Kementan Tinjau Lokasi PATB Di Jeneponto: SYL, Ini Sesuai Arahan Presiden RI, Joko Widodo

12

GERBANGTIMURNEWS.COM-JENEPONTO: Kementrian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia Dr. H Syahrul Yasin Limpo lakukan peninjauan Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) di wilayah Bila-bilayya Kel. Empoang Selatan Kec. Binamu Kab. Jeneponto Sulsel, Minggu 06/02/2022.

Mentri Pertanian Syahrul Yasin Limpo didampingi Bupati Jeneponto Iksan Iskandar saat di lokasi

Di tengah tingginya kebutuhan jagung, Kementerian Pertanian RI atau Kementan terus berupaya mendorong peningkatan pertanaman jagung pada lahan existing maupun pada lahan perluasan areal tanam baru (PATB).

Ini sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan stok pangan nasional.

Jeneponto merupakan daerah kering dengan tanah penuh bebatuan sehingga lahan cukup sulit diolah secara tradisional.

Padahal jeneponto salah satu daerah produksi penghasil jagung terbesar di Sulawesi Selatan, Jeneponto kini menjadi tumpuan nasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu daerah penghasil produksi jagung terbesar di Sulawesi Selatan.

Daerah ini juga merupakan daerah kering dengan tanah penuh bebatuan besar sehingga lahan cukup sulit diolah secara tradisional.

Mentan saat tinjau lokasi check dam bersama Bupati Jeneponto dan rombongan

“Penanganan lahan Jeneponto memerlukan proses dan waktu jika dilakukan secara manual sehingga sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kami hadir untuk mengintervensi sehingga lahan yang ada dapat berproduksi secara maksimal,”jelas Syahrul

Mentan Syahrul juga menambahkan intervensi yang dilakukan Kementan diharapkan dapat meningkatkan pertanaman jagung di Jeneponto dan mampu meningkatkan produksi secara maksimal.

Selain lahan, Mentan juga memperhatikan ketersediaan masalah air yang menjadi kendala pada petani.

“Oleh karena itu, kita kembali hidupkan pintu-pintu air dan tempat-tempat penyimpanan air saat memasuki musim kering. Selanjutnya, percepatan tanam harus dilakukan pada saat masih ada hujan seperti saat ini,” tambah Mentan.

Selain itu, kedepan pertanian Jeneponto dapat dikembangkan dengan sistem pertanian terintegrasi yang mengelola potensi pertanian dari hulu ke hilir.

Diharapkan petani tidak hanya menanam jagung saja pada lahan yang dimiliki namun mampu memanfaatkan tanaman perkebunan pangan, hortikultura, hewan ternak dan perikanan, untuk meningkatkan perekonomian petani.

“Untuk permodalan Bapak Presiden perintahkan untuk mempergunakan KUR Pertanian. Ini yang sedang kita rancang namun mengajarkan cara budidaya baru ke petani tidak semudah membalikkan tangan, ini menjadi tantangan yang perlu dihadapi,”kata Syahrul yang didampingi Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar saat peninjauan lokasi.

Tidak hanya itu, Jeneponto juga mendapatkan alokasi bantuan jagung 3.000 ha.

Laporan: Safri Jarre

Editor: Delom