Wanita Asal Parepare Korban Tertimpa Reruntuhan Rumah di Mamuju

25

GERBANGTIMURNEWS

PAREPARE – Sudah 8 orang yg meninggal akibat gempa di Mamuju, Sulbar. Salah satunya, Hj Nurasia (38). Seorang wanita asal Parepare.

Di grup media sosial Facebook, Aku Cinta Parepare, terpajang foto Hj Nurasia. Ada ucapan duka yang diberikan rekan-rekannya dari alumni 1997 SMP Negeri 1 Parepare.

Wanita cantik berusia 38 tahun itu, adalah salah satu korban gempa magnitudo 6,2 di Mamuju, pada Jumat, 15 Januari 2021. Gempa yang berpusat di Majene itu, menggoyang Mamuju pada dini hari. Sekira pukul 01.00 Wita. Saat warga sedang lelap.

Guncangan yang keras, membuat sejumlah bangunan rubuh. Termasuk rumah Nurasia di Jl KS Tubun, Kota Mamuju, Sulbar. Nurasia yang saat itu tengah lelap, tewas seketika. Reruntuhan rumahnya, menimpa kepala Nurasia.

Rumah korban rata dengan tanah. Kepala Nurasia mengalami pendarahan hebat akibat reruntuhan bangunan.

“Adik saya menjadi salah satu korban gempa bumi di sana, sementara kami menunggu jenazah untuk dikembalikan ke Parepare,” ujar kakak Nurasia, Jamil Rusli, di rumah duka di Jalan Andi Makkasau, Kota Parepare, Sulsel, Jumat (15/1/2021).

Menurut Jamil, adiknya merantau ke Kota Mamuju sejak 2020. Di Bumi Manakarra itu, Nurasia bersama suaminya, membuka usaha konter HP.

Sepupu almarhumah, Haedar mengaku mendapat kabar dari suami korban pada pukul 05.00 Wita. “Suami almarhumah langsung yang menelepon menyampaikan kabar duka tersebut,” tuturnya.

Pihak keluarga berupaya membawa jenazah Nurasia pulang ke Parepare untuk dimakamkan. Karena ambulans di Mamuju digunakan untuk mengevakuasi korban, pihak keluarga mendatangkan ambulans dari Parepare.

“Informasi terakhir, ambulansnya sudah berada di Majene menuju Mamuju,” papar Haedar. (HN)

Tim Gertim News