KIOS DAN LAPAK TERAS DI PASAR RAKYAT ALLU : DI JADIKAN AJANG BISNIS OLEH OKNUM PASAR

136

Gerbangtimurnews.com,Jeneponto-Pasar rakyat allu yang baru saja selesai dibangun dengan menggunakan anggaran APBN 2019 lalu , sebesar nilai Rp.5.924.068.000,00 hingga saat ini belum terpakai.

 

Sementara bangunan kios baru sebanyak 35 unit, Namum itu yang di bongkar kios pedagang lama Sebanyak 27 kios, selain itu selebihnya sisa 8 kios bangunan bar , ”tutur pedagang”.

Dan anehnya lagi, kios tersisa 8 unit tersebut tiba tiba habis alias sudah terbagi kepada orang lain sesuai data pengelola pasar dan sementara kios pedagang yang lama satu unit disingkirkan begitu saja oleh oknum pasar, ”lanjut tutur pedagang lama”.

Kepada awak media gerbangtimurnews.com, dari salah seorang pedagang berinisial, PT (70) mengatakan saat di mintai keterangan pada hari Minggu 27/9/2020 pagi sekitar pukul 7:00 wita, suda hampir setahun selesainya pasar tersebut namun pengelola pasar dan Disperindag Muh.Jafar M.si selalu mengatakan bahwa pedagang lama yang pertama di peroritaskan, namun kenyataannya tidak ada, malahan orang tidak punya kios yang dibongkar mendapatkan kios duluan karena main uang, ungkap oleh salah satu pedagang lama yang penuh kecewa.

Kuat dugaan, ada oknum pasar yang menjual kios dan lapak teras jadikan lahan ajang bisnis, dikarenakan yang tidak punya kios saaat pembongkar tetap pula bisa membangun, dan selain itu kami pedagang kecil tidak mampu membeli lapak tersebut dan hanya tinggal gigit jari saja, ‘kata pedagang lama’.

Olehnya itu, Kami dari pedagang kecil di pasar rakyat allu ini meminta kepada Bapak Bupati Jeneponto beserta anggota DPRD Jeneponto agar kiranya datang memantau masyarakatnya di pasar allu dan di peroritaskan tempat pedagang lama, ”harapan pedagang lama”.

Editor : Andi Syarif M/Lintas