SDN 63 Allu Gelar Rapat Koordinasi Bersama Wali Murid Terkait Pelaksanaan Vaksinasi Usia 6-11 Tahun

47

GERBANGTIMURNEWS.COM-JENEPONTO: Dalam pembukaan rapat koordinasi antara pihak sekolah dengan wali murid terkait Vaksinasi untuk anak sekolah , Rapat ini dibuka langsung oleh kepala sekolah SDN 63 allu Kec. Bangkala Kab. Jeneponto Selasa 8 Pebruari 2022.siang

Rapat koordinasi orang tua siswa di wilayah sekolah SDN 63 Allu

Dalam rapat koordinasi Rahma,Spd. Selaku kepala sekolah SDN 63 Allu menyampaikan bahwa, kepala sekolah Rahma Spd mengatakan bahwa, kepada semua wali murid terimakasih sudah hadir di sekolah ini dan hari ini kita semua wajib memaklumi bahwa kegiatan vaksinasi ini di anjurkan oleh pemerintah dan kami pihak sekolah tidak memaksakan, dalam hal ini pemerintah tidak mungkin melakukan vaksinasi kepada anak kalau memang tidak baik,”ujar Rahma

“Jadi itu vaksin pertama saya selaku kepala sekolah yang pertama divaksin, usai saya divaksin orang lain mengatakan kalau sudah di vaksin tunggu sakit-sakitan, tapi Alhamdulillah saya tambah sehat sudah di vaksin.

Saat ini banyak orang takut di vaksin,kemudian masalah vaksinasi ini di ambil alih bahwa tidak divaksin tidak mendapat lagi bantuan dari pemerintah dan segala macam hal pemeriksaan administrasi tidak di layani lagi, tapi sekarang saya liat masyarakat sudah berbondong-bondong mau melakukan vaksinasi jadi untuk Sekarang giliran anak-anak kita lagi di vaksinasi,”jelasnya

Ditempat terpisah salah satu orang tua siswa yang tidak mau di sebut namanya mengatakan bahwa, awalnya saya merasa takut untuk anak saya di vaksinasi karena kawatir akan dampak vaksinasi tersebut terhadap anak dengan alasan kenapa pihak pemerintah dalam hal ini mengancam dan menakut-nakuti,”kata orang tua siswa

“Tapi sekarang saya mendukung program pemerintah ini, tepi jangan mengancam dan menakut-nakuti masyarakat kalau tidak divaksin tidak bisa terima bantuan di sosial dan segala macam hal pengurusan tidak di layani oleh pihak pemerintah,

Terpaksa kita ikuti sebagai orang tua murid mengatakan setuju, kalau tidak setuju lebih baik saja mati dari pada hidup apalagi yang mau diharapkan oleh pemerintah kalau sudah tidak lagi di layani masyarakatnya,”tutupnya

 

Laporan: Haji Syekh Husain

Editor: Delom