Gerakan Pembangunan Tani Muda Indonesia (GTMI) Sejak 2020 Punya Misi Memanfaatkan Lahan Yang Tidak Produktif Menjadi Produktif

Gerakan Pembangunan Tani Muda Indonesia (GTMI) Sejak 2020 Punya Misi Memanfaatkan Lahan Yang Tidak Produktif Menjadi Produktif

Gerakan Pembangunan Tani Muda Indonesia (GTMI) Sejak 2020 Punya Misi Memanfaatkan Lahan Yang Tidak Produktif Menjadi Produktif

Gerbang Timur News JENEPONTO- Memanfaatkan tanaman yang sesuai kondisi tanah dan lingkungan yang ada di daerah masing-masing, terlepas dari itu Gerakan Pembangunan Tani Muda Indonesia (GTMI), ingin pula menggarap di sektor peternakan dan perikanan dengan kolaborasi para pemuda dengan cara-cara moderen, Minggu (07/01/24).

Gerakan Pembangunan Tani Muda Indonesia yang kemudian di singkat(GTMI), punya misi membangkitkan semangat pemuda agar kembali punya minat di sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

Dimana pemuda hari ini kurang memanfaatkan SDM-nya dengan SDA yang ada karena pemuda menganggap dan punya angan-angan bahwa pekerjaan yang keren itu adalah berkantor dengan menggunakan seragam rapih. Terlepas dari itu hingga banyak pemuda malas bertani karena sulitnya mendongkrak harga dan minimnya market yang dapat menampung hasil mereka dengan harga sesuai harapan, belum lagi dikarenakan pemuda saat ini gengsi bila harus bermain lumpur setiap saat.

Baca berita: https://gerbangtimurnews.com/beredar-video-saipul-jamil-saat-di-ringkus-polisi-dijalur-busway/

GTMI punya desain paling tidak memanfaatkan beberapa mitra sesama kelompok tani, peternakan, perikanan dan kelautan serta Kelompo Usaha Bersama(KUBE) .

“Selain daripada itu, saat ini pemuda harus mampu memanfaatkan tekhnologi sehingga ia tidak menghabiskan waktunya di perkebunan dan peternakan, contoh kecil dengan memaafkan tekhnologi dan Sumber daya Manusia(SDM) dengan mengarit rumput ternak selama 2 hari lalu dipermentasi untuk pakan selama 5 hari, sehingga pemuda punya waktu beberapa hari bersantai dan berdiskusi sesama pemuda lainnya,” ucap Salam

Sebagian besar pemuda yang lahir dari petani, peternakan hingga lanjut studi pendidikan dasar hingga ke perguruan tinggi tidak lepas dari hasil itu.

“Namun saat selesai menempuh pendidikan ia pun gengsi kembali ke dunia itu, seharusnya pemuda yang berhasil menyelesaikan pendidikannya ia kembali ke kampung halaman membawa semangat dan misi yang berbeda dalam menangani pertanian, peternakan dan perikanan dengan cara yang berbeda yang kemudian kita kenal petani millenial,”

Baca berita : 

Dengan hadirnya Penjabat Bupati Jeneponto senada dengan keinginan Gerakan Pembangunan Tani Muda Indonesia, begitupun Penjabat Gubernur(Sul-Sel) yang menginginkan Jeneponto itu punya potensi menjadi lahan pertanian yang keren bila mampu menyesuaikan tanaman dan ditopan dengan Sumber Daya Manusia(SDM), Minggu (07/01/24).

Kami di Gerakan Pembangunan Tani Muda Indonesia(GTMI) akhir-akhir ini punya gaya tersendiri dalam mengkritisi pemerintah, bukan dengan hanya turun di lapangan aksi ataupun mengkritik lewat media melainkan kami mengkritik dengan cara melakukan sebuah karya yang tidak dilakukan pemerintah sebagai bukti bahwa sumber daya manusi khususnya di kalangan pemuda di Kabupaten jeneponto ini masih ada, tinggal pemerintah bagaimana dapat mengapresiasi pemuda yang punya keinginan di bidang yang kami lakukan,” tutup Salam.

Lp : Raja

Posting Terkait

Jangan Lewatkan