Breaking News: Masamba Luwu Utara, Sulsel Dilanda Banjir Bandang, Warga : Ini Terparah Dibanding Sebelumnya

16

Gerbangtimurnews, Masamba – Bencana alam terkadang datang di waktu yang tidak diduga.

Banjir parah kembali melanda Masamba akibat meluapnya Sungai Masamba, Senin malam 13 Juli 2020 sekira pukul 22.00 Wita.

Banjir Bandang susulan melanda Kecamatan Masamba, Luwu Utara, Senin malam. Banjir bandang ini pun mengakibatkan jembatan permanen Tandung, Desa Baloli ikut terputus.

Jembatan tersebut diketahui merupakan penghubung beberapa desa, diantaranya Desa Lantang Tallang, Pincara dan Desa Sumillin.

“Ini banjir yang terparah dari banjir-banjir sebelumnya, Dr kemarin malam mmg sdh banjir tp tdk separah ini, Klu jumlah desa yg terdampak itu sekitar lebih 10 desa..cuma yg parah adalah desa radda,kelurahan bone,bone tua dan laba, Korban ada 3 orang yg hanyut dan 1 orang sudah di ketemukan sekarang berada dirumah sakit hikmah dan 2 org lain masih hilang. ” kata Bunda Nia salah satu warga.

Selain itu, beberapa rumah ikut terbawa arus banjir. Ratusan warga di kecamatan Masamba berlari untuk mengamankan diri tempat yang lebih tinggi.Hingga berita ini diterbitkan, debit air masih cukup tinggi dan Menurut info ada 6 rumah yg terseret banjir dan itu baru info sementra.

Korban yang di ketemukan dalam keadaan meninggal adalah warga desa bone tua ( ingkor)

Pada hari sebelumnya, banjir bandang juga melanda kawasan ini sekitar pukul 01.20 Wita, Senin (13/07/20).

Tidak tanggung-tanggung, banjir yang terjadi akibat luapan sungai Masamba menghanyutkan satu unit rumah panggung, di Kelurahan Bone.

Beruntung sebelum terbawa banjir, sang pemilik dan keluarganya segera meninggalkan rumah menuju lokasi yang lebih aman.

***