Ratusan Pekerja Brigade Taman Kota Adukan Nasibnya ke Dinas LH

11

Gerbangtimurnews.com, Makassar – Ratusan pekerja Brigade Taman Kota Makassar mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Kamis (19/5/2022).

Koordinator Brigade Taman Kota Makassar, Ruri Mustikawati, mengungkapkan kedatangan mereka untuk meminta kejelasan terkait kejelasan status setelah hampir setengah tahun “dirumahkan” oleh pihak Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup.

“Kami meminta pertanggungjawaban karena sudah beberapa bulan kami dirumahkan dan sampai saat ini tidak ada kejelasan Brigade Taman untuk bekerja kembali, ” ujar ruri.

Lebih lanjut Ruri mengatakan selama dirumahkan, para pekerja Brigade Taman tidak mendapatkan tunjangan apapun dari Pemerintah.

“Termasuk soal gaji pak. Kan ada tunjangan operasional dan gaji pokok. dan selama kami dirumahkan, mestinya kami diberikan operasional. Kan bukan kami tidak mau kerja, kami justru mau kerja tapi dirumahkan,” tegas Ruri.

Menurut Ruri, Selama ini pihak Dinas Lingkungan Hidup tidak terlalu merespon sikap protes dari Brigade Taman. Pasalnya Kepala Dinas tidak pernah menemui dan berdialog dengan mereka. Hal ini justru makin membuat kepastian status dari Brigade Taman makin tidak memiliki kejelasan.

Ruri juga menyampaikan bahwa sebelumnya sudah bertemu dengan Wali Kota Makassar, Moch. Ramdhan Pomanto untuk kejelasan pekerjaan mereka. Menurut penyampaian mereka, Walikota Makassar sudah memberikan respon untuk 344 Brigade Taman mengikuti Seleksi ‘Laskar Pelangi’ untuk bisa melanjutkan pekerjaan.

“Kami sudah ikuti arahan pak wali untuk ikut seleksi Laskar Pelangi, tapi kok sampe sekarang tidak ada status jelas, ” terang ruri.

Akibat terlalu lama dirumahkan dan tidak ada kejelasan sama sekali dari Pemerintah melalui Dinas lingkungan Hidup, anggota Brigade Taman sudah ada yang meninggal dan juga mengalami keguguran akibat depresi karena tidak ada penghasilan.

“Kami masih akan terus melakukan protes sampai ada kejelasan dan dipekerjakan kembali. Apalagi sudah ada anggota kami yang meninggal dan ada juga yang keguguran,” tambahnya.

Massa dari Brigade Taman kemudian dijadwalkan akan menemui DPRD Kota Makassar setelah sebelumnya sudah memasukkan surat pengaduan terkait tidak ada kejelasan kapan dipekerjakan kembali 344 orang anggota Brigade Taman kota Makassar. (Faisal)