tamsil bagaimana mempertahankan harga diri, adalah sosok yang benar-benar ada?

Jangan-jangan I Maddi Daeng Rimakka, tokoh muda dari Kerajaan Binamu sekarang masuk dalam wilayah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan–yang disegani Kerajaan Gowa dan Kerajaan Bone, disegani pula oleh kolonial Belanda, hanyalah tokoh fiksi yang dikarang-karang untuk menggelorakan semangat orang-orang Turatea

(DaengRola)

 

Ibu Rumah Tangga di Kendari Lahirkan 3 Bayi Kembar, Begini Kondisinya

Kendari, GTNEWS.Com – Pasangan Suami Istri bernama Adriyan (36) dan Nabila (25) merasa bahagia dan haru menyambut kelahiran 3 anak kembar sekaligus.

Nabila (25) warga Kelurahan lalolara Kecamatan kambu Kota Kendari ini melewati proses kelahiran dengan lancar di Rumah Sakit Kota Kendari (RSKK) melalui persalinan operasi caesar eracs pada Selasa (1/10/2024) pagi

“Kami senang dan sedih karena alhamdulillah 2 anak selamat walaupun 1 anak kami meninggal dunia. Ketiga anak kami bernama Al Aqsa, Al Kahfi dan Al Rizki , Al Rizki inilah yang meninggal” kata adriyan saat ditemui di Kota Makassar, Selasa (8/10/2024).

Adriyan menceritakan, proses persalinan istrinya sendiri berlangsung pada Hari Selasa 01 Oktober 2024 sekitar pukul 07.00 WIB. Diakuinya persalinan tersebut hanya berselang sekitar setengah jam dan berjalan lancar. Awalnya ia tak menyangka bakal dikaruniai tiga bayi kembar.

(Foto/Istimewa) Kedua Orang Tua Bayi.

“Kami hanya berencana, tapi Tuhan berkehendak lain. Jadi kami tetap besyukur atas karunia Allah SWT,” tambah adriyan.

Ditempat yang sama menyampaikan terima kasih kepada tim dokter dari RS Hermina Kendari yang telah berhasil menangani proses persalinan si buah hatinya melalui operasi caesar eracs.

Saat ini kedua bayi berjenis kelamin laki-laki itu masih dalam ruang perawatan khusus dan terus diobservasi oleh tim medis RS Hermina Kendari.

“Untuk berat bayi masing-masing adalah 2,1 kg, 1,9 kg dan yang terakhir dengan BB 700 gram,” terang dokter Kandungan RS Hermina Kendari, Dr. Nur Indah Purnamasari SpOG.Tutupnya*

Putri Dakka – Haidir Basir Berikan 10 Program untuk Masyarakat Kota Palopo

PALOPO, GTNEWS.Com – Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo nomor urut 1 Putri Dakka – Haidir Basir memiliki 10 program unggulan.

Program unggulan itu terdiri dari Pendidikan & Seragam Sekolah Gratis, Umroh & Wisata Keagamaan Gratis, Tunjangan Kesehatan Gratis, Realisasi 1.000 Pengusaha Baru, Hibah UMKM Sampai 100 Juta.

Kemudian Ambulance dan Bus Gratis, Dana Santunan Sosial 1 Juta/KK, Internet Gratis, Insentif Honorer, RT/RW serta Rumah Layak Huni dan Bedah Rumah.

Putri Dakka mengatakan, 10 Program yang ditawarkan ke masyarakat sudah dalam pengkajian oleh tim ahli di bidangnya.

Menurutnya, program tersebut untuk menyasar atau memfokuskan penggunaan APBD kota Palopo yang diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin penggunaan APBD kota Palopo ke depan lebih fokus dan betul – betul menyasar kebutuhan masyarakat, yang tentunya akan berbanding lurus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.” ungkap Putri

“10 Program Putri Hadir ini, kami menyebutnya dengan 10 agenda kebaikan yang akan menjadi prioritas kami, yang akan di rasakan manfaatnya oleh masyarakat.” tambahnya.

Kata pengusaha ternama di kota Palopo itu, masyarakat saat ini mengalami banyak problem termasuk pelaku UMKM yang terkendala soal modal.

“Selama ini kita banyak dengar keluhan masyarakat terkait peningkatan ekonomi khususnya pelaku UMKM. Nah kita menghadirkan program di mana dana hibah hingga 100 juta kita akan di gelontorkan untuk pelaku UMKM di kota Palopo.” tegasnya.

Selain itu, perhatian terhadap RT/RW selaku ujung tombak pemerintah di masyarakat akan dilakukan secara maksimal dengan memberikan insentif yang layak.

“Insha Allah 10 program ini betul – betul menjadi kebutuhan masyarakat kota Palopo. Dan jika kami terpilih kami pastikan semua terlaksana dengan baik.” tandasnya.

Terpisah, Juru Bicara PD – HB yaitu Didit Prananda menyampaikan, program-program itu merupakan solusi dari permasalahan yang dijaring melalui dialog dengan warga.

“Dialog dengan warga sampai ke tingkat RT/RW. Laki-laki dan perempuan. Anak muda, para sesepuh, dan berbagai segmen profesi. Tentu juga atas arahan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan diskusi bersama dengan parpol-parpol pengusung,” ujar Didit.

Didit menjelaskan, 10 program itu menyasar berbagai sendi kehidupan. Mulai peningkatan ekonomi warga, derajat kesehatan warga, kualitas SDM, hingga pengembangan kapasitas anak muda.

“APBD kota Palopo harus tepat sasaran. Kasihan masyarakat kalau tidak menikmati uangnya sendiri melalui APBD.” tegasnya.

“Makanya kami pastikan 10 Program yang dihadirkan Putri – Haidir betul – betul dikaji mendalam serta manfaatnya di rasakan masyarakat.” tandas dia. (*)

Alumni SIP 52 RAD Polda Sulsel, Gelar Anniversary 1 Tahun

Makassar, GTNEWS.Com – Kegiatan reuni alumni Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 52 resimen Rahesa Aditya Diandra (RAD) Polda Sulawesi Selatan tahun anggaran 2023, berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebahagiaan di Cafe Dupli Kota Makassar, Sabtu (05/10/24).

Kebahagian terpancar dari wajah alumni SIP 52 Polda Sulsel yang melangsungkan acara 1 tahun anniversary Polda Sulsel di Cafe Dupli, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam suasana keakraban, kebersamaan dan kekompakan, yang dibalut dengan suasana kesederhanaan dan kekeluargaan, masing masing berbagi pengalaman di tempat tugas serta mengenang perjalanan di masa-masa pendidikan, reuni berjalan dengan hikmat dan lancar, ucapan terima kasih pun disampaikan kepada pihak panitia pelaksana kegiatan yang dikomandoi oleh IPDA SUKRIYADI K, S.H.

Dok. Polisi (SIP) Angkatan 52 Resimen Rahesa Aditya Diandra (RAD) Polda Sulawesi Selatan.

Ditempat yang sama Ketua Angkatan 52 SIP Aditya Diandra (RAD) IPDA SUBHAN S.H, mengatakan bahwa alhamdulillah malam ini kita adakan acara kegiatan Anniversary satu tahun sebagai anggota perwira, dimana untuk flashback dan mengenang kembali pada saat kami melakukan pendidikan.

Di akhir acara para anggota Angkatan 52 SIP Aditya Diandra (RAD) IPDA bersama Bhayangkari serta para tamu berkesempatan untuk melakukan sesi foto bersama untuk mengabadikan kenangan manis dalam acara tersebut.(mhs)

Anniversary 1 Tahun SIP Angkatan 52 RAD Polda Sulsel Gelar Bakti Sosial

Makassar, GTNEWS.Com – Dalam rangka memperingati 1 th Anniversary, Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke 52 Rahesa Aditya Diandra (RAD) Polda Sulsel adakan acara bakti sosial.

Acara bakti sosial tersebut di Panti Asuhan Nahdiat jalan Anoang Kota Makassar Provinsi Sulsel, Sabtu (05/10/24).

Ketua Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke 52 Rahesa Aditya Diandra (RAD) Polda Sulsel IPDA SUKRIYADI K, S.H, mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk sosial angkatan kami kepada anak yatim piatu dan kami juga tidak lupa bersyukur kepada ALLAH SWT dimana genap 1 tahun kami dilantik dan mengabdikan diri kami kepada bangsa dan negara di tanah Sulsel. Dengan menyandang pangkat Inspektur, di berbagai daerah di Indonesia dari Sabang sampai Merauke kita dikumpulkan dalam sebuah Lembaga pendidikan dan dibentuk menjadi satu karakter kepemimpinan yakni seorang perwira yang di didik selama 7 Bulan.

Suatu kebanggan bagi kami karena dapat mencapai jenjang keperwiraan dengan semboyan perwira sejati, perwira yang mampu mengambil keputusan dan tanggung jawab terhadap bawahan dalam pelaksanaan tugas walaupun itu tingkat pertama atau low manajemen,terang Sukriyadi.

Dimana, lanjut kata Sukriyadi, pada tingkatan ini bertanggungjawab pada level unit Polres maupun tingkat Polsek dengan tipe Prarural yang dipimpin oleh Perwira tingkat pertama yakni Iptu dan Ipda. 1 tahun berdinas sebagai perwira polisi, banyak tugas dan tanggungjawab yang tidak mudah, menjadi perwira polisi harus punya strategi dan cerdas serta pembinaan terhadap bawahannya.

“Semoga kedepan kita lebih solid lagi dengan tetap melakukan komunikasi dan silaturahmi sehingga Angkatan kita dapat menjadi role model terhadap angkatan perwira lainnya yang terus jalin silaturahmi kapan saja dan dimana saja kita bertugas,” tandasnya.

Terima kasih kepada rekan-rekan se angkatan dan panitia lainnya semoga kegiatan ini walaupun sederhana bernilai di sisi ALLAH SWT, pungkas Sukriyadi.

(mhs)

Kasus Sengketa Tanah Sempat Ricuh Di Dusun Salekoa Desa Pallantikang

GTN | Jeneponto – Pihak pengadilan Negeri Jeneponto saat lakukan pengecekan batas lokasi sengketa tanah di Dusun Salekoa Desa Pallantikang Kec Bangkala Kab Jeneponto Jumat 4 Oktober 2024 siang , antara penggugat Jamaluddin dan tergugat Nyambang bersama 16 orang ikut tergugat.

Sementara pihak pengadilan negeri Jeneponto , pertama penggugat , di pertanyakan batas sengketa tanah kepada penggugat Jamaluddin bersama pengacaranya.

Namun belum terjawab semua batas batasnya yang di lontarkan oleh penggugat Jamaluddin sudah mulai ricuh , sehingga pengecekan batas lokasi sengketa tidak selesai.

Pantauan media gerbangtimur saat terjadi kericuhan di lokasi sengketa , bermula ada teriakan sambil lemparan batu sasaran ke punggung penggugat Jamaluddin bersama pengacara atas nama Fidrus terluka di bagian perut sebelah kiri ucap Jamaluddin.

Selain itu , pihak tergugat mengamuk sehingga pihak pengadilan negeri Jeneponto dan semua orang yang ada di lokasi sengketa tanah pada kabur tinggalkan lokasi tersebut.

Atas kejadian tersebut yang hadir satu orang anggota Kapolsek Bangkala, tapi mampu mengamankan kericuhan di lokasi hingga tuntas dan aman.

Hal ini tidak sempat mendapat keterangan dari pihak pengadilan negeri Jeneponto akibat sempat ricuh hingga berita ini di terbitkan.

Lp : Haji syekh Husain

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.