Peserta Sertifikasi Kompotensi SDM Ekonomi Kreatif Film Jalani Rapid Tes

76
Peserta Sertifikasi Kompotensi SDM Ekonomi Kreatif Film Jalani Rapid Tes

GERBANGTIMURNEWS.COM

Makassar – Sebanyak 100 peserta Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif Berbasis Kompetensi menjalani pemeriksaan rapid tes sebelum mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, 19-22 Nopember 2020, di Hotel Harper Jalan Perintis Kemerdekaan km 15 Makassar.

Peserta dari berbagai kota di wilayah timur Indonesia itu mengikuti rapid tes untuk memastikan kondisi kesehatan mereka terjamin sekaligus mengikuti protokoler kesehatan Covid-19.

Selama mengikuti kegiatan pelatihan berbasis kompetensi peserta diberikan materi terkait dengan kesiapan menghadapi tim asesor saat melakukan uji kompetensi. Peserta terbagi dalam tiga kelompok terdiri atas bidang dokumenter, koordinator talent, dan manajemen lokasi.

Baca Juga : titik-rawan-longsor-tolo-selatan-dan-desa-bontolebang-kab-jeneponto/

Kegiatan ini yang diadakan Deputy Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Direktorat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terbagi dalam dua sessi, yaitu pelatihan dan sertifikasi kompetensi, dengan tujuan membekali peserta untuk bekerja secara profesional, terukur bidang keahlian yang ditekuni di bidang industri film sehingga mendapat pengakuan secara formil oleh negara.

Selama pelatihan peserta mendapat bimbingan dari tenaga ahli dan berpengalaman di dunia industri perfilman. Mereka adalah Lianto Suseno, Dewi Alibasah, dan Gunawan Paggaru. Sementara dari tim asesor berjumlah lima orang yaitu, IGP Wira Negara, Erlan Basri, Barly, Bowie Benyamin, dan Naswan Iskandar.

Baca Juga : ajiep-padindang-laksanakan-sosialisasi-empat-pilar-mpr-ri-ke-penyuluh-kb-dan-pendamping-desa

Kadis Pariwisata Sulsel Ir. Denny Irawan Saady, M.Si. dalam sambutannya mengatakan, pariwisata dan film sejak awal pandemi Covid-19 merupakan sektor yang sangat terpukul dan bahkan melumpuhkan ekonomi di negeri kita ini hingga hari ini masih terasa belum normal.

“Industri pariwisata dan film ini sangat penting mendapat perhatian bersama karena ternyata industri film sangat besar pengaruhnya dalam menggerakkan perekonomian. Berdasarkan hasil survei ada 15 sub sektor ekonomi yang terkait dengan film, termasuk di dalamnya kuliner, asesoris, dan pakaian,” ungkapnya.

Untuk mempercepat industri perfilman dan pariwisata Indonesia yang sangat besar pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia lanjut Denny Irawan, sangatlah penting bagi kita semua untuk tetap disiplin mematuhi protokoler kesehatan Covid-19.

Penanggungjawab kegiatan Dr. Retno Darumati dari Deputi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mengatakan, hasil uji kompetensi akan dicatatkan oleh negara dan hasilnya akan diketahui setelah diplenokan oleh Lembaga Sertifikasi yang akan memakan waktu dua bulan.

“Kita mengharapkan semoga semua peserta berhasil dinyatakan lulus berkompeten di bidangnya masing-masing,” tandasnya mengharapkan. (H.Jurlan).

Editor : Fakhruddin / Dhani Naba.