Bupati Mamasa Himbau Masyarakat Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

323

GERBANGTIMURNEWS.COM-MAMASA- Bupati Ramlan Badawi Selaku Ketua SATGAS Penanganan Covid-19 di Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat, tak Henti-Hentinya Memberi Himbauan Kepada Segenap Masyarakat Kabupaten Mamasa.

Himbauan Bupati Acap Kali Disampaikan Di Setiap saat, baik Himbauan Lisan maupun Himbauan Tertulis. Rupanya Himbauan Bupati Selaku Ketua SATGAS Covid-19 Toh Kadang tidak di indahkan Oleh Masyarakat tersebut.

Keseriusan Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk melawan Virus Corona Dibuktikan dengan Terbitnya Surat Edaran Bupati Mamasa No.048/460/VII/2021 tertanggal 05 Juli 2021.

Surat Edaran ini Dikeluarkan Dengan Maksud Agar Masyarakat Kabupaten Mamasa Benar-Benar Sadar diri Akan Pentingnya Vaksinasi Covid-19, karena Mengandung Zat yang Dapat menambah Kekebalan Tubuh Manusia Dari Serangan Penyakit diantaranya Serangan Virus Corona.

Hal ini di Sampaikan oleh Bupati Mamasa DR.H.Ramlan Badawi,MH melalui Via Telepon, Selasa (06/07/21) saat di hubungi oleh pihak Media.

Sekaitan Dengan Surat Edaran Bupati Selaku Ketua SATGAS Covid-19 ada Beberapa Poin Penting tersirat Dalam Surat Edaran Tersebut. Diantaranya, Masyarakat Kabupaten Mamasa Yang Tidak Dapat Menunjukkan Bukti Sertifikat Vaksin Covid-19, akan Mendapatkan Sanksi Berupa :
(1).Pemberian Bantuan Sosial seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Sejenisnya ditunda Apabila Masyarakat Penerima Bantuan tidak Dapat Menunjukkan Bukti Sertifikat Vaksin.

(2).Bagi Masyarakat Yang Tidak Dapat Menunjukkan Bukti Sertifikat Vaksin, Maka segala Urusan Masyarakat Sekaitan Dengan Keperluan Administrasi Pemerintah akan Di Tunda.

(3).Dengan Dikeluarkannya Surat Edaran Bupati Tersebut, membuat masyarakat Bertanya Tanya soal Vaksinasi Covid-19. Pertanyaan sebagian Masyarakat Tentang Vaksin Tentu Berfasiasi. Ada Yang Enggan Di Vaksin Karna Takut, Bahkan Ada Masyarakat Yang Enggan Di Vaksin Karna Terpengaruh Oleh Berita Berita “Hoax” tentang Bahaya Vaksin Covid-19. Anggapan Masyarakat Kabupaten Mamasa yang Berfasiasi Diatas Oleh Ramlan itu Sah Sah Saja.

(4). Surat Edaran yang Di Keluarkan Bupati Mamasa semata mata untuk Menyelamatkan Rakyat Mamasa Dari Seraangan Virus Covid-19 yang Makin Mengganas Di Wilayah Kabupaten Mamasa. Untuk Itu, Ramlan Menghimbau Agar Masyarakat tidak Terpengaruh dengan berita berita Hoax yang Menyesatkan. Adapun Berita Tentang Bahaya Vaksin Covid Beredar Di Media Media Sosial, Bupati Lagi Lagi Mengatakan bahwa Itu hanya Berita “Bohong”. Menurut Bupati, Tim Medis Dalam Melakukan Vaksinansi Sebelumnya Medis (dokter) yang Diberi Tugas Khusus untuk Melakukan Vaksinansi Terlebih Dahulu Melakukan Pemeriksaan (screaning) terhadap Masyarakat itu Sendiri. Jika Melalui Pemeriksaan Ditemukan Riwayat penyakit yang Bertolak Belakang Dengan Vaksin, Maka Tentu Vaksinasi Tidak Dapat Dilakukan Terhadap Masyarakat Yang Memiliki Riwayat penyakit yang Dimaksud. Proses Vaksinasi Dilakukan oleh Tenaga medis Yang Sudah melalui Proses Pelatihan Khusus. Bahkan Petugas Vaksinasi Yang Tersebar Di 17 Puskesmas merupakan orang orang Pilihan yang Di Latih Khusus Sekaitan dengan Vaksinasi. Jadi Masyarakat Tidak Usah Ragu apalagi Takut Di Vaksin. Kata Ramlan.

(5). Bagi Masyarakat Yang Mengalami Riwayat penyakit sehingga dinyatakan Tidak Layak menerima Vaksinasi Covid-19, Masyarakat tersebut Harus Menunjukkan Surat Keterangan (Suket) Dari Dokter Tentang Riwayat Penyakit Tersebut. Intinya Vaksin Di Berikan Kepada Masyarakat Yang “SEHAT” sebab Dokter sebelum melakukan Vaksinasi, terlebih Dahulu Dokter Wajib Memeriksa Kondisi Kesehatan Masyarakat. Tutup Ramlan Via Telepon.

(6). Sekedar Informasi, Jumlah Masyarakat Kabupaten Mamasa Yang Dinyatakan Positif Covid-19 Sesuai Data Yang Dikirim Demmaelo selaku Ka. Bidang Informasi Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 sebanyak 137 Orang Dengan Rincian, Kecamatan Mamasa (38 Orang) Kecamatan Sumarorong (55 Orang) Kecamatan Bambang (33 orang) kecamatan Tawalian (10 orang) dan Kecamatan Balla (1 orang) total 137 Warga Terpapar Covid-19 dalam Proses Karantina Mandiri.

Laporan: Andi Rusli/AWT