Ketua TP PKK Bone : Cegah Stunting, Wujudkan Bone Mabessa

16
Ketua TP PKK Kabupaten bone Provinsi Sulawesi Selatan, Ibu Hj. Kurniaty A. Fahsar, S.H., Spec.Not (Foto/Gertim News)

GERBANGTIMURNEWS

BONE – Ketua TP PKK Kabupaten bone Provinsi Sulawesi Selatan, Ibu Hj. Kurniaty A. Fahsar, S.H., Spec.Not.

Saat membuka Sosialisasi Pencegahan Stunting Tingkat Kabupaten Bone dan Pembinaan Kelompok Perempuan Untuk Turut Serta Dalam Membangun Desa.

Dengan mengangkat tema “Bersama Cegah Stunting Wujudkan Bone Mabessa (Masyarakat Bone Yang Mandiri, Berdaya Saing, dan Sejahtera) yang dilaksanakan di Gedung Latea Riduni Watampone, Senin, 30/11/ 2020.

 

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone mengajak semua kader PKK untuk ikut terlibat secara aktif dan sistematis dalam pencegahan dan penanggulangan stunting. Ini diharapkan bisa menekan prevalensi stunting yang ada di Kabupaten Bone.

Lanjut Ibu Hj. Kurniaty A. Fahsar, S.H., Spec.Not. Dalam rangka mencegah stunting tidak hanya menjadi tugas instansi leader namun melibatkan seluruh komponen dalam pencegahan stunting penting dilakukan dengan pendekatan multi-sektor melalui sinkronisasi program-program nasional, lokal, dan masyarakat.

Demikian halnya, penanganan stunting di Bumi Arung Palakka bukan hanya ditangani Dinas Kesehatan saja namun melibatkan seluruh level pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan sampai tingkat desa.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone mengajak semua kader PKK untuk ikut terlibat secara aktif dan sistematis dalam pencegahan dan penanggulangan stunting. Ini diharapkan bisa menekan prevalensi stunting yang ada di Kabupaten Bone.

Keterlibatan semua pihak dalam upaya pencegahan stunting di kabupaten Bone berdasarkan Peraturan Bupati Bone Nomor 3 Tahun 2020 tentang Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting.

“Setiap kesempatan, kami selalu mengajak seluruh kader PKK untuk terlibat aktif dalam pencegahan dan penanggulang stunting, karena ini menyangkut mutu dan kualitas anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa ,” kata Ibu Hj. Kurniaty A. Fahsar.

Menurut Kabid Kesehatan Masyarakat dr.Dr. Eko Nugroho, S.Ked, M.Adm.Kes., bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Prevalensi Balita Stunting Kabupaten Bone Tahun 2017 mencapai 40,1 persen, kemudian tahun 2018 turun menjadi 37,3 persen, dan tahun 2019 turun lagi menjadi 33,02 persen. (a.msr)

Penulis : Lutfy ( Rudi ) l Editor : Dhani Naba

Gertim News