Kain Putih Dipasang Berjejeran di 3 Rumah Bocah yang Tenggelam di Waduk Nipa-nipa

10788

Gerbangtimurnews, Gowa – Tiga buah rumah yang berderetan dipasangi bendera putih di Dusun Baddo-Baddo, Desa Jenne Mandingin, Kecamatan Pattalasang.

Pemilik tiga rumah tersebut memang sedang berduka. anaknya masing-masing ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Waduk Kolam Regulasi Nipa-nipa pada Rabu 12 Agustus 2020 kemarin.

Baca Juga : https://gerbangtimurnews.com/3-bocah-meninggal-dunia-di-waduk-regulasi-nipa-nipa/

Tiga bocah itu diketahui berenang diam-diam dan tidak tahu berenang di Kolam Regulasi Nipa-nipa.

Foto rumah ketiga bocah yang meninggal itu pun ramai dibagikan di media sosial.

Baca Juga : https://gerbangtimurnews.com/adanya-mobil-treatment-polri-korban-banjir-bandang-luwu-utara-tidak-lagi-kesulitan-mendapatkan-air-bersih/

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman sempat mengunjungi rumah duka korban tenggelam di waduk kolam regulasi Nipa-Nipa, Rabu 12 Agustus 2020 malam.

Baca Juga : https://gerbangtimurnews.com/aesculapius-makassar-serahkan-bantuan-apd-kepada-ketua-pdui-jeneponto-dr-erwin-pratama-ar-didampingi-sekretarisnya-dr-ansar-arifin/

Ketiga korban tersebut diketahui masih duduk di bangku kelas 3 SD atau berusia 10 tahun berinisial RE dan MF. Serta seorang anak berusia 7 tahun atau kelas 1 SD berinisial AN.

Wagub Sulsel mengunjungi rumah masing-masing korban yang masih bertetangga dan masih hubungan keluarga.

Sudirman menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban, serta memberikan santunan kepada keluarga korban.

Tak lupa pula, ia memanjatkan doa untuk korban.

Evaluasi Sistem Safety Waduk Nipa-nipa

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan dirinya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang.

“Mengingat waduk di bawah Kementerian PUPR, untuk mengevaluasi sistem safety penjagaan di semua waduk dekat pemukiman, termasuk waduk Nipa-Nipa ini,” ujarnya.

“Kami tahu bahwa di sana sudah ada sistem penjagaan dan cctv serta larangan untuk berenang, tapi tentu yang namanya anak-anak tidak akan mudah untuk menjaganya setiap saat,” katanya.

“Balai harus evaluasi sistem safety penjagaannya 24 jam ekstra ketat dengan pos-pos intai setiap berapa meter, sistem alarm atau opsi pagar keliling menjadi sebuah keharusan agar kejadian serupa tidak terulang,” jelas Andi Sudirman.

*Muh. Faisal & Rudi