Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar Putuskan Permohonan Penangguhan Penahanan Terdakwa IG Hiensari

368

GERBANGTIMURNEWS.COM – MAKASSAR: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar memutuskan permohonan penangguhan penahanan terdakwa , IG Hiensari pada sidang lanjutan perkara dugaan pemalsuan surat tanah, Senin (4/10/2021).

Majelis hakim yang diketuai Ni Putu Sri Indayani usai memimpin sidang perkara lanjutan tersebut menyampaikan putusan tersebut bahwa majelis hakim memutuskan pengalihan status terdakwa IG Hiensari dari Tahanan Kejaksaan Tinggi Sulselbar menjadi tahanan rumah.

“Dengan putusan ini, kami meminta Pak Jaksa melaksanakan segera putusan ini,”ujar Ni Putu usai membacakan putusan atas surat permohonan penangguhan penahanan tersebut.

Proses sidang yang berlangsung ,Senin siang tadi telah memasuki agenda penyampaian jawaban atas eksepsi atau keberatan pihak Kuasa Hukum IG Hiensari.Adapun terdakwa dijerat pasal 263,264 KUHAP tentang pemalsuan dokumen.

Usai sidang, Ketua Tim Kuasa Hukum IG Hiensari, Hesky Wurarah,SH mengemukakan pihaknya sebelumnya telah menyampaikan permohonan penangguhan atas penahahan kliennya.

Hal yang mendasari permohonan tersebut, kata Hesky, yakni selama ini terdakwa sangat koperatif dalam menjalani proses hukum mulai dari kepolisian ,Kejaksaan hingga memasuki tahap persidangan di PN Makassar.

Dalam perkara hukum tersebut, Hesky Wurarah, SH meyakini kliennya tak melakukan perbuatan melawan hukum berupa pemalsuan dokumen tanah seperti dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum pada sidang sebelumnya.

Menurut Hesky, kasus pemalsuan dokumen tanah terhadap kliennya yang proses hukum nya bergulir sejak beberapa bulan lalu di Polda Sulsel, terdapat banyak kejanggalan.

Adapun kasus ini sebelumnya, dilaporkan oleh dua orang yang menjadi pihak saksi pelapor kasus tersebut yakni H Taufan Anshar Bos PT Dillah Samudra dan Willianto Tanta,Owner Hotel Claro Makassar. Telah melaporkan IG Hiensari di Polda Sulsel beberapa bulan lalu .

IG Hiensari dilaporkan telah memalsukan dokumen pengalihan hak atas tanah seluas 30.000 meter persegi yang terletak di Jalan Metro Tanjung Bunga, atau tepatnya berlokasi dekat dari Mall Trans Studio Makassar.Nilai tanah tersebut diperkirakan mencapai lebih Rp.100 miliar.

“Dokumen tanah klien kami jelas, ada tanda tangan camat Tamalate pada tahun 2006. Juga stempel kecamatan, syarat administrasi dokumen tanah itu lengkap, sehingga kami tidak ragu keabsahannya,” ujar Hesky.

Hesky menyebut beberapa kejanggalan tersebut antara lain mendakwa IG Hiensari namun belum pernah menunjukkan hasil uji forensik terhadap surat dokumen tanah yang dinilai palsu tersebut.

“Kalau memang disebut dokumen tanah itu dipalsukan, coba tunjukkan hasil uji lab forensiknya,” tegas Hesky.

Laporan: Tim GTnews