RUMAH ANTARA GRAHA BERDAYA MEMBANGUN RUMAH REHABILITASI PENYANDANG DISABILITAS MENTAL

63

Gerbangtimurnews, Kuningan Jawa Barat – Rabu, 5 Agustus 2020 Gangguan jiwa adalah kondisi dimana proses fisiologis atau mental seseorang kurang berfungsi dengan baik sehingga mengganggu dalam fungsi sehari-hari.

Gangguan ini juga sering disebut gangguan psikiatri atau gangguan mental dan dalam masyarakat umum kadang disebut sebagai gangguan saraf.

Gangguan jiwa yang dimiliki oleh seseorang bisa memiliki bermacam-macam gejala, baik yang tampak jelas maupun yang hanya terdapat dalam pikirannya. Mulai dari perilaku menghindar dari lingkungan, tidak mau berhubungan atau berbicara dengan orang lain dan tidak mau makan hingga yang mengamuk dengan tanpa sebab yang jelas.

Mulai dari diam saja hingga yang berbicara dengan tidak jelas.

Ada pula yang dapat diajak bicara hingga yang tidak perhatian sama sekali dengan lingkungannya. Dampak gangguan jiwa antara lain gangguan dalam aktifitas sehari-hari, gangguan hubungan interpersonal dan gangguan fungsi dan peran sosial.

Ganguan jiwa bukan suatu keadaan yang mudah untuk ditentukan penyebabnya.

Banyak faktor yang saling berkaitan yang dapat menimbulkan ganguan jiwa pada seseorang.

Faktor kejiwaan (kepribadian), pola pikir dan kemampuan untuk mengatasi masalah, adanya gangguan otak adanya gangguan bicara, adanya kondisi salah asuh, tidak diterima di masyarakat, serta adanya 2 masalah dan kegagalan dalam kehidupan mungkin menjadi faktor-faktor yang dapat menimbulkan adanya gangguan jiwa.

Faktor-faktordiatas tidak dapat berdiri sendiri, tetapi dapat menjadi satu kesatuan yang secara bersama-sama menimbulkan gangguan jiwa. Karena banyak sekali faktor yang dapat mencetus gangguan jiwa.

Berdasarkan UU No. 18 tahun 2014 tentang kesehatan jiwa menerangkan bahwa pemerintah memberikan perlindungan dan menjamin pelayanan kesehatan jiwa bagi orang dengan kejiwaan dan orang dengan gangguan jiwa berdasarkan hak asasi manusia.

Penanggulangan pasung adalah upaya yang terdiri dari aspek pencegahan, peningkatan pelayanan kesehatan, rehabilitasi dan pengobatan rutin. Orang-orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) adalah istilah resmi bagi penyandang gangguan jiwa berdasarkan undang-undang kesehatan jiwa nomor 18 tahun 2014, ODGJ khususnya para penderita gangguan jiwa berat skizofrenia dan posikosis belum sepenuhnya mendapat perlakuan baik serta memenuhi hak asasi manusia.

Rumah Antara Graha Berdaya hadir sebagai sebuah Lembaga masyarakat yang melaksanakan pelayanan terhadap penyandang disabilitas mental di Kabupaten Kuningan dengan membangun rumah rehabilitasi bagi penyandang disabilitas mental yang terletak di Dusun Satu RT. 003 RW. 001 Desa Tambakbaya Kec. Garawangi Kab. Kuningan Jawa Barat diatas lahan 25 meter x 10 meter persegi.

Sebagaimana dikatakan Lukman Mulyadi selaku Ketua Rumah Antara Graha Berdaya, “mudah-mudahan rumah rehabilitasi yang kami bangun bisa membantu penyandang disabilitas mental di Kab. Kuningan’.

Menurutnya, paradigma yang dibangun dan kembangkan saat ini adalah perawatan di rumah dan pemberdayaan bersama-sama dengan masyarakat. “Perawatan rumah antara graha berdaya hanyalah sementara, dan ini menjadi PR bersama bahwa ODGJ menjadi tanggung jawab semua pihak.

*Korwil Jawan Barat (IIM IMBANG)