2 Oknum Kades Tersandung Korupsi DD di Mamasa

8
2 Oknum Kepala Desa Tersandung Korupsi Dana Desa, Kades di Mamasa Ditahan Kejaksaan Negeri

GERBANGTIMURNEWS

MAMASA Dua oknum kepala desa ( Kades ) yakni Desa Sipakuan dan Desa Tamalantik Kecamatan Tanduk Kalua Kabupaten Mamasa, yang tersandera Korupsi dana desa ( DD ) tahun ini. Dua oknum Kades yang sudah menjadi tahanan Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Mamasa, menjadi perhatian sejumlah perwakilan rakyat di Kabupaten Mamasa.

Salah satu sorotan yang bersumber dari David Bambalayuk, salah seorang wakil ketua DPRD Kabupaten Mamasa. Dia mengatakan, dugaan adanya oknum Kades yang sengaja memainkan dana desa untuk kepentingan dirinya sudah lama diketahui, hanya saja, belum ada sikap tegas dari pihak penegak hukum. Namun belakangan ini kata dia, tindakan yang diambil oleh Kejari Mamasa yang langsung menahan oknum Kades tersebut patut diapresiasi.

“ Persoalan ini memang sudah lama meresahkan masyarakat. Tindakan dari penegak hukum dengan sikap tegas yang dilakukan Kejaksaan Mamasa saya selaku wakil rakyat sangat diapresiasi kinerja Kejaksaan Mamasa, yang langsung memberikan tindakan penahanan terhadap dua oknum Kades yang sudah tersangka Korupsi dana desa itu, “ puji David kepada pojokcelebes.com, belum lama ini.

Menurut politisi Partai Hanura itu, setelah aparat penegak hukum melakukan tindakan profesionalnya dalam membongkar tindak pidana korupsi ( Tipikor ) dana desa terhadap dua desa di wilayah Kabupaten Mamasa. David meminta kepada APH agar semua desa yang ada di wilayah Kabupaten Mamasa, lakukan penyelidikan dengan alasan banyak laporan dugaan penyelewengan dana desa.

“ Semoga desa – desa lain, minta kepada APH segera diperiksa. Jujur saya katakan, berdasarkan laporan dan pengamatan saya, diduga terlalu banyak penyelewengan anggaran di desa – desa, “ sebut David.

Lanjut kata dia, berdasarkan dengan pantauannya, banyak Kades yang sudah memiliki kendaraan mobil sampai dua dan tiga unit dalam satu periode jabatan Kades. Bahkan banyak ditemukan oknum Kades yang mengangkat anak kandungnya atau istrinya sebagai bendahara desa. Hal ini kata dia, sangat rentang dengan KKN.

“ Bayangkan kalau kita melihat secara kasat mata kepala – kepala desa sekarang, rata – rata sudah memiliki 2 atau 3 unit mobil dalam 1 periode. Dan yang paling memprihatinkan, banyak Kepala Desa yang mengangkat anaknya atau istrinya sebagai bendahara desa. sehingga sangat rentan melakukan praktek KKN.” ungkap David.

Masih wakil ketua DPRD Mamasa itu, mengungkapkan ditemukannya pekerjaan fisik di desa tidak ada standar teknik yang digunakan sehingga jauh dari kata layak berdasarkan dengan standar bangunan.

“ Pengamatan saya pekerjaan – pekerjaan fisik itu asal jadi. Dan sama saja membuang – membuang anggaran.” ungkapnya.

Terkait hal itu kata dia, meminta kepada semua Kades yang di wilayah Mamasa, benar – benar harus mengikuti regulasi yang ada. Selain itu kata dia, meminta kepada kades untuk bertanggung jawab terhadap amanah yang dipercayakan rakyat.

“ Saya sangat berharap kedepannya kalau anggaran desa masih terus digulirkan, harusnya di ikuti regulasi standar teknis yang digunakan di daerah. Saya juga meminta para Kades untuk melakukan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab. melakukan amanah yang dipercayakan rakyat sehingga Kabupaten Mamasa, bisa terbangun dengan baik sejajar dengan daerah – daerah lain, “ pungkas David.

Laporan : TIM Gertim News



Baca Juga : dugaan-korupsi-dana-desa-kades-di-mamasa-ditahan-kejaksaan-negeri