Nobar Bedah Film Jejak Khilafah Di Nusantara Panas

70

Gerbangtimurnews.com, Jeneponto – Jejak Khilafah di Nusantara diangkat dalam bentuk film dokumenter yang berdurasi selama empat puluh lima menit, film tersebut mengupas tentang sejarah kejayaan ummat Islam dan ditayangkan melalui channel youtube beberapa waktu yang lalu, Rabu 26/08/2020.

Namun pada saat ditayangkan secara live dibanner oleh pihak yotube, karena film ini menuai banyak kontroversi dari berbagai kalangan dan kelompok-kelompok anti khilafah, namun Gerakan Pemuda Islam Kaffah masih bisa melakukan acara nonton bereng dan bedah film di Balla Kopi Turatea,Dengan menghadirkan narasumber.

Ust. Junaedi Baharuddin sebagai pengantar pembedah film Jejak Khilafah di Nusantara, menurutnya, Film Jejak Khilafah di Nusantara ini adalah film yang mengugah kesadaran kita semua untuk masa depan ummat Islam, film jejak Khilafah ini memberikan gambaran pada ummat tentang penerapan Islam dimasa lalu dengan berbagai capaian yang gemilang untuk memproyeksikan kejayaan Islam dimasa akan datang.

seharusnya film ini disambut dengan baik oleh ummat Islam karena dalam film ini telah menyampaikan khasanah ilmu sejarah untuk generasi generasi yang cuek dengan Ilmu Islam_. Pertanyaan inipun dijawab dan dijelaskan oleh narasumber dengan gamblang dan jelas.

Adapun pandangan umum tentang film Jejak Khilafah di Nusantara ini datang dari penggali dan pencinta sejarah Islam Bapak Suhakkir menurutnya, _Film Jejak Khilafah di Nusantara ini adalah film yang mengungkap fakta sejarah kebudayaan islam, apakah itu dimanipulasi atau tidak, yang pastinya film ini sangat menarik untuk ditonton bersama karena mengungkap sejarah besar yang tidak kita dapati selama ini,”ungkapnya

“Terpisah Hardianto Haris selaku Ketua Pemuda Islam Kaffah di Jeneponto mengatakan bahwa film Jejak Khilafah di Nusantara ini masih perlu menampilkan lebih banyak bukti-bukti peninggalan sejarah tentang kejayaan Khilafah di Nusantara jika memang Khilafah pernah berjaya di Nusantara harusnya film ini lebih banyak menampilkan ahli-ahli sejarah Islam dari luar Negeri sebagai narasumber.

Para peserta nonton bareng dan bedah film mengharapkan tayangan film Part 2 dan part selanjutnya yang di hadiri oleh Ust Ismail Yusanto (Jubir HTI) walaupun hanya sebatas online atau webinar, agar semakin menambah khasanah pengetahuan para peserta nonton bareng yang akan datang,”tutup Hardianto Haris

*Usman. S