Ketua LSM Gerak Indonesia DPC Mamasa Kawal Laporan Excavator Hibah Yang Diduga Disewakan Di Polres Mamasa

182

GERBANGTIMURNEWS.COM-MAMASA: Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerak Indonesia DPC Mamasa datangi kantor polres Mamasa untuk mempertanyakan hasil laporan soal Excavator Hibah yang diduga dipersewakan, 11Januari 2022

Kepala satuan reserse kriminal (Reskrim) polres Mamasa Iptu.Dedi Yulianto,SH saat  dihubungi lewat via telepon seluler menyampaikan bahwa, Surat aduan LSM Gerak Indonesia kini sudah di disposisi oleh pimpinan (Kapolres) dan akan di lanjutkan ke Unit Tipikor Polres Mamasa,”ucap Iptu.Dedi

Terpisah dengan Kanit Tipikor Polres Mamasa Ipda.Muh.Gusti Rifa Abadi saat di konfirmasi lewat via telfon dia membenarkan dengan adanya surat laporan LSM Gerak sudah dalam penanganan unit Tipikor Polres Mamasa,”ujar IPDA Gusti pada, Jumat 21/01/2022.

“Saya berjanji akan segera menindak lanjuti surat laporan Pengaduan LSM yang dimaksud dan terlebih dahulu akan memeriksa juknis penyerahan alat bantuan dari kementerian yang di laporkan” Kami akan periksa Juknisnya, jika juknis benar tidak mengizinkan bantuan tersebut di Komiersilkan maka kami akan tindak lanjuti laporan  LSM ke tahap selanjutnya.

Lanjut Iptu Gusti, selain itu unit Tipikor Polres Mamasa juga akan meminta penjelasan dari pihak-pihak terkait yang namanya disebut dalam surat laporan Pengaduan yang dialamatkan ke polres Mamasa, diantaranya dua oknum kepala desa, pengurus Pokdakan serta instansi terkait yang menangani alat bantuan excavator yang di laporkan LSM Gerak Indonesia DPC Mamasa,” jelasnya

“Minggu depan, kami mulai melakukan Lidik terhadap laporan tersebut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, LSM gerak DPC Mamasa melalui Ketuanya Andi Waris Tala melayangkan surat laporan Pengaduan atas dugaan penyalahgunaan barang milik negara/daerah berupa satu unit excavator.

Andi Waris Tala selaku ketua Gerak Indonesia DPC Mamasa menjelaskan bahwa, Alat tersebut diperuntukkan untuk pengembangan budidaya ikan di lingkup Kelompok budidaya ikan (Pokdakan). Namun belakangan diketahui, bahwa alat tersebut dipersewakan kepada pihak lain. Diantaranya dipersewakan untuk pematangan lahan perumahan warga, pekerjaan Perintisan Jalan di Dua Desa di kecamatan Sumarorong,serta percetakan Sawah di beberapa lokasi,”jelas Andi Waris Tala

“Sewa alat pun dipatok sebesar 400 ribu per jam. Selain Mempersewakan alat bantuan pemerintah, sewa alat pun tidak disetorkan langsung ke rekening bendahara negara/daerah. Dengan kejadian tersebut, Andi Waris Tala pun melaporkan hal tersebut kepada polres Mamasa.

Ketua Gerak Indonesia Menuturkan bahwa, hal ini tidak boleh dibiarkan terjadi di Kabupaten Mamasa. Tujuan pemerintah pusat melalui kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP) menyalurkan bantuan berupa Excavator kepada Pokdakan untuk kemajuan sektor perikanan di Kabupaten Mamasa,”ujarnya

Jika Niat Baik pemerintah pusat disalahgunakan oleh Oknum dan Kelompok tersentuh, maka secara tidak langsung Negara mengalami kerugian yang tidak sedikit jumlahnya. “Alat tersebut harganya ratusan juta” bertujuan untuk kesejahteraan para kelompok Budidaya Ikan. Bukan untuk kesejahteraan oknum tertentu.

Untuk itu, saya selaku ketua DPC LSM Gerak Indonesia kabupaten mamasa, berharap agar unit Tipikor Polres Mamasa benar benar serius menangani laporan Pengaduan kami. Jika unit Tipikor Polres Mamasa benar benar serius, maka mereka pasti jerah melakukan hal yang sama. Kami selaku pengurus LSM gerak tidak pernah kompromi dengan pelanggaran apapun yang terjadi di wilayah kerja LSM gerak DPC Mamasa,”tutup Andi Waris

Laporan: Andi Rusli

Editor: DELOM