Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM) kembali melakukan aksi demonstrasi di Bulukumba, tepatnya di Kantor Bulog Subdivre pada Rabu, 29 Juli 2020

86
Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM) kembali melakukan aksi demonstrasi di Bulukumba

Gerbangtimurnews, Plus – Berdasarkan UU No. 31 Tahun 1999, jo UU No. 20 Tahun 2001 tenang pengawasan, peran aktif dan keterlibatan masyarakat dalam pemberantasan KKN(Kolusi, Korupsi dan Nepotisme) sebagaimana diatur dalam peranturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2000 tentang peran serta Masyarakat dalam melakukan sosial control terhadap lembaga pemerintahan.

Maka dari itu puluhan Koalisi Perjuangan pemuda Mahasiswa (KPPM) menggruduk kantor Bulog Subdivre Bulukumba untuk mengontrol terkait Pemeliharaan Beras yang dikelolah Oleh Bulog seperti Fumigasi dan Spraying (Semprot).

Adapun tuntutan yang dibawa dan dipertanyakan oleh KPPM adalah:
1.Menuntut Bulog Subdivre Bulukumba untuk menjelaskan terkait anggaran perawatan beras
2. Meminta Bulog Subdivre Bulukumba untuk melakukan transparansi anggaran terkait dana bantuan beras tahun anggaran 2018-2020
3.menuntut bupati bulukumba untuj mengevaluasi kineria Bulog Bulukumba
4.meminta polres Bulukumba untuk mengusut kasus dugaan korupsi pemeliharaan beras oleh Bulog Subdiver Bulukumba.

Aksi dilakukan sekitaran 30 menit sampai Kepala Bulog menjelaskan terkait tuntutan yang bawa, ia menjelaskan bahwa kami tidak tau menahu perihal dana perawatan bulog, yang kami tau hanya prihal teknis perawatan.

Dari argumentasi tersebut jendral lapangan Asfar mempertegas sebanyak tiga kali bahwa kepala Bulog Bulukumba tidak mengetahui dana yang dia ketahui hanya teknis perawatan, dan selalu dijawab iya dan iya.

Dengan dasar ini Asfar mempertegas bahwa hal ini menjadi dasar untuk kita kembali mendatangi kantot Bulog Bulukumba jika apa yang kemudian di sampaikan keliru dan kami akan menginvestigasi beras dari bulog untuk masyarakat jika kami menemukan kesalahan dan beras tidak layak maka kami akan melakukan aksi demonstrasi kembali dan menuntut agar Kepala Bulog Bulukumba di copot dari jabatannya.

Kemudian dilanjutkan oleh imran fajar di dalam orasinya bahwa kualitas beras harus tetap dijaga sebagaimana kita ketahui bahwa beras merupakan asupan pokok masyarakat dan ketika beras tidak sesui dengan standar kualitas layak di komsumsi maka akan berakibaa pada kematian dan penyakit bagi masyarakat yang mengomsumsinya da dipertegas lagi bahwa apa yang disampaikan Kepala Bulog masih terasa ambigu akan kebenarannya dan kami akan tetap mengontrol dan mempertanyakan perawatan beras Bulog Bulukumba.

*Rudi Kardi