Kadis Dukcapil dan Pj Wali Kota Makassar Berseteru Mengenakan Masker

23

GERBANGTIMURNEWS

Makassar – Rencana pemindahan pelayanan e-KTP di 15 Kantor Camat Kota Makassar, rupanya melalui perundingan sengit antara Pj Wali Kota Makassar bareng Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Makassar Aryati Puspa Abadi.

Keduanya adu argumen terkait pelayanan e-KTP, di hadapan para camat yang berlangsung di Kantor Balaikota Makassar, Jl Jend Ahmad Yani, Kota Makassar. Saat berlangsung dialog yang menegangkan itu kedua tetap mengenakan masker dan saling berhadapan.

Staf Khusus Pj Wali Kota Makassar, Munadhir Mubarak membenarkan hal tersebut.

“Iya, kejadiannya Rabu lalu,” ujar Nadhir, sapaan Stafsus Rudy Djamaluddin ini, Minggu (29/11/2020) via telepon.

Atas perundingan itu, Rudy pun menelepon langsung Dirjen Dukcapil Kementrian Dalam Negeri Prof Zudan Arif Fakrulloh.

“Supaya jelas tak tanggung-tanggung Pak Wali (Rudy) saat itu langsung telepon Prof Zudan. Dia speaker pembicaraanya malah di depan para camat,” beber Nadhir.

Nadhir mengungkapkan Prof Zudan pun mendukung Pj Wali Kota memindahkan pelayanan E-KTP di Kantor Camat.

Pelayanan di kantor camat bertujuan untuk memudahkan warga dalam mengakses pelayanan administrasi kependudukannya.

Di beberapa momentum, Pj Walikota Makassar Rudy mendapat aduan dan keluhan warga atas pelayanan di Kantor Dukcapikl Makassar.

“Banyak warga mengeluhkan sulitnya untuk datang mengurus surat-surat kependudukannya,” kata Rudy baru ini.

Alasan warga ke Rudy, akses ke kantor Disdukcapil jauh, dengan cakupan seluruh wilayah kota Makassar yang begitu luas, sehingga pihaknya memutuskan agar pembagian KTP dikembalikan ke kantor kecamatan.

“Setelah kemarin kita rapat bersama para camat, kepala dinas, dan berkonsultasi ke Dirjen, akhirnya diputuskan, pembagian KTP dikembalikan lagi ke kecamatan supaya warga tidak lagi antri mengambil KTP-nya,” ujar Prof Rudy saat berada di Kecamatan Biringkanayya.

Ia menambahkan, pelayanan KTP di Makassar hanya ada di dua tempat, yaitu di kantor Disdukcapil dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang berada di Balaikota.

“Bayangkan dari seluruh wilayah Makassar, cuma ada dua pengambilan KTP yakni di Dukcapil dengan di PTSP, sekarang cukup di kecamatan saja dan tidak ada aktifitasi lagi, karena datanya sudah online, kalau bisa kita mudahkan pelayanan, kenapa kita tidak mudahkan,” jelasnya.

Ia pun berharap, kelak warga tidak perlu lagi datang mengambil KTPnya, karena pihak kecamatan dan kelurahan bisa melakukannya. (H. Jurlan).

Editor : Fakhruddin / Dhani Naba

Gertim News