Mengancam Dan Memprovokatori Aksi, KPPM Mengecam Tindakan Oknum Polisi Bulukumba

57
Aksi Demo (KPPM) Koalisi perjuangan pemuda mahasiswa

Gerbangtimurnews, Bulukumba – Koalisi perjuangan pemuda mahasiswa (KPPM) menggelar aksi demonstrasi senin 27 Juli 2020 sekitar pkl 13.00, menyikapi adanya indikasi korupsi bantuan sosial covid-19 yang dilakukan oleh dinas sosial bulukumba. Aksi ini berlangsung di depan polres bulukumba dan di kantor bupati bulukumba.

aksi KPPM yang berlangsung di depan polres bulukumba menimbulkan keributan disebabkan oleh intervensi dan tindakan pengancaman yang dilakukan oleh oknum kepolisian bulukumba. Beredar video pada saat aksi berlangsung seorang oknum kepolisian mengucapkan kata-kata ancaman dan provokasi yang ingin membenturkan massa aksi dengan masyrakat.

Menyikapi hal ini, ketua KPPM Fajar Hidayat Asbar “saya rasa kita pahami bersama bahwa kepolisian republik indonesia memiliki peraturan kapolri (PERKAP) Nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi POLRI (KEPP), sehingga anggota POLRI tidak bisa bersikap sewenang-sewenang terhadap massa aksi apa lagi sampai mengancam”. “Sangat jelas di dalam KEPP pasal 15 poin e bahwa anggota polri dilarang bersikap, berucap, dan bertindak sewenang-wenang. Dan juga tertera dengan jelas sanksi bagi pelanggar” tambahnya.

Fajar juga menambahkan “Kami tidak akan tinggal diam persoalan ini, kami bisa saja menduga bahwa statemen oknum kepolisian tersebut adalah hasil kesepakatan polarisasi internal kepolisian bulukumba, sehingga kapolres bulukumba harus bertanggung jawab atas insiden ini” “statemen ini menimbulkan ketersinggungan secara kelembagaan sehingga kami menuntut adanya permintaan maaf dari oknum dan juga permintaan maaf secara kelembagaan dari kepolisian bulukumba”Tuturnya.

*Muh. Faisal