SUDAH RETAK : BELUM JUGA DITEMPATI PASAR RAKYAT ALLU DI JENEPONTO

211
Pembongkaran Sendiri Lapak Pasar Allu

GERBANGTIMURNEWS
Jeneponto – Kini pembangunan pasar rakyat allu sudah lama rampung dan selesai sejak tahun 2019 lalu, namun hingga saat ini belum pula ditempati oleh para pedagang setempati.

Anehnya lagi, sebagian tembok dan lantai bangunan pasar di ketahui terlihat sudah retak dan pecah, begitu pula dibeberapa titik bagian topi depan, bahkan ada juga yang bongkar tempat lapaknya sendiri, hal ini agar segera mendapatkan perhatian dari pemerintah atau yang berwenang di inspektorat kabupaten Jeneponto, harap para pedagang pasar rakyat allu Senin 28/12/2020.

Tampak Tembok Lapak pasar Rakyat Allu. (Foto/Hsh) Dok : istimewa
Tampak Plafon Pasar Allu yang sdh bolong

Selain itu anggota asosiasi pasar rakyat allu, Jamaluddin  bersama pedagang menganggap hal tersebut cukup Aneh sebab tembok dan lantai sebagian sudah ada yang retak dan pecah dan belum juga ditempati, ditambah lagi lapak di dalam pasar ada yang membongkar lapaknya sendiri yang diketahui bernama Dg. Ninti, ungkap salah satu pedagang.

Sementara anggota asosiasi pasar sempat menegur saat pembongkaran lapak berlangsung, Namun pedagang tersebut mengatakan bahwa, “Saya sudah di kasih izin oleh Disperindag Jeneponto, Muh. Jafar M.si, jadi saya berani bongkar sendiri lapakku”, jelas Dg. Ninti saat di tegur oleh anggota Asosiasi pasar beberapa hari lalu.

Lantai Lapak Pasar Allu yang sudah pecah. (Foto-Gertimnews) Dok : instimewa

Di tempat terpisah, pihak LSM BAIM HAM RI mempertanyakan lapak yang dibongkar oleh Dg. Ninti sudah mendapat izin dari Disperindag, Namum Muh. Jafar M.si mengatakan bahwa Saya tidak pernah memerintahkan apalagi memberikan izin kepada pedagang untuk membongkar sendiri lapaknya, Jelasnya Muh. Jafar saat dikomfirmasi diruang kantornya beberapa hari lalu.

Pedagang mengeluhkan bahwa, “Jadi siapa yang bertanggung jawab atas pembokaran tersebut, Hal ini tidak bisa terjadi, demikian juga ungkap pedagang ES, penomena di pasar rakyat allu ini kacau balau, saya sudah beberapa kali di mintaki uang sampah namun tanpa retribusi/kercis untuk sampah yang di kelola oleh petugas pasar rakyat allu, terkadang 2 sampai 3 kali seminggu”, ungkapan pedagang.(Hsh)

Penulis : H. Syekh Husain

Editor : Dhani Naba