Dosen FKM-UPRI Mempresentasikan Hasil Survey Dalam Seminar Kebangsaan MPR RI

270

Gerbangtimurnews, Makassar – Seminar kebangsaan MPR RI digelar pada hari Kamis tanggal 6 Agustus 2020 di Red Corner Cafe Makassar menghadirkan pemateri dua pemateri, yaitu Bapak Dr. H. Ajiep Padindang, SE, MM sebagai anggota MPR RI dan Masdarwati, SKM, M. Kes.

sebagai dosen dan sekaligus Wakil Dekan 1 FKM-UPRI Makassar. Moderator Bapak Ali imran Thamrin, SKM, MM yang merupakan Dekan FKM UPRI Makassar.
Dalam materinya “Pembangunan Kesehatan Masyarakat berdasarkan UUD NRI tahun 1945”, pak Ajiep menyampaikan bahwa kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia dan merupakan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia.

Untuk mencapai tujuan negara, harus diselenggarakan upaya pembangunan yang berkesinambungan, termasuk pembangunan kesehatan. Untuk membangun kesehatan masyarakat, ada tiga unsur yang perlu diperhatikan, yaitu kesehatan diri, kesehatan keluarga, dan kesehatan masyarakat. Bangsa ini harus memperhatikan kesehatan dan kualitas SDM, karena SDM yang kuat akan melahirkan NKRI yang kokoh.

Sementara itu, Masdarwati yang memaparkan hasil survey dengan judul Pola Konsumsi Masyarakat Sulawesi Selatan Semasa Pandemi Covid-19 menyatakan bahwa dari hasil survey terdapat 74,8% dari 1065 sampel yang mengalami peruabahn pola makan semasa pandemi covid-19.

Dampak dari adanya perubahan tersebut ada dua: yang pertama, masyarakat dengan jumlah asupan “berkurang” menyebabkan mereka kekurangan zat gizi (makro/mikro). Yang kedua, masyarakat dengan jumlah asupan “bertambah” Berkurangnya asupan makanan pokok (seperti nasi), dapat menyebabkan berkurangnya asupan zat gizi berupa energi, sehingga hal ini dapat menyebabkan penurunan berat badan.

Jika hal ini dialami oleh ibu hamil, dapat menyebakan asupan gizi janin dalam kandungan berkurang dan bisa melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BLR) dan kejadian stunting. Jika hal ini dialami oleh ibu menyusui dan kelompok yang paling rentan (Balita), dapat menyebabkan meningkatnya kasus gizi kurang, gizi buruk, dan kejadian stunting di Sulawesi Selatan, Jika hal ini dialami oleh pekerja (terutama pekerja yang membutuhkan energi yang tinggi dalam pekerjaannya), maka hal ini dapat menurunkan produktivitas kerja.

Sebaliknya, bertambahnya asupan makanan pokok dan lauk-pauk yang merupakan sumber energi dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas yang bisa memicu timbulnya penyakit degeneratif seperti jantung, osteoporosis, kanker, diabetes mellitus, dan hipertensi.

Berkurangnya asupan secara langsung dapat menurunkan kekebalan tubuh sehingga rentan terinfeksi coronavirus dan penyakit yang lain.

Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan antara perubahan pola makan dan perubahan berat badan masyarakat semasa pandemi Covid-19.

*Muh. Faisal