Dialog Penanganan Stunting Dengan Program Bangga Kencana

70

GERBANGTIMURNEWS.COM

MAKASSAR – Poltekkes Kemenkes Makassar kerjasama dengan Perwakilan BKKBN Propinsi Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan “Dialog Penanganan Stunting Dengan Program Bangga Kencana” dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke 56 pada hari jumat, (13/11/2020) bertempat di Poltekkes Kemenkes Makassar.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi MoU antara Poltekkes Kemenkes Makassar dan Perwakilan BKKBN Propinsi Sulawesi Selatan.

Dialog ini menghadirkan narasumber dari Deputi Lalitbang BKKBN (Prof. drh. M. Rizal Damanik, MRep, Sc, Ph.D), Kepala Perwakilan BKKBN Propinsi Sulawesi Selatan (Dra. Hj. Andi Ritamariani, M. Pd), Guru Besar FKM Unhas (Prof. dr. H. VenyHadju, M. Sc, Ph.D) dan Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan (St. Rahmatiah, SKM, M. Kes). Ada pun peserta dalam dialog ini di ikuti oleh civitas akademika Poltekkes Kemenkes Makassar dan beberapa Perguruan Tinggi di Kota Makassar yang berlangsung secara daring dan luring.

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Makassar Dr. Ir. H. AgustianIpa, M. Kes dan langsung memberikan paparan singkat tentang implementasi pelaksanaan pencegahan stunting yang telah dilaksanakan di Poltekkes Kemenkes Makassar.

Sejauh ini civitas akademika Poltekkes Kemenkes Makassar telah berkontribusi dalam pencegahan stunting seperti pelaksanaan PKL Terpadu Tematik “Stunting”, Penelitian dan pengabdian masyarakat, dosen dan mahasiswa dengan tema pencegahan dan penanggulangan stunting, termasuk kegiatan penelitian kerjasama yang telah dilaksanakan dengan BKKBN Propinsi Sulawesi Selatan.

Prof. drh. M. Rizal Damanik, MRep, Sc, Ph.D memberikan paparan tentang “Menjadi Generasi yang Keren”, dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa dalam upaya penurunan prevalensi stunting salah satunya melalui 1000 HPK dan persiapan bagi calon pengantin dengan program course pre konsepsi melalui edukasi persiapan mental dan fisik. Dra. Hj, Andi Ritamariani, M. Pd memberikan paparan tentang strategi penanganan stunting di Sulawesi Selatan oleh Perwakilan BKKBN Propinsi Sulawesi Selatan.

Sejauh ini Ibu Kepala Perwakilan memberikan penegasan bahwa BKKBN dengan Kampung KB (Kampung Berkualitas) adalah lingkungan lintas sektor hingga tingkat desa yang dapat mendukung program pencegahan stunting.

Prof. Veny Hadju memberikan pandangan tentang kebijakan penanggulangan stunting di Sulawesi Selatan, dan Siti Rahmatiah memberikan paparan tentang Program Gammara’na (Gerakan Masyarakat Mencegah Stunting) Propinsi Sulawesi Selatan.

Kesimpulan dari kegiatan ini bahwa dalam upaya penurunan stunting sesuai target RPJMN tahun 2024 menjadi 14% dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dan salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan persiapan calon ibu melalui edukasi untuk persiapan mental dan fisik sebelum memasuki masa 1000 HPK.

Laporan : Lutfy ( Rudi ) l Editor : Dhani Naba