PROGRAM KULIAH GRATIS KAUM DHUAFA DAN YATIM-PIATU, YAYASAN PERGURUAN TINGGI KARYA DHARMA (YPTKD) MAKASSAR

222

GERBANGTIMURNEWS.COM

Makassar — Program Kuliah Gratis Kaum Dhuafa dan Yatim-Piatu adalah Program Kerja Yayasan Perguruan Tinggi Karya Dharma (YPTKD) Makassar 2020/2021.

Kuliah Gratis Kaum Dhuafa dan Yatim-Piatu Ini adalah program “terobosan” dan tentu saja program ini sebagai bagian dari kepedulian sosial YPTKD-Makassar di bidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi.

Seperti telah diketahui bahwa YPTKD-Makassar saat ini membina setidaknya dua pendidikan tinggi swasta yang terkemuka di Makassar yaitu Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar dan Politeknik Maritim AMI (Polimarim) Makassar.

Di berbagai kesempatan, Ketua dan Sekretaris, Yayasan Perguruan Tinggi Karya Dharma (YPTKD) Makassar, Dra. Halijah Nur, M.Si dan Drs. H. M. Jufri Aburaera, menyampaikan bahwa “Program Kuliah Gratis Kaum Dhuafa dan Yatim-Piatu adalah program kuliah gratis yang pertama yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan dan bahkan mungkin program seperti ini adalah program yang pertama di Indonesia”.

Tekait dengan hal tersebut, Ketua YPTKD Makassar lebih lanjut menguraikan bahwa
pendidikan tinggi sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berdasarkan konsep tersebut dapat dirumuskan bahwa tujuan pendidikan gratis bagi kaum dhuafa adalah bagian dari strategi pendidikan nasional yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang berkeadilan sosial.

Dengan demikian, pendidikan gratis bagi kaum dhuafa memberikan kesempatan kepada semua putra-putri bangsa dari berbagai kalangan untuk mendapat kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan tinggi yang layak dan bermutu.

Karena biayanya yang relatif tinggi penyebab banyaknya anak-anak Indonesia yang tidak mampu melanjutkan pendidikan tinggi. Sangat disayangkan jika masa depan generasi bangsa akan suram tanpa proses pendidikan layak sebagaimana mestinya.

Oleh karena itu program pendidikan gratis bagi kaum dhuafa hadir untuk menangani permasalahan pendidikan tinggi di Indonesia.

Pendidikan tinggi gratis bagi kaum dhuafa bermanfaat untuk menciptaan keadilan sosial di sektor pendidikan, program ini juga akan menciptaan pemerataan kesempatan dalam memperoleh pendidikan tinggi di Indonesia.

Demi kelancaran program kuliah gratis ini, Yayasan YPTKD-Makassar membentuk Tim Kerja yang terdiri dari Tim Pengarah; Dra. Halijah Nur, M.Si (Ketua YPTKD) dan Dr. H. Abd. Azis DP, S.H., M.H (Rektor UPRI Makassar). Penanggung Jawab Tim: Drs. H.M Jufri Aburaera.

Ketua Tim Kerja: Burhaman, S.S., M.A. Sekretaris: Aulia Susantri, S.H., M.H. Bendahara: Erni Kadir, S.KM, M.Adm.Kes. Anggota: Nuddin, S.Sos, M.Si, Saefl, S.H., M.H dan Abd. Gaffar, S.E., M.Si.

Program Kuliah Gratis ini membuka pendaftaran mahasiswa baru pada bulan Agustus-September 2020. Pada tahap ini, Tim Kerja membuka 4 (empat) Program Studi di empat.

fakultas yang ada UPRI-Makassar, antara lain: Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Program Studi Administrasi Negara di Fakultas Sosial dan Ilmu Politik.

Tim Kerja menetapkan syarat-syarat pendaftaran calon mahasiswa baru, anatara lain: Mengisi formulir pendaftaran; Berkelakuan baik; Sehat jasmani dan rohani; Memiliki minat kuat belajar
hingga menjadi sarjana; Lulus MA/SMA/SK atau sederajat tahun 2018, 2019 atau 2020; Rata-rata nilai kumulatif rapor kelas X, XI dan XII adalah 7,00; Selain syarata-syarta tersebut, calon mahasiswa baru melampirkan dokumen sebagai berikut:
Surat Pernyataan bermaterai mengenai kesediaan aktif mengikuti dan menyelesaikan proses belajar mengajar hingga 8 semester; Surat Keterangan Tidak Mampu dari RT/RW diketahui oleh Lurah/Kepala Desa; Slip gaji orang tua/wali (bagi yang bekerja di sektor formal) atau Surat Keterangan Penghasilan Total dari RT/RW diketahui oleh Lurah/Kepala Desa (bagi yang bekerja di sektor informal); Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas; Surat Rekomendasi dari Kepala Sekolah; Foto copy ijazah yang telah dilegalisir (2 lembar); Foto copy rapor kelas X-XII (2 rangkap); Foto copy Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga; Foto copy KTP orang tua/wali; Foto copy rekening listrik tempat tinggal 3 bulan terakhir; Foto copy dokumen prestasi akademik/non akademik; Pass photo warna ukuran 4×6 (2 lembar); Pass photo hitam putih ukuran 3×4 (2 lembar); Foto tempat tinggal.

Tim Kerja ini telah melalukkan seleksi berkas Camaba (Calon Mahasiswa Baru) dari bulan Juni-Oktober 2020. Berkas pendaftaran camaba yang berhasil melalui tahap seleksi terdiri dari 81 dan yang dinyatakan lulus sebanyak 38 mahasiswa baru yang terdiri dari 13 di Fakultas Kesehatan Masyarakat, 8 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 3 FakultasKeguruan dan Ilmu Pendidikan dan 14 di Fakultas Ekonomi.

Editor : Rudi Kardi