Puncak Kelor’ta Tonra Lokasi Agrowisata Pertanian di Bone Selatan

48

GERBANGTIMURNEWS

BONE – Banyak tempat wisata menarik berlokasi di Kabupaten Bone, salah satunya terletak di bagian selatan yakni di Kecamatan Tonra. Obyek wisata ini masih sangat alami dan memiliki daya tarik tersendiri, tempatnya bisa memanjakan mata.

Lokasi wisata ini bernama Puncak Kelor’ta atau biasa di juluki sebagai Negeri Pelangi.

Puncak Kelor’ta berada di Desa Bulu-Bulu Kampung Togeo, menyajikan suguhan pemandangan alam dari puncak, disertai hamparan tanaman budidaya pohon kelor dengan konsep agrowisata berbasis alam dan pertanian.

Pada awalnya lokasi ini hanya bukit biasa tidak dilirik wisatawan atau bahkan warga lokal, namun berkat diolah dan dirawat serta dihias oleh masyarakat sekitar kampung tersebut sehingga berubah menjadi sebuah tujuan wisata menarik.

Bahkan, wisatawan sudah mulai tergoda untuk mengunjungi wisata Puncak Kelor’ta yang berada di Tonra ini

Puncak Kelor’ta ini memiliki khas dan keunikan tersendiri, salah satunya ialah memiliki tangga kurang lebih 30 anak tangga menuju ke puncaknya dengan hiasan cat warna warni.

Dengan rasa penasaran pada puncak kelor, saya berinisiatif mengunjungi wisata tersebut. Seperti dirasakan para wisatawan lainnya. Saya juga merasakan keindahan dipancarkan puncak kelor yang sangat membuat hati tenang. Dari atas puncak kita bisa melihat keindahan alam.

Tersedianya berbagai fasilitas mendukung destinasi wisata ini, seperti gazebo dan tempat duduk bersantai.

Ada juga berbagai spot berfoto dan juga cafe menyajikan berbagai makanan dan minuman menemani dan menikmati keindahan Puncak Kelor’ta, salah satunya yaitu Es Cendol Kelor’ta.

Jalan yang berkelok dan terjal tidak terasa ketika melihat pemandangan begitu menyegarkan mata dari puncak Kelor’ta.

Suasana syahdu yang dilengkapi dengan angin bertiup sepoi dan kicauan burung yang berterbangan menambah kenikmatan tersendiri yang begitu anugerah.

Tak heran, wisatawan yang datang ke Puncak Kelor’ta sangat menikmati perjalanan menuju puncak tersebut.

Dengan mengambil foto di puncak merupakan suatu keharusan para wisatawan sebagai kado kenangan liburan.

Di tempat ini wisatawan juga bisa sekaligus belajar tentang pengolahan daun kelor, sebagai salah satu pangan alternatif yang kaya akan nutrisi, sekaligus untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Kedamaian dan ketenangan merasuk hati wisatawan yang mampir, terlepas dari keindahan Puncak Kelor’ta, masyarakat di desa tersebut sangat antusias menyapa wisatawan yang hadir.

Saat mulai terbenam matahari keindahan yang dipancarkan puncak kelor bertambah. Kita bisa menikmati senja.

Melihat momen datangnya senja bisa menjadi sarana menghilangkan lelah dan penat melihat proses matahari turun ke peraduan juga bisa menciptakan rasa syukur atas ciptaan Tuhan.

Tak kalah indahnya Puncak Kelor’ta pada siang dan sore hari, keindahan yang ditunjukkan juga nampak pada malam hari karena puncak tersebut dihiasi dengan lampu-lampu yang berwarna warni. (*)

Laporan : Sartika Amir
(Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Universitas Muhammadiyah Makassar).

Editor : Fakhruddin / Dhani Naba