Kedua Wakil Ketua DPRD Mamasa Angkat Bicara Soal Dana PEN Yang Dinilai Tidak Menghargai Banggar”Ada Apa…!

668

GERBANGTIMURNEWS.COM-MAMASA: Sekaitan dengan Rencana Pinjaman Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai 97 Milyar, membuat Ketua DPRD Mamasa Orsan Soleman dituding oleh Dua Wakilnya tidak menghargai Apa yang telah di Putuskan Badan Anggaran (Banggar) Yang telah di Sepakati melalui Badan Musyawarah ( Bamus) DPRD Mamasa.

Lontaran Pedas yang dialamatkan kepada Ketua DPRD Mamasa berawal ketika Ketua DPRD Mamasa Orsan Soleman mengeluarkan Undangan Paripurna tentang Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2022. Dimana, Undangan Paripurna tersebut Merupakan undangan Kegiatan Rutin Tahunan DPRD yang dinilai sangat Penting dan Urgen,sehingga Ketua DPRD Mamasa tidak Boleh sesuka hati mengeluarkan Undangan Paripurna tanpa berkoordinasi dengan seluruh pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua II DPRD Mamasa Juan Gayang Pongktiku (Juan) Kepada Awak Media via telepon Selulernya Jumat (10/09/21). Juan menjelaskan, bahwa Undangan Paripurna yang di Keluarkan oleh Ketua DPRD Mamasa secara sepihak merupakan sikap tidak menghargai apa yang telah di Putuskan melalui Badan Musyawarah (Bamus) beberapa Saat Yang Lalu.

Melalui Bamus, Mayoritas Bagian Anggaran (Banggar) DPRD Mamasa Menolak dengan Tegas Rencana Pemerintah Melakukan Pinjaman Dana Pemihan Ekonomi Nasional (PEN),sebab dana PEN nantinya semakin menambah Beban Daerah dalam bentuk Hutang Daerah. Kata Juan dengan nada kesal. Kita tidak Mungkin sepakat daerah kita hanya mewariskan Hutang kepada Rakyat Kabupaten Mamasa, Sehingga penolakan Pinjaman Dana PEN oleh Banggar DPRD Mamasa menurut Juan Sangat Masuk Akal.

Yang Paling Mengherankan kata Juan, Nyata Nyata Banggar DPRD mayoritas Menolak Pinjaman Dana PEN melalui Bamus, Tenyata Secara Sepihak Ketua DPRD Mamasa Seolah Olah Tidak mengindahkan Hasil Yang telah Disepakati oleh Banggar DPRD Mamasa. Buktinya, Ketua DPRD Serta Merta Mengeluarkan Undangan Paripurna Pandangan Akhir Fraksi Terhadap KUA PPAS tahun 2022. ini merupakan hal yang sangat menggelitik dan perlu di pertanyakan.

Tindakan yang dilakukan ketua DPRD Mamasa ini sangat bertentangan dengan PP.56 Tahun 2015 (pasal 16) Kata Juan.
Hal Senada juga di Lontarkan oleh Wakil Ketua I DPRD Mamasa David Bambalayuk. Menurut David, sejatinya Ketua DPRD Mamasa sebelum Mengeluarkan Undangan Paripurna hari ini (Jumat 10/09/2),

Ketua DPRD seharusnya Berkoordinasi dengan Seluruh Unsur Pimpinan DPRD. Sebab Kata David, Ketua DPRD Memang Dijabat Oleh Satu Orang, Namun Pimpinan DPRD dijabat Oleh Seluruh Alat Kelengkapan Dewan Khususnya Para pimpinan (Wakil Ketua), Ketua Komisi dan Unsur Yang Telibat Dalam Banggar DPRD Mamasa. Ketua DPRD sangat tidak Layak Mengambil Keputusan Secara Sepihak.

Keputusan apapun yang lahir di Gedung terhormat ini, Seharusnya dirumuskan dan diputuskan secara kelembagaan bukan perorangan. David Menambahkan,rencana peminjaman Dana PEN sebesar 97 Milyar dengan bunga 12,5% setiap Tahun. Dana PEN tersebut akan di cicil selama 5 tahun, terhitung mulai Tahun 2022 sampai Tahun 2027.

Alasan itulah yang membuat Banggar DPRD Mamasa mayoritas Menolak Rencana Pinjaman Dana PEN sebab Dana PEN hanya Berdampak menimbulkan hutang Daerah Sekitar 100 Milyar lebih dengan rincian, Hutang Pokok Sebesar 97 Milyar ditambah Bunga Sebesar 12,5% (20 Milyar Lebih). Sehingga Selaku Wakil Rakyat kita Harus Memikirkan dampak terburuk dari rencana pinjaman tersebut. Kata David.
Sekaitan dengan hal Di atas, awak media berupaya konfirmasi Ketua DPRD via Telepon, Namun Tidak ada Jawaban.

Laporan: (Andi Waris Tala/AR)