Perihal : Aksi Unjukrasa Dari Gerakan Rakyat Makassar (GRM), di Kota Makassar

8

Gerbangtimurnews, Makassar – Pada Kamis tanggal 16 Juli 2020 pukul 11.20 Wita, di Kantor DPRD Prov. Sulsel Jl. Urip Sumoharjo Kel. Karuwisi Utara Kec. Panakkukang kota Makassar, Estimasi massa ± 300 orang, Telah berlangsung aksi unjukrasa dari Gerakan Rakyat Makassar (GRM)* yang dipimpin oleh : Sdr. Kusnadi (Jendela aksi/DPP FPBN) dalam rangka menyikapi terkait “Menolak Dan Gagalkan Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja (CILAKA) – RUU Cipta Karya.”

Adapun Organ yang tergabung dalam aksi :

FPBN : Federasi Perjuangan Buruh Nasional.
SP DANAMON : Setrika Pekerja Danamon.
FSB KAMIPARHO : Federasi Ketika Buruh KAMIPARHO.
SPN : Serikat Pekerja Nasional.
GSBN : Gerakan Serikat Buruh Nasional.
SP ANGING MAMMIRI : Serikat Perempuan ANGING MAMMIRI.
GRF : Gerakan Rakyat Federasi.
LBH MAKASSAR : Lembaga Bantuan Hukum Makassar.
FNK : Front Nasional Kerakyatan
KPR : Komite Persatuan Rakyat.
KPA : Komite Pekerja Angkutan.
SRIKANDI
KPK : Komite Pejuang Kerakyatan
LMND : Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokratik.
PPI : Pekerja Perempuan Indonesia.
KSN: Konfederasi Serikat Nasional.
SP PPI : Serikat Perempuan Pemerhati Pekerja Indonesia.
FPPI : Forum Persatuan Pekerja Indonesia.
FPR : Front Perjuangan Rakyat.
PRP : Partai Rakyat Pekerja
GRD : Gerakan Rakyat Demokratik.

B. Bentuk aksi :

1. Dari pantauan, Peserta Aksi tampak berorasi secara bergantian dengan menggunakan Soundsistem dengan menggunakan R4 Pickup warna hitam dengan No.pol DD 8563 KO, Sebagai panggung Orasi.

Adapun inti orasi ilmiah Sdr. Kusnadi, sbb :

– Omnibuslaw ketika disahkan oleh Pemerintah akan meresahkan kaum rakyat buruh dan kaum miskin kota.

– Omnibuslaw adalah Malapetakan seluruh Buruh yang ada di Seluruh Indonesia, Pemerintah bukan mensejahterakn Rakyatnya, Melainkan meskipun dan mensengsarakan Rakyatnya.

– Tidak ada satupun dari Poin Pembahasan Omnibuslaw yang memberikan kesejahteraan para Klaster tenang kerja dan Rakyat. Omnibuslaw hadir adalah Kaki tangan dari pada Investor.

2. Peserta aksi mengibarkan beberapa Bendera Lembaga Organisasi Buruh, Memakai seragam kaos bertuliskan lembaga organ buruh masing2.

3. Peserta aksi tampak membentangkan Spanduk dan Pamflet bertuliskan Kritikan2 kepada Pemerintah RI dan DPRD Prov. Sulsel,

– Gerakan Rakyat Makassar, Tolak Omnibuslaw, RUU Cipta Kerja.

– Berikan Jaminan Kesehatan Gratis Sekarang Juga!
– Bangun Partai Massa Rakyat
Wujudkan Pendidikan Gratis Ilmiah Demokratis & Bervisi Kerakyatan Hentikan Pembebasan RUU Cipta Kerja yang menghancurkan Kedaulatan Rakyat dan Batalkan Sekarang Juga!Memasukkan kembali RUU PKS ke dalam PROLEGNAS 2020 dan segera mengesahkan.
Menolak Dwifungsi TNI-POLRI.
Menolak PHK sepihak.
Menolak upah murah.
Menolak outschorsing & union busting.
Segera wujudkan Pendidikan gratis, ilmiah, demokratis & bervisi kerakyatan.
Cabut UU Minerba.
Wujudkan Perlindungan social yang transformative.
Legalkan seluruh pemukiman rakyat miskin di indonesia.
Segera Sahkan RUU kesetaraan & keadilan gender.
Wujudkan biaya kesehatan gratis ditengah pandemic covid (rapid tes dll).Sita harta dan asset para koruptor.
Bebaskan seluruh aktivis pro demokrasi & hentikan kriminalisasi aktivis.
Menolak RUU ketahanan keluarga.
Menolak RUU Pertanahan.
Pukul 12.25 Wita, Peserta aksi diterima aspirasinya oleh : Bapak. Jhon Rendy Mangontan (Ketua Komisi D Fraksi Golkar DPRD Prov. Sulsel), yang tanggapannya :
Saya Pribadi sebagai Wakil Rakyat berterima kasih atas Aspirasi Saudara sekalian semua, Kami Perwakilan DPRD Prov. Sulsel akan membantu mengirimkan Fax Tuntutan Saudara sekalian langsung ke DPR RI.
Apa yang dibahas di Pusat Kami akan tunggu hasilnya dan kami segera koordinasikan seperti apa hasil pembahasan yang telah disepakati nantinya.
Pukul 12.57 Wita, Jaringan ProDemokrasi Sulsel bergabung dengan Massa aksi Buruh yang dipimpin oleh : Sdr. Haerul (Jendlap aksi) dan Sdr. Rahmat (Korlap aksi), Estimasi massa ± 20 orang dalam rangka “Tolak RUU Omnibuslaw!”

Inti tuntutan :

a. #Tolak RUU Omnibuslaw! #TRITURA !!!
Cabut RUU HIP Dari Prolegnas.
Batalkan UU 2/2020 (Corona).
Pukul 13.07 Wita, Telah bergabung Mahasiswa Aliansi Masyarakat Makassar (“MAKAR”) Estimasi massa ± 80 orang yang dipimpin oleh : Sdr. Anwar (Jendlap/Penggerak Massa aksi/Fak. Hukum UNHAS) dalam rangka terkait *”Tolak RUU Omnibuslaw
– Univ. UNHAS Makassar
– Univ. UMI Makassar.
– Univ. Unibos Makassar
– Univ. Unismuh Makassar
– Univ. UIN Makassar.
– Univ. UNM Makassar
Gagalkan Omnibuslaw
Gratiskan Biaya Pendidikan Selama Pandemi.
Pukul 13.59 Wita, Telah bergabung Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM) Estimasi massa ± 30 orang yang dipimpin oleh : Sdr. Fajar (Ketua KPPM) dan Sdr. Onox (Anggota Buruh SPN) dalam rangka terkait Gagalkan Omnibuslaw
Pukul 14.06 Wita, Gerakan Rakyat Makassar (GRM), Meninggalkan Kantor DPRD Prov. Sulsel, Dan bergeser ke Taman Makam Pahlawan untuk melanjutkan Orasi dan Konsolidasi.
Pukul 14.21 Wita, Peserta aksi mendobrak Pintu Gerbang Masuk Kantor DPRD Prov. Sulsel hingga Roboh.
Pukul 14.28 Wita, Peserta aksi dibubar Paksa dengan Tembakan Gas Air Mata Tim Jatanras Polrestabes Makasar
Aksi Gagalkan Unibuslaw di DPRD Prov. Sulsel, Dibubarkan Paksa Oleh Aparat Kepolisian yang berjaga aplikasi aksi dengan mengeluarkan tembakan Gas air Mata kepada Peserta aksi.