Polsek Makassar Membongkar Tempat Pembuatan Senjata Tajam Jenis anak Panah (Busur) Yang Kerap Digunakan Untuk Melakukan Tindak Kejahatan Hingga Tawuran Antar Kelompok di Kota Makassar, Sulawesi Selatan

199
Polsek Makassar membongkar tempat pembuatan senjata tajam jenis anak panah (busur)

Gerbangtimurnews, Makassar – Pihak kepolisian dari Polsek Makassar membongkar tempat pembuatan senjata tajam jenis anak panah (busur) yang kerap digunakan untuk melakukan tindak kejahatan hingga tawuran antar kelompok di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca Juga : https://gerbangtimurnews.com/pelaku-pencurian-dengan-kekerasan-diamankan-resmob-polda-sulsel/

Dari pengungkapan personel Opsnal Polsek Makassar berhasil mengamankan lima orang remaja yang masih berusia belasan tahun saat membuat anak panah di Jalan Inspeksi Kanal Lure, Kota Makassar.

Kelima anak remaja yang diringkus masing-masing berinisial, R, 13 tahun, warga Jalan Terong, R, 16 tahun warga Jalan Balana, R, 17 tahun, Jl. Balana, F, 17 tahun, warga Jalan Kalampeto, R, 17 tahun, warga Jalan Pamolongan, Kota Makassar.

Baca Juga : https://gerbangtimurnews.com/rumah-milik-nasir-daeng-tantu-tersangka-kasus-pembunuhan-sadis-kakak-beradik-di-kolaka-dirusak-sejumlah-orang/

Kapolsek Makassar, Kompol Kodrat Hartanto membenarkan pengungkapan pabrikan busur tersebut saat dikonfirmasi, Sabtu 25 Juli 2020.

Kompol Kodrat menerangkan, para pelaku yang diciduk ini sementara membuat anak panah bersama dengan pelontarnya.

“Jadi kami dapatkan informasi dari warga kemudian anggota ke lokasi, setibanya di mendapati lima anak sementara membuat busur. Bahkan, ada satu pelaku masih berusia 13 tahun,” terangnya.

Dari tangan mereka, puluhan besi bahan pembuatan anak panah serta beberapa pelontar yang telah dibuat dan siap digunakan.

“Barang bukti yang kami amankan ada 20 biji besi, bahan untuk membuat busur dan dua pelontarnya serta belasan busur yang sudah jadi,” katanya.

Saat ini, para remaja pembuat busur tersebut bersama barang buktinya telah diamankan di Mapolsek Makassar guna pemeriksaan lebih lanjut.

**