MASUKNYA BATU BARA DI PELABUHAN MAGARA BOMBANG, KEC.SUPPA, DI DUGA ADA KEJANGGALAN.

259

Gerbangtimurnews, Pinrang – Pelabuhan Magara Bombang di Kec.suppa, Kab.Pinrang, Prov.Sulawesi Selatan, sudah sekian tahun tidak berfungsi dan tidak ada kegiatan sebagaimana layaknya Pelabuhan pada Umumnya. Pelabuhan ini terpencil ditengah pemukiman Masyarakat , dengan Akses jalan yang masih sempit.

Masuknya Kapal Tongkang HARBI 3 Memuat Batu Bara sebanyak 3200 Ton, dari Samarinda Kalimantan Timur, tujuan Pelabuhan Magara Bombang Di Temukan ada Kejanggalan dan besar dugaan Bermasalah.

Selasa 18/8/2020 sekitar Jam 11 Siang, Proses Masuknya Kapal Tongkang HARBI 3 di pelabuhan Magara Bombang Kec.Suppa Kab.Pinrang hingga Terjadinya Bongkar Muat Batu Bara Perdana tersebut, Tidak ditemukan Petugas Pelabuhan berpakaian dinas untuk semua yang Terkait. sebagaimana mestinya kegiatan di pelabuhan pada Umumnya.
Kecuali Salah seorang dari pihak Syahbandar KSOP Parepare.

Kemana semua pihak yang terkait baik dari Bea Cukai, Dinas Perhubungan, Pelindo, Polsek setempat, Polres dan Polairut ..???
Bukankah Batu Bara yang masuk di pelabuhan Magara Bombang barang kiriman dari Luar pulau Kalimantan timur….???
Ada Apa ya………..??????????

Menurut Info dari beberapa Sumber, Batu Bara ini di peruntukkan Kepada Perusahaan Besar Rumput Laut perusahaan BLG yang berada di Desa Polewali Kec.Suppa Kab.Pinrang.

Perlu diketahui bersama, pada waktu berlangsung pengangkutan Perdananya, Pihak Polres Pinrang sempat menghentikan kegiatan pembongkaran Batu bara selama Proses Pemeriksaan berlangsung, Selasa sore hingga Kamis sore 20/8/2020.
(Menurut Info dari Beberapa sumber)

Kegiatan di lanjutkan kembali setelah diperbolehkan oleh Polres Pinrang, pada saat itu juga jam 5 Sore hingga jam 11 tengah malam kegiatan berlanjut, SEBAHAGIAN Masyarakat tidak semua Merespon kegiatan tersebut. SEBAHAGIAN Mengeluh Merasa Terganggu dengan suara kendaraan tengah malam yang Lalu Lalang.

Dan Perlu Disadari bersama, Kegiatan Bongkar Muat Batu bara Di Pelabuhan Magara Bombang, bisa berdampak Terjadinya Pencemaran Lingkungan dan Kelautan.. Seharusnya Pihak Lingkungan Hidup dan Pertambangan, serta dinas Perhubungan turun ke Lokasi untuk melihat langsung Kegiatan tersebut. termasuk ketua DPRD Kab.Pinrang.

Debu yang berterbangan tidak menutup kemungkinan masuk ke rumah warga dan di kwatirkan Debu akan masuk kedalam makanan serta akan berdampak mengakibatkan sesak Nafas bagi yang berada di seputaran Pelabuhan.

Kegiatan ini tidak mematuhi Protokuler Kesehatan dan tidak menggunakan Alat Peraga K3 untuk keselamatan pekerja dan Pengguna jalan.

Anehnya lagi, Kegiatan Bongkar Muat Batu bara ini yang Katanya Perdana untuk Kab.Pinrang. Koq bisa Ketua DPRD Pinrang dan Pihak kejaksaan tidak tahu Tahu menahu kalau akan ada kegiatan Perdana Bongkar Muat Batu Bara, sama sekali tidak ada penyampaian sebelumnya baik Lisan maupun Tulisan.

*(Lutfhy)