Alat Berat Excapator Disita Gakkum,Pekerjaan Jalan NASIONAL Mamasa-Toraja Terhenti.Aktivis LSM Tuding Kehutanan Terbukti Pilih Kasih.

1648

GERBANGTIMURNEWS.COM-MAMASA: Pekerjaan Jalan Poros Nasional Mamasa-Toraja Sejak 12 September 2021 dinyatakan Berhenti untuk Sementara. pasalnya, Alat Berat Excapator disita oleh Gakkum Kehutanan,dengan Tudingan Excapator tersebut melakukan aktivitas pekerjaan dalam Kawasan Hutan Lindung Lombonan Desa Lambanan Kab.Mamasa Sulawesi Barat.

Menurut Yeheskel Rianus (Yang akrap Disapa Rian) , selaku Penanggung Jawab dalam kegiatan pembangunan jalan Nasional tembusan tanah toraja itu bahwa sementara waktu pekerjaan belum bisa dilanjutkan oleh karena Alat (Excavator) disita oleh Pihak Gakkum Kehutanan Kab.Mamasa.

Alasan mereka menyita alat, karena alat tersebut sedang membuka lahan dikawasan hutan lindung. Sementara, Excavator yang mereka sita itu bekerja dalam wilayah Ruwasja (Ruang Pengawasan Jalan) dan saat ini, alat tersebut mereka titipkan di Kodim Mamasa.

Sekarag terjadi Longsor di jalan Nasional, yang ada dalam Kawasan Hutan lindung. Jadi siapa yang mau bersihkan kalau Alat masih disita…?? Tanya Rian Bingung .

Ataukah kita menunggu ada korban dari Pengguna Jalan dulu baru kita memahami tentang peran pekerja jalan Terangnya..??

Rian menambahkan,bahwa ini sangat jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004. Tentang Jalan. Selain UU Mekanisme Dan Regulasi Soal Pekerjaan Jalan juga Jelas diatur Dalam

PP NO. 34 Tahun 2006 Tentang Bagian Jalan. Berdasarkan Aturan Diatas maka Balai Jalan Nasional berani melakukan pekerjaan Jalan Nasional Mamasa -Tanah Toraja (Tabang)

Lebih Jauh Rian Mengatakan, Jika Memang Pekerjaan Jalan Nasional Mamasa -Toraja (Tabang) masuk Dalam Kawasan Hutan Lindung, Maka Seharisnya pihak Kehutanan (Gakkum) jangan Langsung Main Sita alat Berat. Sebaiknya Pihak Kehutanan (Gakkum) terlebih Dahulu berkoordinasi Dengan Pihak Balai, atau Berkoordinasi Dengan Pemerintah Selaku Pemberi Pekerjaan. Kami Selaku Pelaksana Di Lapangan (Kontraktor) hanya Menjalankan Perintah Kerja Sesuai Dengan Perjanjian Kontrak yang Telah Di Sepakati Melalui Mekanisme Tender Kegiatan Proyek Pembangunan Jalan Nasional Yang di Maksud. Jika Pihak Kehutanan hanya Berpedoman pada Luasnya Hutan Lindung di Kabupaten Mamasa, Maka Tidak Menutup Kemungkinan masih Banyak Ruas Jalan Yang Diduga Masuk Kawasan Hutan Lindung.

Ditempat Terpisah, Aktivis LSM/Media Kabupaten Mamasa Andi Waris Tala (AWT) saat dimintai Pendapatnya Senin (13/09/21) Sekaitan dengan Hal tersebut, AWT dengan Singkat Menjelaskan bahwa, Gakkum (Kehutanan) dalam menjalankan Fungsi Pengawasan Dan Penindakan terhadap “Pelaku” pengrusakan Hutan Lindung seharusnya Selektif dan Adil serta Tidak Tebang Pilih. Menurut Andi Waris Tala, Begitu Banyak Aktivitas Pengrusakan Hutan Lindung di Kabupaten Mamasa Yang terjadi Belakangan ini, Namun Pihak Kehutanan (Gakkum) Hanya Diam tanpa Tindakan apapun,”kata AWT

“Andi Waris Tala (AWT) Memberi Contoh, Pengrusakan Hutan Lindung Di Kecamatan Sumarorong Desa Salubalo, Dusun Salubulung Pada Kegiatan perluasan Lahan Perikanan Warga, Nyata Nyata Masuk Dalam Titik Koirdinat Hutan Lindung,”ucapnya

Kegiatan Perluasan Lahan Perikanan Disana juga Menggunakan Alat Berat Excapator. Saat Aktivitas Pekerjaan Berlangsung, Polisi Kehutanan (Jagawana) Datang Langsung ke Lokasi pekerjaan bersama Kanitreskrim Polsek Sumarorong. Namun Tidak Ada Tindakan Yang dilakukan Oleh Pihak Kehutanan Mamasa Tengah Melainkan Hanya Dengan Teguran. Selain Pengrusakan Hutan Lindung Di Desa Salubalo, Pengrusakan Dan Pengalihfungsian Hutan Lindung juga Terjadi Di Desa Rantekamase Kecamatan Sumarorong. Dimana, Kawasan Hutan Lindung Disulap menjadi Lahan Perkebunan Warga. Kawasan Hutan Lindung Tersebut Tepat Perada di Sepanjang Jalan Poros Sumarorong-Mamasa,”ujarnya

“Lagi-Lagi Kehutanan Tidak Melakukan Tindakan. Nah….Sekaitan dengan Penyitaan Alat Excapator dikawasan Pekerjaan Jalan Nasional Mamasa-Toraja ini, Andi Waris Selaku Aktivis Lempaga Penyalur Aspirasi Rakyat (LPA) Cabang Mamasa Menilai Kehutanan (Gakkum) Bertindak Tidak Adil.

Yang Namanya Pelanggaran jangan Tebang pilih. Seharusnya Gakkum membantu Masyarakat Memikirkan Solusi Dari Kejadian ini, agar Masyarakat Tidak Dirugikan. Akses Jalan Mamasa-Toraja ini sangat penting bagi Masyarakat. Selain itu akses jalan nasional Mamasa-Toraja ini merupakan urat nadi akses perekonomian masyarakat Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Tutup Andi Waris.

Laporan: (Andi Rusli)