Kesal Disebut Pencuri Oleh Korban Saat Ditagih Utang

48
Pelaku Pembunuhan dan Barang Bukti Pelaku (*/Gertim News)

GERBANGTIMURNEWS

PINRANG – Hasbullah (60), dibekuk anggota Polsek Paleteang di Warkop Cekiang. Lalu diserahkan ke Resmob Polres Pinrang lengkap dengan barang bukti badik. Itu setelah pria asal Teppoe, Kecamatan Patampanua, Pinrang itu, menikam hingga tewas Nasruddin (60) di Masjid Raya Pinrang, Jl Sultan Hasanuddin, Pinrang.

Peristiwa itu terjadi Jumat, 11 Desember 2020 kemarin. Usai salat asar. Pelaku yang berprofesi sebagai wiraswasta itu, diciduk polisi tak lama setelah pembunuhan.

Baca Juga : penyaluran-blt-dana-desa-tahap-456-di-desa-tanjonga-kec-turatea-kab-jeneponto

Di depan penyidik Polres Pinrang, pelaku mengaku tega membunuh korban, lantaran kesal disebut pencuri oleh korban saat ditagih utang.

Menurut pelaku, dia sudah lupa jumlah utangnya. Itu utang proyek. Korban merupakan pensiunan ASN di Dinas Kependudukan Pinrang.

“Dia tagih saya. Saya emosi, Pak. Saya sempat diajak berkelahi, namun saya diam saja, baru saya bereaksi karena dikatai pencuri sama dia,” kata Hasbullah saat diperiksa penyidik.

Pelaku menghabisi nyawa korban dengan sebilah badik. Itu setelah keduanya melaksanakan salat asar di Masjid Raya Kabupaten Pinrang, Jumat (11/12/2020).

Baca Juga : penyaluran-blt-dana-desa-tahap-456-di-desa-tanjonga-kec-turatea-kab-jeneponto

Insiden itu terekam CCTV. Di situ tergambar jelas mulai dari saat berdebat hingga terjadinya penusukan. Tampak awalnya, korban dan pelaku dilerai oleh seorang jemaah yang diketahui merupakan adik kandung korban.

Namun saat cekcok makin memanas, korban berdiri dan pelaku mengambil badik di pinggang kirinya, lalu menusukkan ke dada korban. Korban sempat terjatuh lalu bangkit kembali. Terus dikejar sama pelaku. Akhirnya pada kali kedua dia tumbang. Korban sempat dilarikan ke RSUD Lasinrang Pinrang. Sayang, nyawanya tak tertolong.

Penganiayaan berujung maut ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Praditya Negara. “Sementara masih kita dalami. Pengakuan awalnya karena masalah utang-piutang yang dipicu perkataan kasar,” kata Dharma kepada wartawan. (*/Hana)

Gertim News



Baca Juga : kejari-jeneponto-musnahkan-barang-bukti-narkotika-dan-senjata-tajam