Wabah covid 19, berdampak perekonomian Sulsel melambat

35

GERBANGTIMURNEWS.COM

Makassar — Investasi Sulsel hanya mencapai 34 persen yg jika dirupiahkan sebesar Rp.4,724 Triliun pada semester I ditahun 2020 ini, dari target yg diperkirakan RPJMD Sulsel sebesar Rp.13,87 Triliun.

Angka ini menurut DR. Jayadi Nas, S.Sos, M.Si disela kesibukannya sebagai Ka. DPM-PTSP Sulsel juga didaulat oleh Gubernur mengisi jabatan sebagai Bupati Luwu Timur, saat dihubungi tim media online Gerbang Timur News melalui via handpone. Lanjut Kadis Jayadi Nas, menyampaikan bahwa angka ini didapatkan dari penjumlahan Penanaman Modal Daerah Nasional (PMDN) sebesar Rp.3,674 Triliun, dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp.1,050 Triliun.

Nilai tersebut mengalami kenaikan 0,9 persen bila dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

Namun bila mengacu target yang direncanakan tentu jauh dari yg diharapkan. Ini diakibatkan kata Jayadi Nas, adanya masalah yang dihadapi yaitu pandemi covid 19 yang lagi melanda Indonesia dan dunia pada umumnya.

Yang membuat pula laju perekonomian termasuk perekonomian Sulsel terjadi perlambatan kinerja investasi tahun ini.

Mudah2an masa pandemi covid 19 akan segera teratasi, dan kehidupan kembali normal sehingga pertumbuhan ekonomi kita dapat tercapai sesuai yang direncanakan. Soalnya lanjut beliau, masa pandemi sangat berpengaruh pada kinerja DPM-PTSP Sulsel, khususnya pengendalian penanaman modal, baik dari aspek pembinaan, pemantauan, dan pengawasan secara langsung kepelaku usaha maupun aspek penganggaran sering terkendala. Saat ini, hanya 3 sektor usaha yang investasinya besar, yakni sektor transportasi sebesar Rp.1.095 Triliun, dengan andil jika dipersentasikan mencapai 29 persen dari realisasi investasi semester I, diikuti sektor kontruksi sebesar Rp.671,8 Miliar atau 17 persen, serta selanjutnya sektor Listrik, gas, dn air sebesar Rp.627,6 Miliar atau 16 persen.

Selanjutnya, juga ada 3 daerah di Sulsel yang memberikan kontribusi realisasi investasi PMDM dan PMA terbesar yaitu Kota Makassar Rp.2,214 Triliun, dengan andil 59 persen, Luwu Timur Rp.527,3 Miliar atau 14 persen, dan Tana Toraja Rp.439,1 Miliar atau andilnya 11 persen, Ungkap Jayadi Nas, mengakhiri.

Tim Gertim