OBSERVASI MAHASISWA IAIN SYEKH NURJATI CIREBON PADA LANJUT USIA BINAAN LKSLU WAHANA INSANI WALUYA

    40

    Gerbangtimurnews, Kuningan Jawa Barat

    Minggu, 10 April 2022

    Mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (UAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan Observasi terkait dengan Mata Kuliah Dewasa dan Manula pada Lanjut Usia Binaan LKSLU Wahana Insani Waluya Kabupaten Kuningan yakni Nenek Rumaelah Dusun Cirandeg Desa Cihaur Kec. Ciawigebang dan Nenek Dasih Dusun Kramat Desa Cihaur Kec. Ciawigebang Kab. Kuningan, Sabtu (09/04/2022)

    Kegiatan tersebut dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok 3 terdiri dari Rina Irhamna, Dwi Nanda Kusumawanti, dan Lusi Kurniasari sedangkan kelompok 10 terdiri dari Nada Fauziyah, Tiara Andiri, Lutfhi Azizah, Euis Kartika, dan Zakiyah Kusuma Wardani. Kelompok 3 melaksanakan observasi kepada Nenek Rumaelah yang daya tahan tubuhnya sudah menurun dan kelompok 10 melaksanakan observasi kepada nenek Dasih yang kondisinya beddriden. Dalam pelaksanaan observasi ke 2 kelompok pro aktif menggali informasi seputar kondisi lanjut usia dan kesehariannya

    kelompok 3 dalam melaksanakan observasi kepada Nenek Rumaelah bahwa kondisinya sudah tidak bisa kemana-mana hanya tinggal diatas kasur, perhatian dan kasih sayang sangat dibutuhkan, tetapi psikologinya masih baik dengan semangat ingin sembuh dan tidak hanya pasrah terhadap keadaannya. Dukungan keluarga begitu baik sehingga psikisnya bertahan baik bahkan semangat untuk sembuh tinggi dibuktikan dengan bahasa yang disampaikan kepada kelompok 3 penuh spirit, serta memberikan motivasi kepada Anak-anak Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini, walaupun keterbatasan kondisi fisik tetapi pemikiran dan semangat untuk sembuh tertanam dalam hati.

    sedangkan kelompok 10 dalam melaksanakan observasi kepada Nenek Dasih dengan memberikan beberapa pertanyaan dan dijawab dengan santai, dari hasil komunikasi tersebut bahwa melihat fisik masih terlihat sehat, kalaupun berjalan susah karna lutut sakit harus ditopang dengan tongkat atau penyangga, telinga sudah jauh berkurang pendengarannya kalau diajak bicara harus nempel ke telinga, fungsi mata sudah menurun jauh melihat sudah kurang jelas, akan tetapi antusiasme saat bercerita tampak semangat, apalagi dukungan keluarga dari anak-anaknya sangat baik, dan kesimpulannya bahwa Nenek Dasih dalam performa fisik terlihat cukup baik dan semangat hidupnya tinggi, hanya memerlukan kebutuhan alat bantu lanjut usia dan penanganan kesehatannya

    enung Kartini salah satu Pendamping Desa Cihaur LKSLU Wahana Insani Waluya mengatakan, “anak-anak Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon begitu antusias dalam observasi ini, terlihat dengan semangatnya interaksi dengan lansia, rasa kepenasaran dan keingintahuan begitu tinggi”. didampingi Ketua Pelaksana Kegiatan Nunung Nuroniah, Pendamping Desa Cihaur Pipih Parlis, dan Koordinator Lapangan Rizky Noviansyah membenarkan observasi mahasiswa penuh inspirasi dan inovasi. kesimpulan hasil observasi tersebut bahwa kehidupan lansia walau keadaan yang kurang baik karena hasil pembinaan dari LKSLU Wahana Insani Waluya bisa dirasakan hasilnya, semangat hidup tetap tinggi, kondisi sakit tidak menjadi penghalang untuk terus beraktivitas dan semangat untuk sembuhnya tinggi. dukungan keluarga yang baik menjadikan hidup lansia lebih bermakna dan bermartabat. Observasi ini sekaligus menjadi asesment kondisi lansia pada LKSLU Wahana Insani Waluya

    (JAMALUDIN – Wartawan Biro Kuningan Jawa Barat)