Seorang Pria di Gowa Aniaya Ibu Kandungnya

10

GERBANGTIMURNEWS

GOWA – Seorang pria bernama Muh.Yusuf Bin Upa (40) melakukan penganiayaan terhadap ibu kandungnya sendiri yaitu Basse Dg Sirung (58) di Kampung Parang Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.

Pengeniayaan itu terungkap saat korban Basse Dg Sirung (58) melaporkan ke Polsek Parangloe, Kabupaten Gowa.

Kapolsek Parangloe AKP Kasmawati yang didampingi Kanit Reskrim IPDA Muh. Idham dan Kasi Humas AIPTU Mahrun Salam, menjelaskan bahwa berawal dari laporan Perempuan Basse Dg Sirung (58) ke petugas piket Polsek Parangloe tentang penganiayaan dirinya yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri Muh.Yusuf Bin Upa (40).

“Atas dasar laporang tersebut sesuai LP.B /01/I/2021/reskrim, Kapolsek Parangloe langsung memerintahkan anggotanya untuk mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) di Kampung Parang Kel. Lanna, Kecamatan Parangloe, Kab. Gowa,” terangnya saat melaksanakan Press release di Polsek Parangloe, Selasa (19/01/2021) siang.

AKP Kasmawati mengatakan kasus ini terjadi pada Rabu 13 Januari 2021, sekitar pukul 14.30 Wita, di rumah korban di alur C Kampung Parang, Kelurahan lanna, dari hasil keterangan Korban, Basse Dg Sirung kemudian dilakukan penangkapan terhadap pelaku Muh. Yusuf di rumahnya di Pakkatto Kecamatan Bontomarannu Kab.Gowa, setelah dilakukan pencarian beberapa hari.

“Kasus ini penganiayaan ini terus kami proses dengan pasal yang dipersangkakan adalah pasal 351 (1) KUHPidana atau pas 44 (2) KDRT dengan ancaman 10 tahun penjara,” tegasnya.

“Kami sangat prihatin dengan kasus ini dimana anak kandung begitu tega menganiaya orangtuanya,” sambung AKP Kasma.

Hal ini, lanjut Kasma, menurut pengakuan korban sudah sering dianiaya pelaku Muh Yusuf (anak Korban) hanya karena persaoalan minta uang ataupun barang

“Apabila tidak dikasih langsung membuat ulah dan melakukan penganiayaan terhadap Per Basse Dg Sirung (orang tua Pelaku),” tutur Ibu Kapolsek Parangloe.

“Kasus ini dalam penanganan Unit reskrim Polsek Parangloe hingga sampai kejaksaan dan disidangkan dil pengadilan agar pelaku mendapatkan ganjaran sesuai perbuatannnya,” tutup kasma.

Penulis : Muh Faisal