Ngaku Wartawan dan LSM, Tiga Pria Memeras Kepala Sekolah di Mamasa

209

GERBANGTIMURNEWS.COM

Mamasa – Tiga pria berinisial I, A, dan M dibekuk aparat Reskrim Polsek Aralle, setelah melakukan pemerasan terhadap Kepala SMA 2 Buntu Malangka Kabupaten Mamasa. Ketiganya ditangkap di jalan Desa Uhailanu sekitar pukul 17.00 Wita, Kamis (29/10).

Dari ketiganya, polisi menemukan ID card atau kartu anggota pers dari media ‘Pemburu Keadilan’ dan ‘Jejak Kasus (JK) TV’.

Termasuk satu unit mobil Daihatsu Xenia dan sebilah parang serta badik.

Kapolsek Aralle Ipda Perwira mengatakan, penangkapan tiga pelaku berdasarkan laporan korban yang telah dimintai uang dibarengi dengan pengancaman.

“Terduga pelaku mengancam korban dengan mencari kesalahan korban, Dan kadang mengaku LSM, kadang mengaku wartawan ke orang-orang yang didatangi.

Dan mereka membawa ID card atau kartu pers Media Pemburu Keadilan dan Jejak Kasus (JK) TV,” kata Perwira kepada merdeka.com, Jumat (30/10).

Saat melakukan pemerasan, para pelaku mengancam korban akan memberitakan ketidak beresan proyek pembangunan gedung SMA 2 Buntu Malangka Agar tidak diberitakan, Kepala Sekolah diminta menyetor uang Rp 30 juta, Namun saat itu pihak sekolah hanya menyanggupi memberikan uang 2,6 juta secara tunai.

“Ketiga pelaku mengancam korban jika tidak diberikan uang sejumlah 30 juta, akan diangkat beritanya dan Akhirnya pihak sekolah hanya bisa memberikan uang Rp2,6 juta saja,” jelas Perwira.

Korban langsung melapor setelah para pelaku pergi, Unit Reskrim kemudian bergerak melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan ketiganya.

“Kami kejar dan berhasil dicegat dalam mobilnya dan Saat dihentikan salah seorang dalam mobil melempar suatu bungkusan yang diduga berisi uang, namun oleh petugas menyuruh untuk mengambil bungkusan tersebut, Dan kini sudah kami amankan di tahanan Polsek Aralle untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Perwira.

Dia menambahkan, ketiga pelaku diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dan atau tindak pidana pemaksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 dan atau Pasal 335 ayat ( 1 ) ke – 2 KUHPidana, Namun untuk statusnya sendiri hari ini akan dilakukan gelar perkara terkait alat bukti yang sudah dikumpulkan. (*)

Tim Gertim News