PENYALURAN BANTUAN DI JENEPONTO (BPNT) DINILAI ASAL-ASALAN

86

GERBANGTIMURNEWS.COM – JENEPONTO – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu.

Namun, pada saat penyaluran, banyak ditemukan kekurangan-kekurangan yang diduga sangat merugikan para Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Setelah beberapa waktu lalu ditemukan beras yang sudah berulat dan tidak layak untuk di konsumsi yang diduga akan disalurkan kepada para KMP BPNT di Kabupaten Jeneponto, kini kembali ditemukan telur busuk dan tidak layak untuk di konsumsi dibagikan kepada sejumlah Keluarga Penerima Manfaat di Kabupaten Jeneponto.

Atas kejadian tersebut, Sejumlah KPM Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mengeluh dan merasa dirugikan karena bantuan telur yang di terimanya sudah busuk dan sudah tidak layak untuk di konsumsi yang dibagikan baru-baru ini.

Safri Dg. Jarre, salah satu KPM warga Lingkungan Bontang Kel. Empoang Selatan Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto kepada media mengatakan bahwa dirinya mendapatkan telur yang sudah busuk saat penyaluran BPNT pada hari rabu 16/12/2020 Lalu.

“Lima (5) Hari yang lalu saya dapatkan beras 10 kg, telur 15 biji, ikan bandeng 3 ekor dan paket sayur, ketika sampai di rumah, Telurnya hendak di goreng, tapi ternyata sudah busuk dan berulat”, ungkap Safri Dg. Jarre, Selasa (22/12/2020).

Senada dengan Sunggu Dg. Koasa, yang juga salah satu penerima manfaat (KPM) yang juga beralamat di Lingkungan Bontang Kelurahan Empoang Selatan Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto juga mengaku mendapatkan telur yang sudah busuk pada penerimaan BPNT Minggu lalu.

” Iye’ saya juga mendapatkan telur yang sudah busuk dan sudah tidak layak untuk di konsumsi” tutur Sunggu Dg. Kuasa.

Meski mendapatkan telur yang sudah busuk dan tidak layak untuk di konsumsi, KPM mengaku tidak bisa berbuat apa-apa.

“Kami selaku penerima sangat kecewa dengan kejadian ini, karena kami di berikan bantuan tapi bantuannya sudah sangat tidak layak untuk di konsumsi”, tuturnya.

Laporan : QLO