IPTU Abdillah Makmur S.H., M.H., Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum UMI dan Capai Predikat Cumlaude IPK 3,99 

Makassar, GerbangTimurNews.com IPTU Abdillah Makmur, S.H., M.H. resmi menyelesaikan pendidikan Doktor Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor, Selasa (11/8/2026).

Dalam sidang yang berlangsung di Ruang Ujian Aula PJJ Lantai 1 Gedung PPe-UMI, Jalan Urip Sumoharjo No. 225, Makassar, Abdillah Makmur mempertahankan disertasi berjudul:

“Hakikat Penerapan Metode Scientific Crime Investigation dalam Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Pembunuhan pada Wilayah Hukum Polda Sulawesi Selatan.”

Hasil sidang menetapkan Iptu Abdillah Makmur dinyatakan lulus dengan predikat Cum Laude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99.

Capaian tersebut menjadi puncak perjalanan akademik Abdillah Makmur dalam menyelesaikan pendidikan doktoral sekaligus memperkuat kajian akademik yang memiliki keterkaitan erat dengan bidang penegakan hukum dan proses penyidikan tindak pidana.

Dalam disertasinya, Abdillah Makmur mengkaji Scientific Crime Investigation (SCI) dalam konteks pengungkapan tindak pidana pembunuhan di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan.

Pendekatan tersebut menempatkan fakta, barang bukti, hasil pemeriksaan dan metode ilmiah sebagai bagian penting dalam membangun konstruksi suatu perkara.

Kajian ini menjadi relevan karena pengungkapan tindak pidana pembunuhan membutuhkan proses investigasi yang tidak hanya mengandalkan keterangan para pihak, tetapi juga mampu mengidentifikasi serta menghubungkan berbagai bukti secara objektif dan sistematis.

Melalui penelitian tersebut, Abdillah Makmur berupaya melihat bagaimana penerapan metode investigasi ilmiah dapat dioptimalkan untuk mendukung proses penyidikan dan pembuktian perkara pidana.

Dalam sidang promosi doktor, Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.H. tercantum sebagai Ketua Sidang sekaligus Promotor.

Sementara Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H. sebagai Promotor, serta Prof. Dr. Hj. Mulyati Pawennei, S.H., M.H. dan Dr. Hardianto Djanggih, S.H., M.H. sebagai Ko-Promotor.

Tim penguji terdiri atas Prof. Dr. H. M. Kamal Hidjaz, S.H., M.H.; Prof. Dr. Hasbuddin Khalid, S.H., M.H.; dan Dr. H. Nasrullah Arsyad, S.H., M.H.

Sedangkan Dr. H. Irman Jaya Thaher, S.H., M.H. tercantum sebagai Penguji Eksternal dan Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara, HW., S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. sebagai Penguji Lintas Disiplin Ilmu.

Tema disertasi yang diangkat Abdillah Makmur juga memiliki keterkaitan dengan pengalaman penanganan perkara pembunuhan.

Salah satu perkara yang pernah ditanganinya adalah kasus pembunuhan Feni Ere pada 2025, yang bermula dari penemuan kerangka perempuan di kawasan jalan poros Palopo-Toraja.

Dalam pengungkapan perkara tersebut, proses penyidikan dilakukan dengan pendekatan induktif dan deduktif kepolisian hingga berhasil mengungkap perkara dan menangkap pelaku.

Pengalaman tersebut menjadi konteks empiris yang relevan dengan kajian doktoralnya, khususnya dalam melihat bagaimana fakta, barang bukti dan metode investigasi dapat digunakan secara sistematis untuk mengungkap suatu perkara pembunuhan.

Usai dinyatakan lulus, Iptu Abdillah Makmur menyampaikan bahwa pencapaian doktoral tersebut bukan semata-mata tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu hukum dan penegakan hukum.

Ia berharap hasil penelitian mengenai Scientific Crime Investigation dapat memberikan manfaat bagi pengembangan proses penyidikan, khususnya dalam pengungkapan tindak pidana pembunuhan.

Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut proses penyidikan dilakukan secara semakin profesional, objektif dan berbasis fakta ilmiah.

Karena itu, penguatan metode investigasi ilmiah dinilai penting untuk membantu aparat penegak hukum menghasilkan proses penyidikan yang lebih akurat, sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Keberhasilan meraih gelar doktor dengan IPK 3,99 dan predikat Cumlaude menjadi capaian tersendiri bagi Iptu Abdillah Makmur.

Prestasi tersebut sekaligus melengkapi perjalanan akademiknya dengan penelitian yang berangkat dari persoalan nyata dalam proses penegakan hukum, khususnya pengungkapan perkara pembunuhan.

Dengan selesainya pendidikan doktoral tersebut, Abdillah Makmur diharapkan dapat terus mengembangkan pemikiran akademik dan pengalaman profesionalnya untuk berkontribusi terhadap penguatan ilmu hukum serta praktik penegakan hukum di Sulawesi Selatan.

Dari ruang penyidikan ke ruang akademik, Iptu Abdillah Makmur kini menyandang gelar doktor dengan predikat Cumlaude dan IPK 3,99, membawa pengalaman empiris penanganan perkara ke dalam sebuah kajian ilmiah tentang masa depan investigasi berbasis ilmu pengetahuan. (Hs)

Kapolri Bersama Menko Polkam dan Pimpinan Lembaga Negara Perkuat Kebersamaan di Mabes TNI AL

Jakarta, GerbangTimurNews.com Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menghadiri makan siang bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, di Denma Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan berlangsung bersama sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga, antara lain Jaksa Agung RI, Panglima TNI, Kepala BIN RI, Wakil Panglima TNI, KASAD, KASAL, dan KASAU. Kapolri didampingi Kabaintelkam Polri dan Kabareskrim Polri.

Kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan para pimpinan institusi negara sekaligus memperkuat hubungan kerja yang selama ini terbangun dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing. Interaksi antarpimpinan menjadi penting untuk menjaga keterhubungan dan keselarasan dalam merespons berbagai kepentingan strategis nasional.

(dok.istimewa)

Dalam menghadapi perkembangan situasi yang semakin dinamis, keterpaduan antarunsur negara dibutuhkan agar pelaksanaan tugas di bidang politik, pertahanan, keamanan, penegakan hukum, dan intelijen dapat saling mendukung. Hubungan kelembagaan yang kuat juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pemerintahan serta menciptakan kondisi yang mendukung pembangunan nasional.

Bagi Polri, kebersamaan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kerja sama yang semakin efektif dengan seluruh pemangku kepentingan. Setiap institusi memiliki fungsi dan kewenangan masing-masing, namun memiliki tujuan yang sama dalam menjaga kepentingan bangsa serta memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat.

Pertemuan ini sekaligus menegaskan pentingnya semangat kolektif dalam menghadapi setiap tantangan bangsa. Dengan komunikasi yang terpelihara dan kerja sama yang semakin erat, seluruh unsur negara diharapkan mampu memberikan pengabdian terbaik serta menghadirkan manfaat yang nyata, sehingga kehadiran negara semakin dipercaya dan dicintai masyarakat.

(asj/gtn)

Kapolda Sulsel Pimpin Sertijab Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran Serta Lantik Karolog dan Kapolresta Gowa

𝐌𝐀𝐊𝐀𝐒𝐒𝐀𝐑 | 𝐆 𝐓 𝐍Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., memimpin langsung Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) para Pejabat Utama dan Kapolres jajaran Polda Sulsel, serta pelantikan Karolog dan Kapolresta Gowa Polda Sulsel. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel, Kamis (30/07/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sulsel didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel Ny. Upi Djuhandhani. Turut hadir Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum., para Pejabat Utama Polda Sulsel, serta seluruh Kapolres jajaran Polda Sulsel.

Kapolda Sulsel menyampaikan bahwa mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang lumrah dan menjadi bagian dari dinamika organisasi. Selain sebagai bentuk pembinaan karier, rotasi jabatan juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja serta memberikan penyegaran dalam pelaksanaan tugas guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolda juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama menjabat, khususnya dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah Sulawesi Selatan tetap aman dan kondusif. Kepada pejabat baru, Kapolda berharap agar segera menyesuaikan diri serta mampu melanjutkan dan meningkatkan kinerja satuan. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Adapun pejabat utama yang melaksanakan serah terima jabatan di antaranya jabatan Karoops Polda Sulsel dari Brigjen Pol. Bambang Widjanarko, S.I.K., M.Si., kepada Kombes Pol. Djoko Purnomo, S.I.K., M.H. Jabatan Dirintelkam Polda Sulsel dari Kombes Pol. Hajat Mabrur Bujangga, S.H., kepada Kombes Pol. Dulfi Muis, S.H., S.I.K., M.H., M.Han. Selanjutnya jabatan Dirpolairud dari Kombes Pol. Dr. Pitoyo Agung Yuwono, S.I.K., M.Hum., kepada Kombes Pol. Donny Charles Go, S.I.K., serta jabatan Dirsamapta dari Kombes Pol. Brury Soekotjo P., S.I.K., kepada Kombes Pol. Heri Sasangka, S.I.K.

Selain itu, jabatan Karumkit Bhayangkara Tk. II Makassar Biddokkes Polda Sulsel dari Kombes Pol. dr. Bambang Triambodo, Sp.B., diserahterimakan kepada Kombes Pol. dr. Agustini, Sp.PK., M.Kes.

Dok. Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., memimpin langsung Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) para Pejabat Utama dan Kapolres jajaran Polda Sulsel.

Pada jajaran Kapolres, sejumlah pejabat juga melaksanakan serah terima jabatan, yakni Kapolres Bone dari AKBP Sugeng Setio Budhi, S.I.K., M.Tr.Opsla., kepada AKBP Astoto Budi Rahmantyo, S.H., S.I.K., M.H. Kapolres Takalar dari AKBP Supriadi Rahman, S.I.K., M.M., kepada AKBP Ginanjar Fitriadi, S.H., S.I.K. Kapolres Luwu dari AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K., kepada AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si.

Selanjutnya Kapolres Wajo dari AKBP Muhammad Rosid Ridho, S.I.K., kepada AKBP Douglas Mahendrajaya, S.H., S.I.K., M.I.K., M.Tr.Opsla. Kapolres Maros dari AKBP Douglas Mahendrajaya kepada AKBP Devi Sujana, S.H., S.I.K., M.H. Kapolres Bantaeng dari AKBP Nur Prasetyantoro Wira U., S.I.K., M.H., kepada AKBP Andi Mayasari Patongai, S.I.K., M.M.

Kemudian Kapolres Sidrap dari AKBP Dr. Fantry Taherong, S.H., S.I.K., M.H., kepada AKBP Indra Waspada Yuda, S.I.K., M.H. Kapolres Parepare dari AKBP Indra Waspada Yuda kepada AKBP Phunky Mahendra Borniawan, S.I.K., M.H., M.I.K. Kapolres Bulukumba dari AKBP Restu Wijayanto, S.I.K., kepada AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono, S.I.K., S.H., M.Si.

Kapolres Palopo dari AKBP Dedi Surya Dharma, S.H., S.I.K., M.M., kepada AKBP Arvin Hariyadi, S.I.K. Kapolres Toraja Utara dari AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono kepada AKBP Yoseph Adi Rakhmat Sudrajat, S.H., S.I.K., M.I.K. Kapolres Pangkep dari AKBP Muhammad Husni Ramli, S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla., kepada AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K.

Selanjutnya Kapolres Soppeng dari AKBP Aditya Pradana kepada AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., serta Kapolres Enrekang dari AKBP Hari Budiyanto kepada AKBP Ketut Yoga Saputra, S.I.K. Sementara itu, jabatan Kapolresta Gowa dari AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., diserahterimakan kepada Kombes Pol. Dr. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., CIPA.

Selain pelaksanaan sertijab, turut dilaksanakan pelantikan jabatan Karolog Polda Sulsel kepada Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si., serta pelantikan Kapolresta Gowa Polda Sulsel kepada Kombes Pol. Dr. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., CIPA.

Upacara serah terima jabatan berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh rasa kebersamaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sebagai bentuk silaturahmi serta mempererat soliditas dan sinergitas antara pejabat lama dan pejabat baru di lingkungan Polda Sulawesi Selatan.

(mhs/hpg)

Geger! Warga Tidung Temukan Perempuan Muda Asal Toraja Utara Tak Bernyawa di Kamar Kos

MAKASSAR — Warga di Jalan Tidung Mariolo Lorong 1, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar digegerkan dengan penemuan seorang wanita muda dalam kondisi tak bernyawa di dalam kamar kosnya, Rabu (13/5/2026).

Korban diketahui berinisial KSR (24), seorang wanita asal Kabupaten Toraja Utara. Saat ditemukan, tubuh korban sudah dalam kondisi memprihatinkan. Badannya sudah membengkak dan mengeluarkan aroma tak sedap. Kuat dugaan korban telah meninggal dunia sejak beberapa hari lalu.

Penemuan jasad korban pertama kali menghebohkan warga sekitar setelah muncul aroma menyengat dari arah kamar kos tersebut. Mereka yang curiga kemudian melakukan pengecekan sebelum akhirnya menemukan korban dalam kondisi mengenaskan.

Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Muh Ali Djras, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia mengatakan korban ditemukan warga sekitar pukul 10.00 Wita.

“Ditemukan tadi pagi, sekitar jam 10,” ujarnya saat dikonfirmasi BKM pada Rabu Malam.

‎Menurutnya, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. “Untuk saat ini masih lidik, kami masih mendalami apa penyebab kematiannya,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa korban diketahui berstatus sebagai mahasiswi yang sambil bekerja di Kota Makassar. “Statusnya mahasiswi dan sambil bekerja,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setelah salat Dzuhur jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk dilakukan autopsi.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kematian korban.(*)

(asj/hk)

Sinergi Lintas Sektor, Bidhumas Polda Kaltim Jadi Narasumber Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak

𝐊𝐀𝐋𝐓𝐈𝐌 | 𝐆 𝐓 𝐍 Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Timur menghadiri kegiatan kerja sama lintas sektor pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak (KtPA) yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Telaga Sari, Kec.Balikpapan Kota, Selasa (28/04/26).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) tersebut menghadirkan Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kaltim AKBP Musliadi Mustafa, S.E., bersama Sekretaris PWI Kaltim M. Maulana sebagai narasumber.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut peserta dari unsur Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim serta sejumlah elemen masyarakat yang mengikuti sosialisasi dengan tema “Kerja Sama Lintas Sektor Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak”.

Dalam paparannya, AKBP Musliadi Mustafa menyampaikan bahwa media memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik sekaligus menjadi sarana edukasi masyarakat terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Ia menegaskan pentingnya penyampaian informasi yang berdasarkan fakta serta perlunya verifikasi sebelum suatu berita dipublikasikan, khususnya di media sosial.

“Media harus mampu membedakan informasi yang benar dan tidak benar. Setiap informasi perlu dilakukan crosscheck agar pemberitaan yang disampaikan tetap akurat dan tidak menimbulkan dampak negatif di masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, para narasumber juga menyoroti pentingnya perlindungan identitas korban dalam pemberitaan kasus kekerasan perempuan dan anak, serta perlunya edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan media sosial secara bijak sesuai ketentuan Undang-Undang ITE.

Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto, S.I.K., M.Sc., menerangkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung perlindungan perempuan dan anak melalui pendekatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor.

“Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan sinergi seluruh elemen, baik pemerintah, Polri, media maupun masyarakat. Kami berharap melalui edukasi seperti ini dapat meningkatkan kepedulian bersama serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak,” ujar Kombes Pol Yuliyanto.

(asj/hpk)

Andrian Maulana S.H Ucapkan Selamat dan Apresiasi Kepada Yandi Wahyudi S.H, M.H

𝐌𝐀𝐊𝐀𝐒𝐒𝐀𝐑 | 𝐆 𝐓 𝐍  — Andrian Maulana, S.H., alumni Universitas Indonesia Timur, kembali menyampaikan ucapan selamat dan sukses apresiasi kepada Yandi Wahyudi, S.H., M.H., dosen Universitas Indonesia Timur, atas prestasi membanggakan yang kembali diraihnya. Untuk kedua kalinya, Yandi Wahyudi, S.H., M.H berhasil lolos dalam penerimaan pendanaan Program Penelitian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026. Jum’at (17/04/2026).

Menurut Andrian, capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Yandi Wahyudi, S.H.,M.H tetapi juga membawa nama baik institusi serta memberikan motivasi bagi para akademisi lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi di bidang penelitian.

Ia menambahkan, keberhasilan ini merupakan bukti konsistensi dan dedikasi Yandi Wahyudi, S.H.,M.H dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di lingkungan Universitas Indonesia Timur. “Ini adalah pencapaian luar biasa yang patut diapresiasi. Semoga ke depan semakin banyak karya ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menariknya, Andrian juga menyinggung peran ruang-ruang diskusi informal dalam melahirkan ide-ide besar. Salah satunya adalah Warkop Malomo Jalan Rappoconi Makassar, yang disebutnya sebagai tempat yang kerap menjadi sumber inspirasi bagi para akademisi dan peneliti.

“Di tempat sederhana seperti Warkop Malomo, sering lahir gagasan-gagasan segar melalui diskusi santai namun bermakna. Ini menunjukkan bahwa inspirasi bisa datang dari mana saja,” tambahnya.

Prestasi, yang diraih Yandi Wahyudi, S.H.,M.H diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi generasi muda, khususnya di dunia akademik, untuk terus berkontribusi dalam pengembangan riset dan inovasi di Indonesia.(*)

(hk/tss)

Gelombang OTT Daerah Menguat, Dzoel SB: KPK Jangan Tebang Pilih, Sulsel Menunggu

𝐉𝐀𝐊𝐀𝐑𝐓𝐀 | 𝐆 𝐓 𝐍 Gelombang penindakan kasus korupsi di tingkat pemerintahan daerah kembali mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Kabupaten Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, pada Jumat (13/3/2026).

Dalam operasi tersebut, penyidik KPK mengamankan puluhan orang serta barang bukti berupa uang tunai yang diduga berkaitan dengan praktik suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebutkan bahwa uang yang diamankan masih dalam proses penghitungan oleh tim penyidik.

KPK menduga uang tersebut berkaitan dengan praktik suap proyek pemerintah daerah.

Dalam operasi itu, sebanyak 27 orang turut diamankan yang terdiri dari unsur penyelenggara negara, aparatur sipil negara (ASN), serta pihak swasta. Saat ini seluruh pihak yang diamankan masih berstatus sebagai terperiksa dan menjalani pemeriksaan intensif.

Penangkapan ini menambah daftar kepala daerah yang terseret perkara korupsi dalam waktu relatif singkat setelah pelantikan kepala daerah hasil Pilkada 2024 yang mulai menjabat pada 2025.

Sebelumnya, Muhammad Fikri Thobari juga terjaring operasi tangkap tangan KPK di Kabupaten Rejang Lebong terkait dugaan praktik fee proyek atau ijon proyek di lingkungan pemerintah daerah.

Daftar Kepala Daerah Terseret Korupsi Pasca Pelantikan 2025

1. Syamsul Auliya Rachman – Bupati Kabupaten Cilacap (OTT 13 Maret 2026, dugaan suap proyek daerah).

2. Muhammad Fikri Thobari – Bupati Kabupaten Rejang Lebong (OTT Maret 2026, dugaan fee proyek).

3. Abdul Wahid – Gubernur Provinsi Riau (dugaan pemerasan terhadap pejabat dinas).

4. Fadia Arafiq – Bupati Kabupaten Pekalongan (dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa).

5. Ade Kuswara Kunang – Bupati Kabupaten Bekasi (dugaan suap dan ijon proyek).

6. Sudewo – Bupati Kabupaten Pati (dugaan suap dan jual beli jabatan).

7. Sugiri Sancoko – Bupati Kabupaten Ponorogo (dugaan suap proyek RSUD).

8. Ardito Wijaya – Bupati Kabupaten Lampung Tengah (dugaan gratifikasi proyek pembangunan).

9. Maidi – Wali Kota Kota Madiun (dugaan suap proyek dan dana CSR).

10. Abdul Azis – Bupati Kabupaten Kolaka Timur (dugaan suap proyek RSUD).

Dzoel SB: KPK Kapan Gilirannya Sulsel?

Menanggapi fenomena tersebut, jurnalis dan aktivis lingkungan asal Sinjai, Dzoel SB, menilai rangkaian OTT kepala daerah ini menjadi alarm keras bagi tata kelola pemerintahan daerah di Indonesia.

Menurutnya, praktik suap proyek, pengaturan tender, hingga pembagian fee proyek telah lama menjadi penyakit kronis dalam sistem pembangunan daerah.

(Dok. aduan / laporan.)

“Fenomena OTT kepala daerah yang terus berulang ini seharusnya menjadi alarm bagi semua daerah. Pertanyaannya, kapan giliran Sulawesi Selatan diperiksa secara serius? Banyak laporan masyarakat yang sudah disampaikan, tetapi publik masih menunggu langkah tegas aparat penegak hukum,” ujar Dzoel.

Ia juga menyinggung bahwa di Provinsi Sulawesi Selatan terdapat setidaknya dua laporan dugaan korupsi yang telah masuk ke KPK, yakni laporan dari Laskar Merah Putih Sulawesi Selatan (LMP Sulsel) serta laporan dari Komunitas Anti Korupsi Indonesia (KATIK).

Menurut Dzoel, laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penyimpangan anggaran dan proyek pemerintah yang hingga kini masih dinantikan tindak lanjutnya oleh publik.

Di akhir pernyataannya, Dzoel menyampaikan pesan tegas kepada lembaga penegak hukum.

Ia berharap pemberantasan korupsi tidak berhenti pada perkara-perkara kecil, tetapi juga menyentuh dugaan korupsi besar yang menyangkut dana publik.

“Kami berharap KPK tidak hanya mengawasi hal-hal kecil seperti warung makan seperti di Sinjai, tetapi juga menindak dugaan korupsi besar yang terjadi di daerah,” ujarnya.

Menurutnya, kasus-kasus besar yang menyangkut anggaran publik harus ditangani secara serius agar tidak merusak kepercayaan masyarakat terhadap negara.

“Keadilan tidak boleh berhenti di atas kertas. Ia harus hadir dalam tindakan nyata,” tegas Dzoel.

Ia menutup pernyataannya dengan kalimat yang sarat makna:

“Keadilan tak boleh berhenti di pintu air. Ia harus mengalir sampai menara terakhir.”

(asj/tss)

Humanis, Kasat Narkoba Polres Gowa Buka Puasa Bersama Tahanan di Ruang Tahti

𝐆𝐎𝐖𝐀 | 𝐆 𝐓 𝐍 — Buka Puasa Bersama Tahanan, IPTU Firman S.H., M.H Hadirkan Sentuhan Humanis di Ruang Tahti Polres Gowa

Suasana berbeda terasa di ruang Tahti (Tahanan dan Barang Bukti) Polres Gowa pada bulan suci Ramadhan. Ruangan yang biasanya menjadi tempat para tahanan menjalani masa penahanan, kali ini berubah menjadi ruang kebersamaan saat digelar kegiatan buka puasa bersama.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Firman, Kasat Narkoba Polres Gowa, yang hadir bersama para tahanan titipan dalam suasana sederhana namun penuh makna.

Di hadapan para tahanan, IPTU Firman membuka kegiatan dengan sapaan hangat.

“Assalamu’alaikum, saudara-saudaraku. Hari ini kita berbuka bersama di bulan penuh pengampunan. Semoga momen ini mengingatkan kita bahwa kita semua tetap manusia yang berhak diperlakukan dengan kemanusiaan,” ujarnya.

Sapaan tersebut disambut dengan keheningan yang penuh rasa hormat. Beberapa tahanan terlihat menunduk, sementara yang lain tampak tersentuh oleh suasana kebersamaan yang jarang mereka rasakan di balik jeruji.

Ketika azan Magrib berkumandang, para tahanan bersama petugas mulai berbuka dengan hidangan sederhana, diawali dengan kurma dan air putih. Ucapan “Alhamdulillah” terdengar serempak, menciptakan suasana yang hangat di dalam ruang Tahti.

Dalam kesempatan itu, IPTU Firman juga menyampaikan pesan moral kepada para tahanan agar menjadikan Ramadhan sebagai momentum introspeksi dan perubahan diri.

“Bulan Ramadhan mengajarkan kita tentang pengampunan dan perbaikan diri. Masa lalu tidak harus menentukan masa depan. Jadikan bulan suci ini sebagai titik awal untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Pesan tersebut menyentuh hati sebagian tahanan. Salah seorang tahanan yang tengah berjuang lepas dari jerat narkoba mengaku tersentuh dengan kegiatan tersebut.

“Saya ingin berubah, Pak. Saya ingin kembali ke jalan yang benar,” ucapnya lirih.

Kegiatan buka puasa bersama ini bukan sekadar berbagi makanan, melainkan bentuk pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Selain penegakan hukum, kegiatan ini juga menjadi upaya memberikan motivasi serta harapan bagi para tahanan agar dapat memperbaiki diri.

Menutup kegiatan, IPTU Firman berharap Ramadhan dapat menjadi titik balik bagi para tahanan untuk menata kembali kehidupan mereka.

“Penegakan hukum tidak harus menghilangkan sisi kemanusiaan. Semoga Ramadhan ini menjadi cahaya bagi kita semua untuk berubah menjadi lebih baik,” tutupnya.

Buka puasa bersama di ruang Tahti Polres Gowa menjadi bukti bahwa bahkan di balik tembok penjara, nilai kebersamaan, harapan, dan kemanusiaan tetap dapat tumbuh dan memberi makna.

(mhs/tss)

Kapolres Gowa dan Jajaran Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI Tri Sutrisno

𝐆𝐎𝐖𝐀 | 𝐆 𝐓 𝐍Kepala Kepolisian Resor Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., beserta staf dan seluruh jajaran Polres Gowa menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Tri Sutrisno, Senin (02/3/2026).

Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum selama memimpin bangsa dan negara. Diketahui, almarhum pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia mendampingi Presiden pada periode 1993–1998.

AKBP Muhammad Aldy Sulaiman menyampaikan bahwa sosok Tri Sutrisno dikenal sebagai figur pemimpin yang tegas, sederhana, dan penuh dedikasi dalam menjalankan amanah negara.

Keteladanan serta nilai-nilai pengabdian yang diwariskan menjadi inspirasi bagi generasi penerus, termasuk institusi Kepolisian dalam mengemban tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Polres Gowa, kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Terima kasih atas pengabdian dan keteladanan yang telah diwariskan kepada bangsa dan negara. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Kapolres Gowa.

Doa dan penghormatan terus mengalir sebagai wujud apresiasi atas dedikasi almarhum dalam perjalanan panjang pengabdian kepada Republik Indonesia.

(tss/hpg)

Sat Narkoba Polres Gowa Berhasil Mengamankan 2 Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu

𝐆𝐎𝐖𝐀 | 𝐆 𝐓 𝐍 — Pengungkapan kasus Narkotika oleh Satresnarkoba Polres Gowa di Kecamatan Somba Opu, Sabtu (7/2/2026), kembali membuka fakta pahit peredaran sabu di wilayah ini bukan sekadar kasus insidental, melainkan persoalan struktural yang terus berulang dan belum tersentuh hingga ke akar jaringan.

Dua terduga pelaku, masing-masing berinisial AZ (17) dan AM (24), diamankan di Jalan Ketilang Raya, Bonto-Bontoa. Dari lokasi, polisi menyita dua sachet berisi kristal bening diduga sabu seberat sekitar 1,30 gram, timbangan elektrik, serta sejumlah alat yang mengindikasikan aktivitas narkotika yang telah terorganisir, bukan penggunaan sesaat.

Kasus ini menjadi sorotan serius karena AZ disebut sebagai target operasi lama yang telah lama masuk radar aparat, bahkan pernah diamankan dalam perkara serupa pada tahun 2025. Fakta tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar, mengapa pelaku yang telah berulang kali tersangkut kasus narkotika masih dapat kembali menjalankan aktivitas serupa di lingkungan yang sama.

Lebih jauh, pengungkapan ini mengonfirmasi pergeseran pola peredaran narkotika ke ruang digital. Dari hasil interogasi, terduga pelaku mengaku memperoleh sabu melalui transaksi media sosial Instagram dengan akun bernama “LOGAN HEIGT”. Ini menjadi sinyal keras bahwa perang melawan narkotika tidak lagi cukup dengan patroli konvensional, sementara transaksi daring kian leluasa berlangsung nyaris tanpa hambatan.

Laporan awal kasus ini juga menegaskan peran krusial informasi masyarakat yang lebih dahulu mencium maraknya aktivitas narkotika di kawasan Jalan Dg Tata Lama Tanggul Mallengkeri Raya. Namun, di sisi lain, kondisi tersebut sekaligus mencerminkan adanya ruang kosong pengawasan yang terlalu lama dibiarkan, hingga warga lebih dulu resah sebelum aparat bertindak.

Keterlibatan anak di bawah umur dalam kasus ini mempertebal urgensi evaluasi serius terhadap sistem pencegahan, pengawasan lingkungan, dan efektivitas pembinaan hukum. Tanpa langkah komprehensif, kasus serupa berpotensi terus berulang, hanya berganti nama dan lokasi, sementara jaringan pemasok tetap aman di balik layar. Kini, kedua terduga pelaku telah diamankan di Satresnarkoba Polres Gowa untuk proses hukum dan pengembangan lanjutan.

Saat dikonfirmasi (7/2/26), terkait penangkapan yang dilakukan anggota unit narkoba, Iptu Firman, S.H., M.H., Kasat Resnarkoba Polres Gowa, menegaskan komitmennya dalam pemberantasan narkotika di wilayah Kabupaten Gowa.

“Kami bersama seluruh personel Satresnarkoba Polres Gowa akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkap dan menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba, khususnya di wilayah Kabupaten Gowa. Ini adalah komitmen kami dalam melindungi masyarakat dan generasi muda dari ancaman narkotika,” tegas Iptu Firman.

Publik menunggu lebih dari sekadar penanganan rutin. Pengusutan menyeluruh terhadap jaringan pemasok, termasuk penelusuran akun media sosial yang disebut, menjadi ujian nyata apakah penegakan hukum mampu memutus mata rantai peredaran narkotika atau kembali berhenti pada pelaku paling bawah.

(mhs/tss)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.