Plt Gubernur Sulsel Mengharapkan Pelaksanaan Vaksinasi Hindari Kerumunan

26

GERBANGTIMURNEWS.COM-MAKASSAR: Wabah Pandemi Covid-19 belum berakhir mengharuskan pemerintah terus berupaya untuk mencanangkan pelbagai pencegahan dan penanganan untuk menekan terjadinya lonjakan kasus pandemi.

Hal ini juga dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan salah satu langkah yang dilakukan untuk terhindar dari positif Covid-19 adalah dengan mengoptimalkan vaksinasi kepada masyarakat.

Meski Pemprov Sulsel telah menjalankan mobile vaksinator di wilayah Mamminasata. Sudirman masih terus menekankan agar pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan harus memperhatikan terjadinya kerumunan. Sebab kejadian seperti ini sering kali masih terjadi di lapangan.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya memperbaiki kondisi sebagai dampak pandemi Covid-19 melalui atensi program baik di hulu maupun di hilir, seperti vaksinasi, mobile vaksinator yang menyasar area aglomerasi Mamminasata,” ujar Sudirman di Kantor Gubernur, Selasa (31/8/2021).

“Seperti Makassar, Maros, Gowa, Sungguminasa, Takalar sebagai zona yang dinilai sebagai episentrum lokal melayani kelompok-kelompok masyarakat. Sehingga diharapkan pada proses pelaksanaan vaksinasi tidak terjadi kerumunan,” sambungnya.

Disisi lain, ia mengatakan Pemprov Sulsel juga telah menyediakan Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT) 1 yang berada di Asrama Haji Sudiang dan FIT 2 di Kantor Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM).

“Program ini terintegrasi dengan halo dokter, vaksin keliling, melalui tracing untuk swab, ketika terkonfirmasi positif diarahkan ke fasilitas terintegrasi atau FIT yaitu program penanganan hilir bagi yang tidak bergejala atau bergejala ringan dengan menyediakan 1.500 tempat tidur asrama haji Sudiang dan 150 kamar di BPSDM Provinsi Sulsel” jelasnya.

Terpisah, Plt Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammadong mengatakan untuk menindaklanjuti arahan Plt Gubernur supaya pelaksanaan vaksinasi tidak terjadi kerumunan, maka penyelenggara vaksinasi diharapkan agar lebih memperhatikan potensi kerumunan dengan menetapkan lebih awal peserta yang akan di vaksin.

“Iya memang betul begitu arahannya (Plt Gubernur) dari awal pada pelaksanaan vaksinasi kalau banyak. Jadi kita berharap harus menghindari kerumunan. Kemudian kalau bisa diatur waktunya berapa orang datang jam sekian sampai jam sekian. Ini salah satu cara untuk menghindari kerumunan,” harapnya.

Kepada masyarakat, Muhammadong menyampaikan prokes dalam pelaksanaan vaksinasi harus ditaati sehingga tidak terjadi kerumunan. Pihaknya juga akan tetap memaksimalkan vaksinasi agar semua masyarakat bisa menerima jatah.

“Masyarakat (harus) bersabar menunggu antrian jika ikut di vaksin di satu tempat maka kita berharap masyarakat itu tetap menjaga jarak. Jangan berkerumun karena biar bagaimanapun juga pasti akan dilayani semua,” imbuhnya.

Kendati demikian, Muhammadong mengakui bahwa kedatangan masyarakat untuk mengikuti vaksinasi dengan jumlah yang banyak ini juga dimungkinkan karena kesadaran untuk mempertebal tingkat imun dari paparan Covid-19. “Tapi kita bersyukur bahwa animo masyarakat kita sudah luar biasa sebenarnya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Sulsel, perkembangan vaksinasi di Sulsel per 29 Agustus 2021 telah mencapai 28,93 persen. Dari data tersebut, pencapaian vaksinasi Covid-19 di Sulsel telah mencapai 2.041.795 orang atau 28,93 persen dari target sekitar 7 juta orang.

Sedangkan kondisi Covid-19 di Sulsel mulai melandai. Tertanggal 29 Agustus, terlihat total positif aktif menurun. Kini berjumlah 6.277 atau 6,03 persen, angka kesembuhan meningkat dengan berjumlah 95.872 atau 92,06 persen, meninggal 1.988 atau 1,92 persen, testing berjumlah 731.177 atau positif rate 8,94 persen.

Laporan:(Fdl)